Penyebab munculnya reaksi alergi kulit dapat diketahui dengan menjalani pemeriksaan alergi kulit. Pemeriksaan ini terdiri dari tes tusuk kulit, tes tempel, dan tes injeksi kulit. Tes ini penting dilakukan untuk mengetahui penyebab alergi agar tindakan penanganan dan pencegahan alergi dapat dilakukan dengan efektif.

Alergi kulit merupakan salah satu gangguan pada kulit yang sering terjadi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Munculnya alergi kulit umumnya ditandai dengan gatal dan muncul ruam di bagian tubuh tertentu.

Mengetahui Penyebab Alergi Kulit dan Cara Meringankannya - Alodokter

Jika reaksi alergi yang muncul cukup berat, alergi kulit bisa muncul beserta keluhan lain, seperti hidung meler, bersin, mata berair, mual, muntah, diare, pembengkakan bibir, hingga pingsan dan sesak napas akibat anafilaksis.

Reaksi alergi kulit bisa muncul ketika orang yang memiliki penyakit alergi bersentuhan dengan zat pencetus alergi (alergen), misalnya debu, sabun atau deterjen, parfum, tungau, logam, atau bulu hewan.

Pada kasus tertentu, reaksi alergi kulit juga bisa muncul akibat konsumsi makanan atau minuman tertentu, efek samping obat-obatan, atau perubahan cuaca, misalnya udara yang dingin atau panas.

Mengetahui Penyebab Alergi Kulit dengan Tes Alergi

Anda bisa menjalani tes alergi ke dokter untuk menentukan penyebab kemunculan gejala alergi atau pencetus alergi kulit yang Anda alami.

Saat menjalani tes alergi kulit, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan Anda untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan, seperti obat antihistamin dan kortikosteroid, jika Anda tengah mengonsumsinya.

Sebagian jenis tes alergi ada yang memakan waktu singkat (sekitar 20 – 40 menit), namun ada pula yang butuh waktu lebih lama hingga beberapa hari. Berikut ini adalah beberapa jenis tes alergi kulit yang dapat dilakukan:

Tes tusuk kulit

Tes alergi kulit ini dilakukan oleh dokter dengan cara menempelkan zat atau benda yang dicurigai sebagai pemicu alergi pada jarum kecil, lalu jarum tersebut ditusukkan ke kulit Anda. Setelah itu, dokter akan menunggu selama sekitar 15 – 20 menit untuk melihat apakah terdapat reaksi alergi atau tidak.

Tes tusuk kulit biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Pada orang dewasa, tes tusuk kulit dilakukan di bagian lengan bawah, sedangkan pada anak-anak di bagian punggung atas.

Tes tusuk kulit dinyatakan negatif apabila Anda tidak merasakan gejala apapun setelah kulit mendapat paparan alergen. Namun, jika Anda merasakan gatal, ruam, atau muncul bentol-bentol di kulit yang menjadi lokasi tusukan, maka kemungkinan besar Anda memiliki alergi terhadap zat yang diuji tersebut.

Tes tempel

Tes alergi kulit ini dilakukan dengan cara menempelkan koyo yang telah diberi zat alergen di bagian lengan atau punggung Anda dan dibiarkan selama sekitar 48 jam. Selama itu koyo tersebut tertempel. Anda dianjurkan untuk tidak banyak berkeringat atau berhati-hati saat mandi agar tidak membasahi kulit yang ditempeli koyo.

Setelah 48 jam, koyo akan dicabut dan dokter akan mengevaluasi daerah kulit yang ditempeli koyo keesokan harinya. Jika Anda merasakan gatal atau muncul ruam dan bentol di punggung atau lengan, maka besar kemungkinan Anda memiliki reaksi alergi terhadap zat yang tertempel.

Tes injeksi kulit  

Tes alergi ini sekilas mirip dengan tes tusuk kulit, namun perbedaannya ada di cara penyuntikannya. Tes injeksi kulit dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan yang berisi zat yang dicurigai sebagai pemicu alergi pada kulit di lengan. Kemudian dokter akan menunggu sekitar 20 menit untuk melihat apakah Anda mengalami reaksi alergi.

Tes injeksi kulit sering kali dilakukan untuk menilai apakah Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat-obatan, misalnya antibiotik suntikan.

Menangani Alergi Kulit dan Cara Meringankan Gejalanya

Penanganan alergi kulit pada tiap orang berbeda-beda, tergantung hasil tes alergi kulit yang dijalani. Jika Anda sering mengalami gejala-gejala alergi kulit, sebaiknya konsultasikan masalah tersebut ke dokter agar dapat diobati dengan tepat.

Untuk meredakan gejala alergi kulit dan mencegahnya semakin parah, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Hindari menggaruk

Gatal akibat alergi memang bisa terasa sangat mengganggu. Namun, ketika merasakan gatal, hindari untuk menggaruk kulit karena bisa membuat kulit semakin iritasi dan terluka. Sering menggaruk kulit yang gatal karena alergi juga bisa membuat kulit terkena infeksi dan menghambat proses penyembuhan.

2. Berikan kompres dingin pada kulit

Untuk meredakan gatal dan ruam yang muncul akibat alergi kulit, Anda bisa mengompres kulit dengan handuk yang dibasahi air dingin atau dibungkus es selama beberapa menit. Setelah kulit dikompres, keringkan dan oleskan pelembab pada kulit untuk meredakan iritasi dan mencegah kulit kering.

3. Gunakan obat-obatan

Untuk mengatasi rasa gatal dan reaksi alergi, Anda bisa menggunakan obat-obatan antihistamin dan kortikosteroid yang diresepkan oleh dokter. Selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan bedak kocok calamine untuk meredakan gatal dan iritasi pada kulit.

4. Hindari kontak dengan pemicu alergi

Saat terkena alergi, sebisa mungkin hindari kontak dengan pemicu alergi agar reaksi alergi pada kulit tidak semakin parah.

Ketika reaksi alergi mereda, Anda juga perlu senantiasa mengingat apa saja pencetus alergi yang Anda rasakan dan sebisa mungkin hindari kontak dengan pencetus alergi tersebut.

Kemunculan gejala alergi pada setiap penderita alergi kulit berbeda-beda. Ada yang jarang merasakan gejala alergi kulit, namun ada yang gejalanya muncul cukup sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika Anda merasakan alergi kulit cukup sering, tetapi tidak mengetahui apa faktor pencetus alerginya, sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit untuk menjalani tes alergi dan mendapatkan penanganan yang tepat.