Hidung perih saat bernapas sering kali terasa mengganggu dan tidak nyaman, terutama saat menarik napas dalam. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari udara kering, paparan debu dan polusi, hingga iritasi akibat alergi atau infeksi. Nah, agar pernapasan Anda kembali lega, penting untuk mengetahui penyebab dan langkah penanganannya ya. 

Hidung perih saat bernapas bisa terjadi karena lapisan dalam hidung mengalami iritasi atau menjadi terlalu kering. Kondisi ini sering dipicu oleh udara dingin atau kering, paparan asap rokok, debu, polusi, hingga reaksi alergi. 

Hidung Perih Saat Bernapas? Ini Penyebab dan Langkah Penanganannya - Alodokter

Saat dinding hidung tidak cukup lembap, saraf di dalamnya menjadi lebih sensitif sehingga muncul rasa perih saat menarik napas. Nah, jika tidak segera ditangani, keluhan ini dapat menyebabkan hidung terasa panas, nyeri, mudah berdarah, hingga membuat napas terasa tidak nyaman. Akibatnya, aktivitas sehari-hari pun bisa terganggu dan kualitas pernapasan menurun.

Penyebab Hidung Perih Saat Bernapas

Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab hidung perih saat bernapas, antara lain: 

1. Udara kering atau dingin 

Hidung perih saat bernapas sering kali terjadi akibat udara kering atau dingin. Ketika kelembapan udara rendah, selaput lendir di dalam hidung mudah mengering sehingga rentan teriritasi. Akibatnya, Anda bisa merasakan rasa perih.

2. Penggunaan AC terlalu lama

Penggunaan AC dalam waktu lama dapat menurunkan kelembapan udara di ruangan. Nah, kondisi ini membuat lapisan dalam hidung cepat mengering dan iritasi, sehingga meningkatkan risiko hidung perih saat bernapas. 

Jika dibiarkan terus-menerus, lapisan hidung bisa menjadi lebih sensitif dan mudah terluka, sehingga perihnya semakin terasa bahkan saat bernapas normal.

3. Paparan debu, asap, dan polusi

Paparan debu, asap rokok, atau polusi udara bisa memicu hidung perih saat bernapas. Zat-zat ini bersifat iritatif yang dapat menyebabkan peradangan ringan pada saluran hidung. 

Selain menimbulkan rasa perih, hal ini juga berisiko membuat mukosa hidung lebih rentan terhadap luka atau infeksi, sehingga keluhan hidung perih saat bernapas bisa bertahan lebih lama.

4. Infeksi saluran napas atas (ISPA)

Infeksi saluran napas atas, seperti flu atau pilek, kerap menjadi penyebab hidung perih saat bernapas. Saat terinfeksi virus atau bakteri, selaput lendir di rongga hidung akan meradang. Nah, peradangan inilah yang menyebabkan sensasi perih, sakit, atau gatal, terutama saat bernapas.

5. Rhinitis alergi

Hidung perih saat bernapas juga bisa disebabkan oleh rhinitis alergi. Kondisi ini mengakibatkan hidung terasa kering, gatal, dan perih, terutama ketika terpapar debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan.

Selain rasa perih, rhinitis alergi juga dapat membuat hidung lebih sensitif terhadap udara kering atau polusi, sehingga keluhan semakin terasa saat bernapas.

6. Luka atau iritasi di dalam hidung

Kebiasaan mengorek hidung, penggunaan tisu terlalu sering saat pilek, atau benturan ringan dapat menimbulkan luka kecil di dalam hidung. Luka ini membuat hidung perih saat bernapas, terutama saat udara masuk dan mengenai area yang sensitif.

7. Penggunaan obat semprot hidung secara berlebihan

Menggunakan obat semprot hidung, seperti dekongestan, dalam jangka panjang atau secara berlebihan dapat menyebabkan lapisan lendir menipis dan iritasi. Akibatnya, hidung perih saat bernapas pun lebih mudah muncul, bahkan bisa bertambah parah bila tidak dihentikan.

8. GERD 

Penyakit asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) juga dapat menyebabkan hidung perih saat bernapas lho. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik hingga ke tenggorokan dan saluran napas bagian atas, termasuk hidung. 

Akibatnya, uap asam dapat mengiritasi dinding hidung dan membuat mukosa menjadi lebih sensitif, sehingga saat bernapas terasa perih, panas, atau bahkan sedikit terbakar.

9. Perubahan cuaca atau lingkungan 

Perubahan cuaca yang ekstrem, misalnya udara tiba-tiba panas lalu menjadi dingin atau sebaliknya, dapat memicu hidung perih saat bernapas. Tubuh butuh waktu untuk beradaptasi, dan perubahan kelembapan atau suhu secara mendadak sering membuat selaput lendir hidung sensitif dan mudah teriritasi.

10. Sinusitis

Sinusitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada rongga sinus di sekitar hidung. Ketika peradangan ini muncul, jaringan di dalam sinus dan hidung akan membengkak, serta mengalami iritasi. Kondisi ini membuat aliran udara yang masuk melalui hidung menjadi tidak normal dan sering terasa menusuk atau panas.

Selain itu, sinusitis juga menyebabkan produksi lendir berlebihan yang bisa mengalir ke rongga hidung. Nah, lendir ini bersifat asam dan dapat memicu iritasi pada dinding hidung, sehingga muncul sensasi hidung perih saat bernapas. 

11. Rhinitis vasomotor

Rhinitis vasomotor adalah gangguan pada pembuluh darah di hidung yang membuatnya bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu, seperti perubahan suhu, udara kering, asap, atau bau menyengat. Reaksi berlebihan ini menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga lapisan hidung menjadi lebih sensitif dan mudah teriritasi.

Pada penderita rhinitis vasomotor, udara yang masuk saat bernapas bisa langsung mengenai jaringan hidung yang sensitif tersebut. Akibatnya, timbul rasa tidak nyaman berupa hidung perih saat bernapas. Rasa perih ini biasanya semakin terasa saat penderitanya terpapar udara dingin atau saat bernapas terlalu dalam.

Langkah Penanganan Hidung Perih Saat Bernapas

Penanganan hidung perih saat bernapas sebaiknya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejala. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar hidung terasa lebih nyaman:

  • Menjaga kelembapan udara 
  • Memperbanyak minum air putih setiap hari untuk membantu menjaga kelembapan saluran hidung dan mencegah iritasi.
  • Menjauhkan diri dari asap rokok, debu, polusi, parfum menyengat, dan bahan kimia pembersih rumah tangga yang bisa memicu hidung perih saat bernapas.
  • Menghindari kebiasaan mengorek atau mengupil hidung agar tidak menimbulkan luka atau iritasi pada selaput lendir.
  • Mengompres hangat bagian hidung guna membantu meredakan iritasi dan meningkatkan sirkulasi darah di area hidung.
  • Membersihkan hidung secara lembut dengan cairan saline jika terasa sangat kering atau penuh lendir.

Jika hidung perih saat bernapas terjadi akibat infeksi atau GERD, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter, baik secara langsung maupun lewat Chat Bersama Dokter ya. Dengan begitu, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat sesuai penyebabnya. 

Perlu diketahui, sebagian besar kasus hidung perih saat bernapas akan membaik dengan sendirinya kok. Jadi, tidak usah terlalu cemas dan khawatir ya. Namun, bila kondisi ini masih berlangsung lebih dari 5 hari dan disertai gejala, seperti demam, mimisan, atau sesak napas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter ya. Penanganan yang tepat akan membantu mencegah komplikasi dari kondisi yang lebih serius.