Menjaga kesehatan gigi tentu penting, baik pada orang tua maupun pada anak. Pentingnya menggosok gigi tentu sudah harus diajarkan sejak kecil. Tapi, beberapa kebiasaan yang terlihat normal-normal saja ternyata bisa merusak gigi anak.

Gigi berlubang, gigi copot, dan masalah gigi lainnya dapat mengganggu aktivitas anak dan kesehatannya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak dengan mengenal kebiasaan apa saja yang dapat merusak gigi anak.

Hati-hati, Bunda, Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi Anak - Alodokter

Meski gigi susu yang saat ini dimiliki anak akan diganti dengan gigi tetap, bukan berarti Anda tidak perlu menjaga kesehatan giginya dan membiarkan anak dengan kebiasaan buruknya hanya karena tidak ingin anak rewel. Ingat, jika giginya bermasalah, justru anak bisa bertambah rewel dan mungkin bisa memengaruhi bentuk gigi anak setelah dewasa nanti.

Adakah Kebiasaan Anak Anda yang Merusak Gigi?

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang dapat merusak kesehatan gigi anak Anda:

  • Mengedot seharian

Jangan biarkan anak kebiasaan mengedot, apalagi dengan jus, susu, atau minuman manis lainnya. Hal ini bisa membahayakan gigi anak karena membuat saliva atau air liur tidak dapat membersihkan gula yang menempel dalam mulutnya.

  • Mengisap jempol dan mengempeng

Ada beragam kebiasaan yang anak lakukan untuk membuat dirinya merasa nyaman. Contohnya saja mengisap jempol atau mengempeng. Jika kebiasaan ini dilakukan pada usia 4-6 tahun, dapat menyebabkan gigi anak tumbuh berantakan. Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan kesulitan mengunyah.

Mengempeng hingga usia anak cukup besar dapat memengaruhi bentuk rahang dan bentuk normal gigi. Jika anak Anda sudah mengempeng sejak bayi, disarankan untuk menghentikan kebiasaan ini mulai usia 1 tahun. Jika tidak, kebiasaan mengempeng akan menjadi lebih sulit untuk dilepaskan.

  • Menyusu di malam hari

Gigi anak sudah disikat dengan bersih, namun sebelum tidur anak malah minta susu. Kebiasaan seperti ini tanpa disadari dapat merusak gigi anak. Menyusu pada malam hari akan meninggalkan gula di dalam mulut dan gigi anak sepanjang malam. Jika dilakukan terus menerus, enamel gigi akan rusak.

Jika anak Anda masih minum ASI, disarankan untuk membersihkan giginya setelah menyusui. Karena di dalam ASI juga terkandung laktosa (jenis gula dalam susu) yang dapat merusak gigi anak.

  • Menggigit alat tulis
    Memasuki masa sekolah atau prasekolah, anak akan mulai menggunakan alat tulis. Kebiasaan menggigit alat tulis, seperti pensil dan pen, dapat menyebabkan masuknya bakteri ke dalam mulut, dan dapat memicu keretakan gigi. Bahkan, jika anak Anda terjatuh dengan alat tulis yang masih ada di dalam mulutnya, bisa menyebabkan luka pada
  • Minuman manis dan bersoda
    Selain tidak memberikan nutrisi dengan sempurna, minuman bersoda juga mengandung banyak sekali gula. Sama halnya dengan minuman manis lain, termasuk jus buah. Meski terdengar sehat, sebenarnya serat atau nutrisi lain yang ada di dalam buah bisa hilang pada saat proses pembuatan jus.

Selain itu, bentuknya yang halus membuat jus dapat dengan mudah dan cepat melewati saluran pencernaan, sehingga vitamin yang ada di dalamnya tidak sempat terserap dengan baik oleh tubuh.

  • Menelan pasta gigi
    Pasta gigi anak tersedia dalam beragam rasa dan warna yang menarik. Terkadang, baik disengaja maupun tidak, pasta gigi tertelan oleh anak saat ia menyikat gigi. Namun, sebisa mungkin hindari hal ini terjadi, karena fluoride yang terkandung di dalam pasta gigi, meski baik untuk kesehatan gigi, dapat menyebabkan fluorosis jika berlebihan atau tertelan. Fluorosis akan menyebabkan munculnya bintik cokelat atau putih pada gigi.

Jadi, sebelum anak bisa meludah dan membuang busa pasta gigi, disarankan menggunakan pasta gigi tanpa kandungan fluoride.

Jika anak Anda memiliki kebiasaan di atas, segeralah bantu dia untuk menghentikannya atau menguranginya secara bertahap. Misalnya, dengan memberikan dot hanya pada saat makan, untuk mengurangi intensitas anak mengedot.

Selain itu, sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari. Bekali anak perlengkapan untuk menyikat gigi ketika mereka sekolah, agar mereka dapat menyikat gigi setelah makan di sekolah. Ajari anak untuk minum air putih, terutama setelah mereka makan atau minum yang manis-manis. Tapi perlu diingat, pemberian air terlalu banyak pada bayi juga tidak baik.

Anak-anak tentu belum benar-benar mengerti mana yang baik dan tidak baik untuk kesehatan. Melatih anak sejak kecil untuk melakukan kebiasaan yang sehat dan menjalani pemeriksaan gigi dengan rutin, dapat membantunya menghindari kerusakan pada gigi. Jika gigi anak Anda tampak bermasalah, segeralah memeriksakannya ke ke dokter gigi. Jangan tunggu sampai dia merasa kesakitan.