Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Cebok Bayi

Para orang tua baru sering kali merasa bingung dengan tugas mencebok bayi. Penting untuk mengetahui cara yang benar dan menghindari kesalahan yang kerap dilakukan.

Cebok atau membersihkan bayi setelah buang air kecil (BAK) ataupun buang air besar (BAB), sama-sama penting. Mengganti popok setelah bayi BAK bisa berbeda-beda, tergantung dengan seberapa sensitif kulit bayimu. Namun, popok harus segera diganti setelah bayi BAB agar terhindar dari ruam popok. Disarankan untuk mengganti popok bayi secara teratur demi mencegah timbulnya ruam popok.

Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Cebok Bayi

Kesalahan yang sering terjadi adalah cebok bayi antara laki-laki dan perempuan disamakan, padahal masing-masing jenis kelamin perlu membersihkan dengan cara berbeda. Bunda dan Ayah, berikut cara yang tepat saat cebok bayi.:

  • Bayi laki-laki

Untuk bayi laki-laki, bersihkan lipatan kulit di sekitar penis dan testis. Untuk bayi yang tidak segera disunat, maka dapat cebok bayi dapat dilakukan menggunakan air dan sabun khusus bayi atau dibasuh dengan kain halus.

Namun, jangan pernah menarik kulit luar penis untuk membersihkan bagian dalamnya. Perlu waktu beberapa bulan hingga usia bayi satu tahun agar kulit luar penis dapat ditarik,

Untuk bayi yang sudah disunat, jangan membersihkan dengan air sebelum lukanya benar-benar sembuh. Selanjutnya, basuh penis bayi dengan kain lembut yang sudah dibasahi air. Lalu bersihkan juga bagian bawah testis. Konsultasikan dengan dokter mengenai perlu atau tidaknya penggunaan salep antibiotik untuk membantu proses penyembuhan.

  • Bayi perempuan

Cebok bayi perempuan harus memperhatikan arah yang benar, yaitu dari depan ke belakang. Arah yang sebaliknya dapat meningkatkan risiko masuknya kuman ke dalam vagina.

Ketika mencebok bagian vagina, hanya lakukan jika terdapat tinja di permukaannya. Tidak perlu membersihkan hingga bagian dalam sebab vagina memiliki kemampuan membersihkan diri dari zat-zat yang tidak seharusnya masuk.

Gunakan kain atau handuk basah di sekitar kelamin dan bokong bayi. Jangan menggunakan sabun terlalu banyak dan bilas hingga bersih. Tepuk perlahan-lahan hingga kering.

Berapa Kali Bayi harus Mengganti Popok Tiap Hari?

Umumnya bayi baru lahir perlu mengganti popok hingga 12 kali per hari, kemudian secara bertahap akan berkurang hanya sekitar 6-8 kali per hari.  Cek popok bayi terlebih dahulu, terutama di bagian belakangnya. Kemudian ambil perlengkapan yang digunakan untuk membersihkan.

Beberapa perlengkapan yang sebaiknya disiapkan sebelum mencebok bayi adalah kain atau alas untuk menempatkan bayi, air bersih dengan kapas atau kain, bisa juga menggunakan tisu basah khusus bayi, krim untuk melindungi kulit bayi, tempat menampung popok kotor, popok baru, dan pakaian bersih. Dianjurkan bagi ibu untuk belajar membedakan ruam yang disebabkan oleh ruam popok biasa dan ruam popok yang disebabkan jamur. Hal ini dikarenakan keduanya memerlukan terapi yang berbeda.

Tempatkan bayi di tempat datar untuk mengganti popoknya. Lokasi yang paling tepat untuk mengganti popok adalah meja ganti khusus atau di lantai yang sudah dilapisi kain. Jika menggunakan meja ganti khusus, jangan pernah mengalihkan pandangan untuk mengantisipasi bayi terjatuh.

Buka popok dan segera taruh di tempat menampung popok kotor. Hal ini perlu dilakukan agar popok kotor tidak diraih bayi. Setelah itu, mulai bersihkan bagian kelamin serta bokong bayi hingga bersih.

Agar bayi tetap tenang saat kamu mengganti popok, ajak bayi berbicara dan tertawa. Hal ini sekaligus dapat mempererat hubungan bayi dan orang tua, selain dapat mendukung perkembangan reaksinya. Bunda dan Ayah jangan sampai membuat wajah cemberut atau jijik karena dapat lambat laun akan membuat bayi menganggap proses buang air sebagai sesuatu yang negatif.

Setelah tahu cara yang benar, jangan sampai salah lagi saat mencebok bayi, ya.