Hormon adalah zat kimia alami yang diproduksi oleh tubuh untuk mengatur berbagai proses penting, seperti pertumbuhan, metabolisme, suasana hati, hingga fungsi reproduksi. Meskipun jumlahnya sangat kecil, keseimbangan hormon sangat berperan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental setiap hari.
Hormon dihasilkan secara alami oleh organ dan kelenjar tubuh, seperti tiroid, pankreas, ovarium, dan testis. Setiap hormon memiliki fungsi penting untuk mengatur berbagai proses tubuh, mulai dari metabolisme hingga sistem reproduksi.

Pada keadaan tertentu, tubuh bisa mengalami kekurangan atau gangguan produksi hormon. Untuk membantu mengatasinya, tersedia juga hormon sintetik yang dibuat menyerupai hormon alami dan digunakan sebagai terapi, misalnya pada pengobatan gangguan hormon tertentu.
Memahami asal dan fungsi hormon dapat membantu Anda mengenali perannya dalam menjaga kesehatan tubuh.
Jenis Hormon dan Fungsinya
Tubuh menghasilkan berbagai jenis hormon melalui kelenjar endokrin, dan masing-masing memiliki fungsi yang sangat spesifik. Berikut ini adalah jenis hormon beserta fungsinya:
1. Hormon pertumbuhan (growth hormone/GH)
Growth hormone diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di otak. Hormon ini berperan penting dalam merangsang pertumbuhan tulang dan otot, sekaligus membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, terutama pada anak dan remaja.
2. Hormon insulin
Insulin dihasilkan oleh pankreas. Fungsi hormon insulin adalah mengatur kadar gula darah agar tetap stabil dan memastikan sel-sel tubuh bisa menyerap glukosa sebagai sumber energi. Hormon ini dihasilkan oleh pankreas.
3. Hormon tiroid, seperti tiroksin (T3 dan T4)
Hormon ini diproduksi oleh kelenjar tiroid. Fungsinya yaitu untuk mengatur metabolisme tubuh, suhu, serta perkembangan organ-organ penting, khususnya otak dan jantung.
4. Hormon adrenalin
Hormon adrenalin dibuat oleh kelenjar adrenal. Peran utamanya adalah meningkatkan kesiapan tubuh, mempercepat detak jantung, dan menaikkan tekanan darah, terutama saat Anda menghadapi stres atau ancaman.
5. Hormon estrogen
Hormon ini berperan penting dalam perkembangan organ reproduksi perempuan, menjaga kesehatan tulang, serta membantu mengatur siklus menstruasi. Selain itu, hormon estrogen juga dibutuhkan untuk mendukung kesiapan rahim untuk kehamilan dan berperan dalam menjaga kesehatan sistem jantung serta kulit.
6. Hormon progesteron
Hormon progesteron berfungsi mempersiapkan dan menjaga rahim selama kehamilan, menebalkan dinding rahim agar siap menerima sel telur yang sudah dibuahi, serta membantu menjaga keseimbangan siklus menstruasi. Hormon ini juga turut menjaga kesehatan organ reproduksi dan berkontribusi dalam pembentukan tulang yang sehat.
7. Hormon testosteron
Pada pria, hormon testosteron diproduksi di testis, sementara pada wanita diproduksi di ovarium. Hormon ini berperan dalam perkembangan organ kelamin pria, pembentukan massa otot serta tulang, serta produksi sperma.
8. Hormon kortisol
Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal dan dikenal sebagai hormon stres karena membantu tubuh beradaptasi saat menghadapi tekanan fisik maupun emosional. Selain itu, kortisol juga berperan dalam mengatur metabolisme gula, lemak, dan protein agar tubuh tetap memiliki cukup energi.
9. Hormon oksitosin
Hormon oksitosin berperan dalam membangun kedekatan, rasa percaya, dan ikatan emosional, baik pada pria maupun wanita. Disebut juga sebagai hormon cinta, hormon ini juga berperan penting dalam membentuk ikatan emosional antara ibu dan bayi saat menyusui.
Selain itu, oksitosin juga membantu proses persalinan dengan merangsang kontraksi rahim, memperlancar produksi ASI, dan mendukung pemulihan rahim setelah melahirkan.
10. Melatonin
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal di otak dan berfungsi mengatur pola tidur dan bangun sesuai irama alami tubuh (ritme sirkadian). Hormon ini dilepaskan terutama saat malam hari untuk membantu tubuh merasa mengantuk dan tidur lebih nyenyak.
Dampak Ketidakseimbangan Hormon pada Tubuh
Ketidakseimbangan hormon, meskipun sedikit, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, di antaranya:
- Perubahan berat badan yang drastis, baik naik maupun turun
- Gangguan siklus menstruasi pada wanita
- Perubahan mood, misalnya menjadi mudah marah, cemas, atau depresi
- Gangguan tidur, seperti sulit tidur atau sering terbangun malam hari
- Muncul jerawat atau masalah kulit lain secara tiba-tib
- Gangguan pertumbuhan pada anak-anak dan remaja, termasuk tinggi badan yang terlalu pendek atau justru berlebihan
- Kadar gula darah yang tidak stabil, yang bisa menjadi terlalu tinggi bila terjadi resistensi insulin atau gangguan pada hormon insulin
- Penurunan gairah seksual atau masalah kesuburan
- Mudah merasa lelah tanpa sebab jelas
Jika ketidakseimbangan hormon tidak diatasi, dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti:
- Diabetes
- Gangguan tiroid
- Infertilitas
- Gangguan psikologis atau mental
Cara Menjaga Keseimbangan Hormon
Anda bisa melakukan berbagai langkah berikut untuk menjaga agar hormon tetap seimbang:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya serat, vitamin, dan mineral
- Mendapati waktu tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam
- Melakukan olahraga rutin sesuai dengan kemampuan
- Mengelola stres dengan baik, misalnya lewat relaksasi, meditasi, atau hobi positif
- Membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak
- Menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol
- Menjaga berat badan tetap ideal
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika muncul gejala yang mencurigakan
Itulah informasi seputar hormon yang perlu untuk diketahui. Penting untuk menjaga hormon tetap seimbang agar kesehatan tetap terjaga. Jika Anda mengalami gejala atau gangguan hormon, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter.
Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai atau merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kesehatan, termasuk gangguan hormon yang mungkin sedang diderita.