Mata palsu atau protesa mata adalah mata buatan yang dipasang untuk seseorang yang mengalami kehilangan mata. Mata palsu dapat digunakan oleh laki-laki dan perempuan dengan berbagai usia.

Kecelakaan atau penyakit tidak hanya dapat menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan, tetapi juga kehilangan bola matanya. Keadaan ini dapat menurunkan rasa percaya diri akibat penampilan yang tidak biasa.

Informasi Seputar Mata Palsu yang Perlu Anda Ketahui - Alodokter

Walaupun tidak dapat mengembalikan penglihatan, mata palsu dapat membuat penampilan kembali normal dan mengembalikan rasa percaya diri. Mata palsu yang dimaksud bukan berbentuk bola, melainkan hanya lengkungan luar dengan gambar bagian putih dan hitam mata yang tampak seperti asli.

Sebelum memasang mata palsu, Anda perlu menjalani implan bola mata (implan orbital) terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengisi rongga mata, baru kemudian mata palsu dapat digunakan. Implan orbital dapat dilakukan dengan bahan sintetis atau cangkok lemak yang berasal dari tubuh pasien sendiri. Untuk membuat mata palsu, Anda dapat menemui okularis, yaitu seseorang yang ahli dalam membuat mata palsu.

Cara Menggunakan Mata Palsu

Setelah menjalani implan bola mata dan membuat mata palsu, Anda dapat memasang mata palsu secara mandiri di rumah. Pemasangan mata palsu dapat dilakukan dengan mengikuti cara berikut:

  1. Cuci tangan terlebih dahulu.
  2. Cuci mata palsu dengan sabun khusus dan air hangat.
  3. Keringkan mata palsu.
  4. Pegang mata palsu di antara ibu jari dan jari tengah, kemudian angkat kelopak mata atas dengan tangan yang lainnya.
  5. Masukkan bagian atas mata palsu ke dalam kelopak mata atas.
  6. Tahan mata palsu dengan jari telunjuk, sementara tangan yang lain menarik kelopak mata bagian bawah, agar mata palsu masuk ke kelopak mata bawah.

Selain memasangnya sendiri, Anda juga dapat melepas mata palsu sendiri. Secara umum, melepas mata palsu dapat dilakukan dengan dua cara, menggunakan mangkuk sedot dan tanpa mangkuk sedot. Agar lebih jelas, simak cara berikut:

Tanpa menggunakan mangkuk sedot

  1. Cuci tangan terlebih dahulu.
  2. Tarik kelopak mata bagian bawah dengan menggunakan jari telunjuk.
  3. Lihat ke atas dan mata palsu akan keluar melalui kelopak mata bawah.

Dengan menggunakan mangkuk sedot

  1. Basahi terlebih dahulu mangkuk sedot dengan air bersih.
  2. Remas bagian gagang mangkuk dan tekan permukaan bola mata palsu dengan mulut mangkuk.
  3. Lepaskan remasan secara perlahan dan pastikan mulut mangkuk menempel pada mata palsu.
  4. Tarik kelopak mata bagian bawah dan keluarkan mata palsu melalui kelopak mata bagian bawah.

Perawatan Mata Palsu

Mata palsu juga dapat menimbulkan reaksi alergi dan peradangan, terutama bila kebersihannya tidak terjaga. Beberapa tanda peradangan yang perlu diwaspadai adalah mata berair, serta nyeri dan bengkak di area mata.

Untuk mencegah peradangan, ikutilah tips berikut ini dalam merawat mata palsu:

  • Cuci mata palsu 1 bulan sekali dengan sabun khusus yang bebas pelembut dan tidak bersifat erosif.
  • Mata palsu dapat digunakan ketika tidur, kecuali bila dokter spesialis mata memberikan instruksi lain.
  • Gunakan mangkuk sedot saat memasang atau melepaskan mata palsu.
  • Jangan melepas pasang mata palsu terlalu sering.
  • Teteskan tetes mata pelumas pada mata palsu.
  • Periksakan mata palsu kepada okularis 1 tahun sekali.
  • Ganti mata palsu 5 tahun sekali.
  • Kunjungi okularis jika bola mata palsu terasa longgar, untuk disesuaikan kembali.

Khusus pada anak, disarankan lebih sering untuk memeriksakan mata palsu kepada okularis. Hal ini karena rongga mata pada anak-anak masih bertumbuh, sehingga bola mata palsu bisa menjadi longgar.

Berikut ini adalah anjuran waktu pemeriksaannya:

  • Untuk anak di bawah 3 tahun, periksakan 3-4 kali setahun.
  • Untuk anak 3 tahun ke atas, periksakan 2 kali setahun.

Anda bisa merasa tidak nyaman pada awal-awal penggunaan mata palsu, namun lama-kelamaan akan terbiasa. Selain memeriksakan mata palsu kepada okularis, Anda juga dianjurkan mengunjungi dokter spesialis mata 6 bulan sekali untuk memantau kesehatan mata. Segera konsultasikan ke dokter spesialis mata bila timbul peradangan pada mata.

Ditulis oleh:

dr. Dian Hadiany Rahim, SpM
(Dokter Spesialis Mata)