Vitamin D adalah suplemen untuk mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin D. Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfor di dalam tubuh.

Vitamin D dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu ergocalciferol (vitamin D2) dan cholecalciferol (vitamin D3). Secara alami, vitamin D2 bisa ditemukan di beberapa jenis jamur, sedangkan vitamin D3 bisa ditemukan pada hati sapi, kuning telur, atau keju. Pembentukan vitamin D di dalam tubuh dibantu oleh paparan sinar matahari.

alodokter-vitamin-d

Kekurangan atau defisiensi vitamin D biasanya terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, tidak terpenuhinya kebutuhan vitamin D dari makanan, ginjal mengalami gangguan atau kerusakan, atau terjadinya gangguan penyerapan vitamin D di usus.

Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan penyakit rakitis pada anak-anak atau osteomalacia pada orang dewasa. Untuk mencegah dan mengatasi kondisi tersebut, dibutuhkan suplemen vitamin D.

Suplemen vitamin D juga bisa digunakan dalam pengobatan osteoporosis, hipoparatiroid, atau rendahnya kadar fosfat dalam darah (hipofosfatemia).

Selain itu, vitamin D juga digunakan dalam pengobatan COVID-19. Suplemen vitamin D juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa digunakan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi, termasuk COVID-19.

Merek dagang vitamin D: Forti-D 1000, Blackmores Vitamin D3 1000 IU, Calfos-D3, D-Pro 1000, Dailyfit Vitamin D + Calcium, Defa D3 1000 IU, Fitlife Vitamin D3, Harvit D 1000 IU, Joyvit-D3,Metcom-D3, Morfit-D 1000, Natura Vitamin D3 1000 IU, Nature`s Boss Vitamin D3 1000 IU, Nutracell Vitamin D3 1000 IU, Oxyvit D3, Pyfahealth Vitamin D3-400, Tomo Kenko Vit. D3 1000 IU, Vira-D,Vita-D 1000

Apa Itu Vitamin D

Golongan Obat bebas dan resep
Kategori Suplemen vitamin
Manfaat Mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin D dan digunakan dalam pengobatan osteoporosis, hipoparatiroid, rakitis, atau hipofosfatemia
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Vitamin D untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Suplemen vitamin D dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan suplemen ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
Bentuk obat Kapsul, sirop, dan tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Vitamin D

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi suplemen vitamin D jika Anda alergi terhadap vitamin D.
  • Jangan mengonsumsi suplemen vitamin D jika Anda menderita penumpukan vitamin D dalam tubuh (hipervitaminosis), tingginya kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia), atau malabsorbsi makanan.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan suplemen vitamin D jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, gangguan elektrolit, atau penyakit ginjal, termasuk gagal ginjal atau batu ginjal.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi suplemen vitamin D bersama obat, suplemen, atau produk herbal.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan suplemen vitamin D jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D.

Dosis dan Aturan Pakai Vitamin D

Dosis vitamin D diberikan berdasarkan usia dan kondisi yang diderita pasien. Pada umumnya, vitamin D sediaan 400–5.000 IU dapat dibeli secara bebas, sedangkan vitamin D sediaan 50.000 IU hanya dapat dibeli dengan resep dokter.

Berikut ini adalah dosis umum vitamin D berdasarkan usia dan tujuan penggunaannya:

Tujuan: Suplementasi vitamin D

  • Usia 1–70 tahun: 15 mcg (600 IU) per hari.
  • Usia 0–12 bulan: 10 mcg (400 IU) per hari.

Tujuan: Menangani dan mencegah osteoporosis

  • Usia >50 tahun: 20–25 mcg (800–1.000 IU) per hari. Dosis akan dikombinasikan dengan suplemen kalsium.

Tujuan: Menangani rakitis

  • Dewasa dan anak-anak: 0,3–12,5 mcg (12.000–500.000 IU) per hari.

Tujuan: Menangani hipofosfatemia

  • Dewasa: 0,25–1,5 mcg (10.000–60.000 IU) per hari. Dosis akan dikombinasikan dengan suplemen fosfat.
  • Anak-anak: 1–2 mcg (40.000–80.000 IU) per hari. Dosis akan dikombinasikan dengan suplemen fosfat.

Tujuan: Menangani hipoparatiroid

  • Dewasa: 0,625–5 mcg (50.000–200.000 IU) per hari.

Tujuan: Pengobatan COVID-19

  • Dewasa terkonfirmasi: 400–1.000 IU per hari, selama 14 hari.
  • Anak usia <3 tahun terkorfirmasi: 400 IU per hari.
  • Anak usia >3 tahun terkonfirmasi:000 IU per hari.
  • Dewasa dengan gejala ringan, sedang, atau berat:000–5.000 IU per hari, selama 14 hari. Untuk pasien gejala sedang dan berat pengobatan akan dilakukan di rumah sakit.
  • Dewasa belum terkonfirmasi: 400–1.000 IU per hari.

Angka Kecukupan Gizi Vitamin D

Angka kecukupan gizi (AKG) harian vitamin D bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan tiap orang. Berikut ini adalah AKG vitamin D per hari secara umum:

  • Usia 0–5 bulan: 10 mcg
  • Usia 6–11 bulan: 10 mcg
  • Usia 1–3 tahun: 15 mcg
  • Usia 4–6 tahun: 15 mcg
  • Usia 7–64 tahun: 15 mcg
  • Usia ≥65 tahun: 20 mcg
  • Ibu hamil: 15 mcg
  • Ibu menyusui: 15 mcg

Cara Mengonsumsi Vitamin D dengan Benar

Sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, selalu baca aturan penggunaan yang tertera di kemasan produk. Jika Anda ragu atau memiliki kondisi kesehatan khusus, diskusikan dengan dokter perihal dosis, pilihan produk, dan cara penggunaan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Perlu diingat bahwa suplemen vitamin dan mineral dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral, terutama ketika asupan vitamin dan mineral dari makanan saja tidak cukup.

Jika Anda sedang mengalami kondisi medis khusus, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis, jenis produk, dan durasi penggunaan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Suplemen vitamin D dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Namun, suplemen ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan karena dapat meningkatkan penyerapan vitamin D oleh tubuh.

Simpan suplemen vitamin D di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan suplemen dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Vitamin D dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika suplemen vitamin D dikonsumsi bersama obat lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika dikonsumsi dengan digoxin
  • Peningkatan kadar aluminium di dalam tubuh jika dikonsumsi bersama obat antasida yang mengandung aluminium
  • Penurunan efektivitas diltiazem
  • Penurunan penyerapan vitamin D jika dikonsumsi dengan orlistat atau cholestyramine
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalsemia jika dikonsumsi dengan diuretik thiazide, kalsium, atau fosfat

Efek Samping dan Bahaya Vitamin D

Jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan, suplemen vitamin D jarang sekali menimbulkan efek samping. Namun jika dikonsumsi berlebihan, suplemen vitamin D mungkin dapat menyebabkan tingginya kadar kalsium dan timbulnya keluhan tertentu, seperti mual dan muntah, mudah haus, merasa lelah, kehilangan nafsu makan, konstipasi, atau perubahan mood.

Periksakan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau makin memburuk. Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi suplemen vitamin D.