Gralin adalah obat untuk menangani gangguan kesadaran yang terjadi akibat cedera otak, trauma otak, stroke, atau operasi otak dan stroke iskemik. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk membantu mempercepat pemulihan anggota gerak atas dan bawah pada hemiplegia akibat apopleksi serebral.

Gralin mengandung bahan aktif citicoline yang bekerja dengan cara meningkatkan kadar phosphatidylcholine, yaitu senyawa yang mendukung fungsi otak dan saraf untuk berpikir, berbicara, maupun mengatur gerak tubuh. Selain itu, obat ini juga bisa melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen ke otak menjadi lancar.

Gralin

Perlu diketahui juga, Gralin bisa digunakan untuk mengatasi gangguan psikologi atau sistem saraf pada kasus penurunan kesadaran akibat stroke iskemik stadium akut. 

Apa Itu Gralin 

Bahan aktif  Citicoline
Golongan Obat resep
Kategori Suplemen saraf 
Manfaat Menangani gangguan kesadaran yang terjadi akibat cedera otak, trauma otak, stroke, atau operasi otak dan stroke iskemik
Mempercepat pemulihan anggota gerak atas dan bawah pada hemiplegia akibat apopleksi serebral.
Digunakan oleh Dewasa 
Gralin untuk ibu hamil  Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin.
Oleh karena itu, suplemen ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika dokter menyarankannya.
Gralin untuk ibu menyusui Belum diketahui apakah citicoline pada Gralin terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dari dokter.
Bentuk obat Suntik 

Peringatan Sebelum Menggunakan Gralin

Gralin tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Gralin:

  • Jangan menggunakan Gralin jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami ketegangan tonus otot yang terlalu tinggi (hipertonia). Gralin tidak boleh digunakan oleh pasien dengan kondisi tersebut.
  • Jangan berikan Gralin kepada anak-anak usia di bawah 13 tahun.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang lebih serius, atau overdosis setelah menggunakan Gralin suntik.

Dosis dan Aturan Pakai Gralin

Gralin akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena (IV) oleh dokter atau petugas medis yang diinstruksikan oleh dokter. Secara umum, berikut ini adalah dosis Gralin berdasarkan kondisi yang dialami pasien: 

Kondisi: menangani gangguan kesadaran yang terjadi akibat cedera otak, trauma otak, stroke, atau operasi otak dan stroke iskemik

  • Dewasa: 100–500 mg, 1–2 kali sehari 

Kondisi: mengatasi gangguan psikologis atau sistem saraf pada kasus penurunan kesadaran akibat stroke iskemik stadium akut

  • Dewasa: 1.000 mg, 1 kali sehari selama 2 minggu berturut-turut

Kondisi: mempercepat pemulihan anggota gerak atas dan bawah pada hemiplegia akibat apopleksi serebral (stroke mendadak)

  • Dewasa: 1.000 mg, 1 kali sehari selama 4 minggu berturut-turut. Jika ada perbaikan maka dosis dapat dilanjutkan selama 4 minggu berikutnya. 

Cara Menggunakan Gralin dengan Benar 

Gralin akan diberikan di rumah sakit dan disuntikkan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter. Ikuti instruksi dokter selama dalam pengobatan dengan Gralin agar efektivitas pengobatan maksimal.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan Gralin:

  • Gralin akan diberikan secara intravena atau ke dalam pembuluh darah vena (IV) melalui suntikan atau infus.
  • Batasi gerakan pada area yang dipasang infus agar obat bisa mengalir dengan lancar.
  • Patuhi jadwal penyuntikan yang diberikan oleh dokter agar efek pengobatan maksimal. Jangan menghentikan pengobatan tanpa arahan dokter.
  • Lakukan kontrol rutin agar dokter bisa memastikan apakah pengobatan berjalan dengan baik dan memeriksa bila ada efek samping yang mungkin muncul.

Interaksi Gralin dengan Obat Lain

Kandungan citicoline dalam Gralin dapat meningkatkan efektivitas levodopa untuk mengobati penyakit Parkinson. Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter, jika Anda berencana menggunakan Gralin bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Gralin

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Gralin: 

  • Bengkak, kemerahan, atau nyeri di tempat suntikan 
  • Diare
  • Mual
  • Hilang nafsu makan 
  • Sakit kepala 
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Sulit tidur
  • Gelisah
  • Penglihatan kabur
  • Ruam kulit
  • Hipotensi
  • Denyut jantung lambat atau cepat
  • Kejang 

Jika Anda mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Gralin, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.