Gusi berdarah saat puasa dapat menimbulkan rasa cemas, terutama ketika terjadi saat menyikat gigi atau saat berbuka. Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan selama Ramadan dan menandakan adanya masalah pada gusi. Karena itu, menjaga kesehatan mulut selama puasa penting agar ibadah tetap lancar.
Gusi berdarah saat puasa sering muncul akibat perubahan pola makan dan minum selama Ramadan. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan, sehingga produksi air liur menurun dan mulut menjadi lebih kering. Akibatnya, bakteri pun lebih cepat berkembang biak.

Kurangnya perhatian terhadap perawatan mulut, baik saat sahur maupun berbuka, juga bisa meningkatkan risiko gusi berdarah saat puasa. Supaya masalah ini tidak mengganggu kenyamanan ibadah, penting bagi Anda untuk memahami penyebab dan langkah pencegahannya.
Penyebab Gusi Berdarah Saat Puasa
Gusi berdarah saat puasa bisa disebabkan oleh beragam penyebab berikut ini:
1. Kekurangan cairan
Selama belasan jam berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sehingga mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini dapat membuat jaringan gusi lebih rentan mengalami iritasi atau luka dan memicu gusi berdarah saat puasa.
2. Infeksi gusi
Infeksi gusi dapat menjadi penyebab gusi berdarah saat puasa. Kondisi ini biasanya terjadi akibat penumpukan bakteri dan plak pada gigi yang tidak dibersihkan dengan baik, sehingga memicu peradangan, pembengkakan, dan gusi yang mudah berdarah.
3. Radang gusi
Radang gusi atau gingivitis juga dapat menyebabkan gusi berdarah saat puasa. Kondisi ini sering dipicu oleh kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, sehingga gusi menjadi meradang, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi atau makan.
4. Menyikat gigi terlalu keras
Tekanan berlebihan saat menyikat gigi atau penggunaan sikat gigi dengan bulu yang terlalu kasar dapat melukai jaringan gusi. Kondisi ini membuat gusi lebih mudah iritasi dan dapat memicu gusi berdarah
5. Kebersihan mulut kurang terjaga
Rasa kantuk saat sahur atau lelah setelah berbuka sering membuat seseorang melewatkan sikat gigi. Akibatnya, plak dan sisa makanan menumpuk di sekitar gusi, memicu peradangan yang dapat menyebabkan gusi berdarah saat puasa.
6. Kekurangan vitamin
Pola makan yang kurang seimbang saat puasa, terutama jarang mengonsumsi buah dan sayur, dapat menyebabkan kekurangan vitamin C dan K yang penting untuk menjaga kesehatan gusi. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko gusi berdarah saat puasa.
7. Kondisi medis tertentu
Beberapa penyakit seperti diabetes, gangguan pembekuan darah, atau infeksi gusi bisa meningkatkan risiko gusi berdarah, terutama jika tubuh sedang kurang cairan.
Cara Mengatasi dan Mencegah Gusi Berdarah Saat Puasa
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda terapkan untuk mencegah dan mengatasi gusi berdarah selama berpuasa, yaitu:
- Penuhi kebutuhan cairan selama sahur dan berbuka.
- Sikat gigi dengan cara yang benar.
- Jaga pola makan sehat dengan mengonsumsi sumber protein, serta aneka buah dan sayur.
- Batasi asupan makanan atau minuman yang bisa mengiritasi gusi, seperti minuman bersoda, gorengan, juga makanan pedas.
- Gunakan obat kumur bebas alkohol.
- Rutin periksa ke dokter gigi, setidaknya 6 bulan sekali.
Menjaga kesehatan mulut selama Ramadan bukan hanya soal kenyamanan beribadah, tetapi juga mencegah munculnya infeksi atau masalah mulut serius. Mulailah membiasakan perawatan gigi yang benar, menjaga kecukupan cairan, serta asupan vitamin selama sahur dan berbuka.
Pada umumnya, gusi berdarah saat puasa dapat diatasi dengan perawatan mulut yang baik dan pola makan sehat. Namun, jika keluhan berlangsung lebih dari satu minggu, disertai nyeri hebat, bengkak, atau perdarahan berat pada gusi, segera konsultasikan ke dokter gigi.
Anda juga dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran langsung sesuai kondisi Anda kapan pun dibutuhkan.