Ileum adalah bagian utama dari usus halus yang memiliki peran penting dalam menyerap nutrisi dari makanan. Meski sering luput dari perhatian, fungsi ileum sangat vital untuk sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Ileum adalah bagian terakhir dari usus halus, terletak setelah duodenum dan jejunum, serta langsung berhubungan dengan usus besar. Banyak orang sering menyamakan semua bagian usus halus, padahal masing-masing memiliki fungsi dan ciri tersendiri, termasuk ileum.

Mengetahui peran spesifik ileum akan memudahkan Anda memahami bagaimana penyerapan nutrisi terjadi di dalam tubuh. Selain berperan penting dalam penyerapan nutrisi, ileum juga dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi, peradangan, hingga komplikasi yang bisa berdampak pada kesehatan seluruh tubuh.
Fungsi Ileum dalam Sistem Pencernaan
Memahami fungsi dan ciri-ciri ileum bisa membantu Anda mengenali betapa pentingnya menjaga organ ini agar tetap sehat. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama ileum yang penting diketahui:
1. Penyerapan nutrisi spesifik
Ileum adalah bagian usus halus yang berperan dalam menyerap nutrisi penting yang tidak lagi terserap di duodenum dan jejunum. Nutrisi utama yang diserap di sini, meliputi vitamin B12 dan garam empedu.
Vitamin B12 sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf, sementara garam empedu penting untuk membantu proses pencernaan lemak serta bisa digunakan ulang oleh tubuh.
Jika penyerapan di ileum terganggu, tubuh bisa mengalami anemia atau masalah pencernaan lemak.
2. Menjaga keseimbangan cairan
Selain menyerap nutrisi, ileum juga berfungsi menyerap air dari sisa makanan yang lewat di usus. Proses ini memastikan tubuh tidak kehilangan terlalu banyak cairan melalui feses. Dengan begitu, cairan tubuh tetap seimbang dan feses tidak terlalu cair, sehingga mencegah terjadinya diare yang bisa menyebabkan dehidrasi.
3. Mengalirkan sisa makanan ke usus besar
Setelah semua nutrisi dan cairan yang dibutuhkan tubuh diserap, bagian sisa makanan yang tidak bisa dicerna akan diteruskan dari ileum ke usus besar. Proses pengaliran ini penting untuk memastikan limbah makanan bisa diolah lebih lanjut di usus besar sebelum akhirnya dibuang sebagai feses.
Jika fungsi ini terganggu, bisa terjadi penumpukan sisa makanan yang menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
4. Menyaring zat sisa dan mikroorganisme
Dinding ileum memiliki lapisan sistem kekebalan tubuh alami yang berfungsi menyaring zat sisa berbahaya serta kuman atau bakteri yang mungkin masuk bersama makanan. Sistem ini membantu melindungi tubuh dari infeksi yang berasal dari saluran pencernaan. Bila perlindungan ini menurun, risiko terjadinya infeksi saluran cerna dapat meningkat.
Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi di Ileum
Beberapa kondisi atau masalah kesehatan berikut dapat menyerang ileum dan memengaruhi fungsi tubuh:
- Peradangan usus (Crohn’s disease) yang menyebabkan nyeri perut, diare, penurunan berat badan, dan anemia
- Infeksi bakteri atau virus yang ditandai dengan diare akut, mual, muntah, atau demam
- Penyumbatan karena tumor, polip, atau luka pada jaringan uleum yang menimbulkan muntah, perut kembung, dan sulit buang air besar
Selain itu, jika ileum rusak atau harus diangkat, tubuh bisa mengalami kekurangan vitamin B12 dan nutrisi penting lainnya. Jadi, walaupun ileum jarang menjadi perhatian, perannya sangat besar dalam penyerapan nutrisi dan menjaga daya tahan tubuh.
Memahami fungsi ileum adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Bila mengalami gejala gangguan pada saluran cerna, seperti diare berkepanjangan, nyeri perut yang tidak kunjung membaik, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, jangan diabaikan.
Sebaiknya, segera Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Tindakan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga fungsi saluran cerna tetap optimal.