Kalori bubur sumsum perlu diperhatikan agar tidak berlebihan saat menikmatinya. Cara mengolahnya pun perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kandungan kalori dan nilai gizinya.

Bubur sumsum dikenal sebagai salah satu hidangan favorit, baik untuk sarapan, camilan sore, maupun takjil saat berbuka puasa. Terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah, makanan tradisional ini menawarkan perpaduan rasa gurih dan manis yang khas.

Ini Kalori Bubur Sumsum dan Cara Mengonsumsinya dengan Tepat - Alodokter

Meski begitu, kandungan kalori bubur sumsum tetap perlu diperhatikan agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan.

Jumlah Kalori Bubur Sumsum

Kalori bubur sumsum umumnya berkisar antara 180–220 kkal per porsi (sekitar 150 gram) jika disajikan dengan kuah gula merah cair. Jumlah ini tergolong sedang, tetapi bisa meningkat tergantung bahan tambahan dan cara penyajiannya.

Di beberapa daerah, bubur sumsum sering disajikan dengan tambahan candil, sagu mutiara, atau ketan hitam untuk menambah rasa dan tekstur. Kombinasi tersebut memang membuat rasanya lebih lezat, tetapi juga dapat meningkatkan kalori bubur sumsum hingga sekitar 250–350 kkal per porsi.

Selain kalori, bubur sumsum juga mengandung karbohidrat, lemak, dan sedikit protein. Kandungan lemak umumnya berasal dari santan, sedangkan karbohidrat diperoleh dari tepung beras dan gula merah.

Meskipun bukan sumber serat atau protein yang tinggi, bubur ini tetap dapat menjadi sumber energi cepat bagi tubuh, terutama saat dikonsumsi sebagai menu sarapan atau takjil setelah berpuasa.

Tips Sehat Konsumsi Bubur Sumsum

Kandungan kalori bubur sumsum yang cukup tinggi membuatnya mampu menjadi sumber energi cepat, terutama setelah berpuasa atau beraktivitas berat. Perpaduan tepung beras dan gula merah membantu mengembalikan tenaga, sementara santan memberi rasa gurih yang khas.

Namun, di balik rasanya yang nikmat, kalori bubur sumsum yang tinggi dapat memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan lemak dari santan dan gula merah juga bisa meningkatkan kadar lemak dan gula darah, sehingga perlu dibatasi terutama bagi penderita diabetes, kolesterol tinggi, atau yang sedang diet.

Berikut beberapa tips agar konsumsi bubur sumsum tetap aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan:

  • Batasi porsi dengan mengonsumsi satu porsi kecil saja (sekitar 150 gram) dalam satu waktu makan dan 1–2 kali seminggu saja.
  • Kurangi gula merah dengan menggunakan gula merah cair secukupnya atau memilih pemanis rendah kalori.
  • Gunakan santan encer untuk membantu mengurangi kandungan lemak jenuh dan total kalori bubur sumsum.
  • Tambahkan buah segar, seperti pisang atau nangka, untuk meningkatkan asupan serat dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Dengan memperhatikan porsi dan cara penyajiannya, Anda tetap bisa menikmati kelezatan bubur sumsum tanpa khawatir terhadap kelebihan kalori maupun dampaknya bagi kesehatan.

Jika Anda masih ragu menentukan porsi yang tepat agar kalori bubur sumsum sesuai dengan kebutuhan tubuh, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.