Mengenali hubungan antara sakit perut dan penyakit jantung sangat penting agar gejala serius yang bisa membahayakan kesehatan tidak diabaikan. Pasalnya, sakit perut sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa sakit perut hanya terkait dengan pola makan, stres, atau infeksi di saluran cerna. Padahal, sakit perut juga bisa muncul akibat kondisi lain, termasuk penyakit jantung. Hubungan sakit perut dan penyakit jantung sering kali kurang disadari, sehingga gejala yang muncul bisa saja dianggap sepele.

Hubungan Sakit Perut dan Penyakit Jantung, Begini Penjelasannya - Alodokter

Hubungan Sakit Perut dan Jantung yang Perlu Dipahami

Gejala penyakit jantung umumnya memang berpusat di dada. Namun, pada kondisi tertentu, keluhan jantung dapat menjalar ke perut. Berikut ini adalah beberapa kondisi penyakit jantung yang dapat menyebabkan sakit perut:

1. Serangan jantung

Pada beberapa orang, terutama wanita, lanjut usia, atau penderita diabetes, serangan jantung dapat menimbulkan gejala yang tidak khas, seperti sakit perut, mual, muntah, keringat dingin, atau sesak napas tanpa rasa nyeri dada.

Karena gejala serangan jantung bisa menyerupai gangguan pencernaan, penting untuk mewaspadai keluhan sakit perut yang disertai tanda bahaya lain, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung.

2. Gagal jantung

Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Salah satu tanda gagal jantung adalah penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh, termasuk di paru-paru, perut, dan kaki.

Penumpukan cairan di perut bisa menyebabkan rasa kembung, mual, hilang nafsu makan, dan sakit perut. Selain itu, gejala lain yang sering muncul meliputi sesak napas, mudah lelah, dan pembengkakan di tungkai.

3. Perikarditis (radang selaput jantung)

Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, yaitu lapisan tipis yang membungkus jantung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, penyakit autoimun, atau akibat serangan jantung.

Gejala utama perikarditis biasanya berupa nyeri dada yang tajam dan terasa seperti ditusuk. Namun, nyeri ini juga bisa menyebar ke bahu, leher, dan perut bagian atas. Rasa nyeri seringkali memburuk saat bernapas dalam atau berbaring, dan membaik saat duduk atau membungkuk ke depan.

Selain nyeri, perikarditis juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti demam, kelelahan, dan sesak napas.

4. Gangguan aliran darah ke organ perut

Pada beberapa kasus, penyakit jantung dapat membuat aliran darah ke perut berkurang, misalnya akibat penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah akibat kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau pembekuan darah.

Akibatnya, organ-organ di perut tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga menimbulkan keluhan sakit perut, kembung, atau mual. Sakit perut akibat gangguan aliran darah biasanya akan makin memburuk setelah makan.

Tanda Sakit Perut yang Perlu Diwaspadai sebagai Gejala Penyakit Jantung

Memahami kapan sakit perut sebaiknya tidak dianggap remeh sangat penting, apalagi jika disertai gejala lain yang mengarah ke masalah jantung atau memiliki riwayat penyakit jantung. Dengan mengetahui keterkaitan ini, Anda bisa segera mengambil langkah tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Berikut ini adalah beberapa ciri sakit perut yang perlu diwaspadai sebagai tanda penyakit jantung:

  • Sakit perut muncul bersamaan dengan nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, mual berat, atau bahkan pingsan
  • Nyeri menjalar ke punggung, leher, rahang, atau lengan
  • Sakit perut muncul mendadak, terasa sangat berat, atau berbeda dari biasanya
  • Ada riwayat penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi
  • Sakit perut tidak membaik dengan pengobatan gangguan pencernaan biasa

Jika Anda atau orang sekitar mengalami sakit perut yang dicurigai berkaitan dengan penyakit jantung, berikut langkah awal yang dapat dilakukan:

  • Jangan menunda memeriksakan diri jika sakit perut terasa berat atau disertai gejala lain yang mengarah ke serangan jantung.
  • Catat semua gejala yang dialami, termasuk riwayat penyakit sebelumnya.
  • Hindari melakukan aktivitas fisik berat sebelum mendapatkan penjelasan dari dokter.
  • Jaga pola makan seimbang, kelola stres, dan lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika mempunyai faktor risiko penyakit jantung.

Mengenali hubungan antara sakit perut dan penyakit jantung bisa sangat membantu dalam meningkatkan kewaspadaan diri. Jika Anda tidak yakin dengan kondisi Anda atau gejala tidak kunjung membaik, segera Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Anda juga dapat membuat janji konsultasi dengan dokter spesialis jantung secara langsung untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat, terutama jika memiliki riwayat penyakit jantung.