Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah dan gangguan pada darah. Dengan ilmu hematologi, dokter dapat mendiagnosis dan mengobati berbagai kelainan darah, seperti anemia, gangguan pembekuan darah, hemofilia, dan leukemia.

Dokter yang mempelajari ilmu tentang hematologi dikenal dengan sebutan hematolog. Seorang dokter ahli hematologi memiliki kompetensi untuk mendiagnosis dan merawat pasien yang memiliki kelainan darah.

Hematologi dan Perannya dalam Menangani Gangguan Darah - Alodokter

Pentingnya Mengetahui Kondisi Darah

Darah berperan penting untuk membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh serta untuk mengangkut limbah hasil metabolisme, seperti karbon dioksida, agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

Selain itu, darah juga berperan dalam melawan infeksi, menghancurkan benda atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh, membunuh sel kanker, dan menghentikan perdarahan ketika terjadi luka.

Ketika jumlah darah terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau bila fungsi darah terganggu, dapat terjadi masalah pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kelainan darah atau gangguan hematologis bisa terjadi akibat beberapa hal, misalnya penyakit tertentu, efek samping obat-obatan, atau kekurangan nutrisi tertentu.

Perawatan yang diperlukan untuk penyakit darah bervariasi, tergantung pada kondisi darah dan tingkat keparahannya.

Berbagai Komponen Darah dan Gangguan Hematologi

Kelainan hematologi atau gangguan pada darah dapat terjadi pada beberapa komponen utama darah, yaitu:

Sel darah merah

Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh dan mengangkut karbon dioksida untuk dikeluarkan dari saluran pernapasan. Gangguan pada sel darah merah yang paling sering terjadi adalah anemia atau kurangnya jumlah sel darah merah. Kondisi ini umumnya terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B12, serta perdarahan kronis.

Anemia ringan sering kali tidak bergejala, namun kondisi ini bisa semakin parah jika tidak segera diobati. Ketika sudah terjadi anemia berat, seseorang bisa mengalami gejala cepat lelah, kulit pucat, sesak napas, dan dada berdebar.

Sel darah putih

Sel darah putih berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk melawan infeksi, benda asing, dan sel kanker.

Kelainan hematologi yang membuat jumlah dan fungsi sel darah putih terganggu bisa disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, multiple myeloma dan sindrom mielodisplasia, gangguan sumsum tulang, serta kanker, seperti leukemia atau kanker darah dan limfoma.

Trombosit

Komponen darah yang satu ini dikenal juga sebagai keping darah atau platelet. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah saat tubuh mengalami luka. Oleh karena itu, bila tubuh kekurangan trombosit, hal ini dapat menyebabkan perdarahan sulit berhenti.

Sebaliknya, ketika jumlah trombosit meningkat, tubuh akan mudah mengalami pembekuan darah. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi tubuh karena bekuan atau gumpalan darah yang terbentuk secara spontan dapat menyumbat aliran darah.

Ada beberapa kondisi yang bisa memengaruhi jumlah trombosit, di antaranya idiopathic trombocytopenic purpura (ITP), demam berdarah dengue, leukemia, gangguan sumsum tulang, trombositopenia, dan trombositosis.

Berbagai Fungsi Pemeriksaan Hematologi

Ada banyak jenis pemeriksaan hematologi yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah pemeriksaan darah lengkap. Dalam pemeriksaan ini, komponen darah yang akan diperiksa meliputi:

  • Hemoglobin
  • Hematokrit
  • Jumlah atau volume sel darah merah
  • Jumlah sel darah putih dan hitung jenis sel darah putih
  • Jumlah trombosit
  • Laju endap darah

Tujuan utama dari pemeriksaan hematologi adalah untuk mengevaluasi atau menilai jumlah dan fungsi berbagai komponen darah. Melalui tes hematologi, dokter juga dapat menilai fungsi pembekuan darah pada tubuh pasien.

Selain itu, pemeriksaan hematologi juga dapat dilakukan untuk beberapa alasan berikut:

  • Memantau kondisi kesehatan tubuh seseorang secara umum
  • Mendeteksi penyakit tertentu, seperti infeksi, anemia, atau kelainan pada produksi sel-sel darah
  • Mendeteksi golongan darah ketika seseorang hendak melakukan donor darah atau transfusi darah
  • Memantau respons atau keberhasilan pengobatan tertentu, misalnya pengobatan anemia
  • Menilai kondisi pasien sebelum dan setelah menjalani tindakan medis tertentu, misalnya operasi

Dalam menangani pasien, seorang dokter ahli hematologi dapat bekerja sama dengan dokter umum atau dokter spesialis lain, seperti dokter penyakit dalam, dokter onkologi, dan dokter ahli patologi klinik.

Ilmu hematologi dapat diterapkan dalam proses diagnosis dan penanganan beragam penyakit. Pemeriksaan hematologi atau tes darah bisa dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) atau pemeriksaan diagnostik penyakit tertentu, serta untuk memantau perkembangan penyakit dan efektivitas pengobatan.

Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan hematologi yang perlu Anda jalani. Dan setelahnya, Anda bisa berkonsultasi kembali dengan dokter mengenai hasil pemeriksaan tersebut. Bila ada kelainan, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan dan diagnosis penyakit Anda.