Seneng deh punya badan kurus, bebas milih baju…” Kamu pasti pernah mendengar pernyataan seperti ini. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena faktanya ada sejumlah risiko kesehatan yang mengintai bila kamu terlalu kurus.

Istilah terlalu kurus biasanya digambarkan dengan berat badan yang kurang dari batas normal. Pengukuran yang objektif dilakukan dengan menghitung IMT (indeks massa tubuh) dengan membagi berat badan dan tinggi badan dikuadrat (Kg/m2). Seseorang dikatakan terlalu kurus jika IMT nya kurang dari 18,5.

Hati-hati, Ini 5 Risiko Kesehatan Bila Terlalu Kurus - Alodokter

Penyebab Tubuh Terlalu Kurus

Beberapa orang bisa saja memiliki tubuh kurus secara alami, misalnya karena faktor genetik. Namun, ada beberapa hal lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penurunan berat badan dan menyebabkan badan terlalu kurus, di antaranya:

  • Olahraga berlebihan
  • Pengobatan atau terapi tertentu, seperti kemoterapi
  • Stres yang berkepanjangan dan memicu hilangnya nafsu makan
  • Gangguan makan, seperti anoreksia
  • Gangguan pada sistem pencernaan, seperti penyakit celiac
  • Penyakit hepatitis, hipertiroid, kanker, COPD, atau penyakit Parkinson

Berbagai Risiko Kesehatan Bila Terlalu Kurus

Berat badan yang turun drastis atau terlalu kurus bisa menandakan adanya masalah kesehatan. Oleh karena itu, kamu perlu mengenali risiko kesehatan bila terlalu kurus agar bisa melakukan pencegahan dengan tepat. Risiko kesehatan itu meliputi:

1. Mengalami kekurangan nutrisi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, terlalu kurus bisa dipicu oleh gangguan makan atau kondisi kesehatan tertentu. Jika kebutuhan nutrisi tidak tercukupi dalam jangka panjang, seseorang bisa mengalami kekurangan nutrisi. Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya gangguan fungsi tubuh, serta kerusakan jaringan dan organ tubuh.

Beberapa kondisi yang berkaitan dengan kekurangan nutrisi pada orang yang terlalu kurus adalah anemia defisiensi zat besi, rabun senja, mudah sariawan, hingga hipotermia (suhu tubuh yang terlalu rendah).

Selain itu, Ibu hamil yang terlalu kurus dan mengalami kekurangan energi kronis berisiko melahirkan bayi dengan berat rendah atau mengalami preeklamsia.

2. Membuat tubuh lebih rentan sakit

Seseorang dengan tubuh yang terlalu kurus juga lebih mudah sakit. Hal ini karena sel-sel pada sistem kekebalan tubuh memerlukan sejumlah nutrisi penting untuk tetap bisa bekerja dengan optimal.

Saat tubuh terlalu kurus akibat kurangnya asupan nutrisi, maka sistem imun juga tidak bisa bekerja dengan optimal dalam melindungi tubuh. Akibatnya tubuh juga akan lebih rentan sakit dan terserang penyakit infeksi, termasuk flu dan pilek.

3. Meningkatkan risiko osteoporosis

Risiko kesehatan bila terlalu kurus selanjutnya adalah osteoporosis atau tulang rapuh. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dan berhubungan erat dengan kurangnya asupan kalsium dan vitamin D.

Saat seseorang terlalu kurus akibat jarang makan, kekurangan kalsium dan vitamin D bisa saja terjadi. Jika terjadi dalam jangka panjang, risiko terjadinya osteoporosis akan meningkat.

4. Mengganggu siklus menstruasi

Wanita yang terlalu kurus juga berisiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Saat tubuh kekurangan lemak, produksi hormon yang berperan dalam menstruasi juga bisa menurun.

Penurunan produksi hormone ini kemudian menyebabkan terganggunya proses pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi). Nah, jika proses ovulasi terganggu atau berhenti, maka siklus menstruasi juga akan kacau bahkan berhenti.

5. Mempersulit kehamilan

Tubuh yang terlalu kurus juga bisa mengganggu siklus menstruasi pada wanita. Siklus haid terganggu bisa memicu terjadinya masalah kesuburan yang pada akhirnya bisa membuat peluang kehamilan menjadi lebih rendah.

Kesimpulannya, tubuh yang terlalu kurus tidak selalu baik untuk kesehatan, ya. Setelah mengenali risiko kesehatan bila terlalu kurus di atas, kamu bisa mencegahnya dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat dan bergizi.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan hilangnya nafsu makan atau menyebabkan penurunan berat badan yang drastis, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.