Kebiasaan merokok, udara kering di dalam ruangan, obat-obatan dan sejumlah kondisi klinis tertentu bisa menjadi penyebab dahak kental seperti jelly, terlebih jika disertai dengan perubahan warna dahak. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini!

Dahak adalah lendir yang terdiri dari protein, enzim, dan antibodi yang diproduksi oleh organ pernapasan, yaitu paru-paru dan tenggorokan. Tubuh memproduksi lendir untuk melindungi sistem pernapasan. Caranya dengan melembapkan, mengenali, menangkap, dan mengeluarkan debu serta mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, dari hidung dan tenggorokan. Dahak kental seperti jelly umumnya terjadi ketika kita sedang sakit, atau ketika partikel asing yang masuk terlalu banyak sehingga muncul reaksi radang atau alergi.

Ini Penyebab Dahak Kental Seperti Jelly - Alodokter

Penyebab Dahak Kental Seperti Jelly

Mengeluarkan dahak sebenarnya hal yang wajar terjadi. Dahak dikeluarkan dengan cara batuk, dan kadang disertai dengan gejala lain, seperti hidung tersumbat, pilek, dan sakit tenggorokan.

Namun, apabila produksi dahak terlalu banyak dan kental seperti jelly, dapat menyumbat saluran pernapasan, menimbulkan ketidaknyamanan, dan sulit untuk dikeluarkan. Penyebab dahak kental seperti jelly antara lain:

  • Merokok.
  • Lendir yang mengalir dan menempel dari belakang hidung menuju ke tenggorokan.
  • Udara yang kering di dalam ruangan, biasanya akibat penggunaan alat penyejuk udara atau AC.
  • Obat-obatan tertentu yang menyebabkan mulut kering.
  • Kurang minum, atau terlalu banyak mengonsumsi minuman seperti kopi, teh, dan minuman beralkohol yang dapat menyebabkan kehilangan cairan.

Waspadai Perubahan Tekstur dan Warna Dahak

Terkadang penyebab dahak menjadi kental seperti jelly bukan karena produksinya yang meningkat, tetapi karena adanya perubahan konsistensi atau tekstur dahak itu sendiri. Skala perubahan tekstur dahak mulai dari dahak berbusa, hingga kental dan lengket. Perubahan tekstur dahak bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti infeksi pernapasan, flu dan pilek, infeksi sinus, alergi, merokok, bahkan udara di sekitar lingkungan Anda.

Waspadai penyebab dahak kental seperti jelly yang disertai perubahan warna pada dahak. Dahak putih dan berbusa bisa menjadi pertanda penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Jika dahak kental disertai dengan perubahan warna dahak menjadi kuning atau hijau, itu pertanda adanya infeksi paru-paru. Sedangkan dahak yang berbusa dan berwarna merah muda, bisa menjadi pertanda gagal jantung kongestif tahap lanjut.

Berikut beberapa kondisi medis yang menyebabkan terjadinya perubahan tekstur dahak, berdasarkan perubahan warna pada dahak.

  • Dahak berwarna bening
    Dahak berwarna bening pada dasarnya normal, namun peningkatan produksi dahak bisa menjadi pertanda tubuh sedang mengeluarkan zat iritan atau sejumlah virus. Warna dahak bening bisa disebabkan oleh rinitis alergi, bronkitis, dan pneumonia.
  • Dahak berwarna putih
    Dahak berwarna putih bisa disebabkan oleh bronkitis virus, penyakit asam lambung (gastroesophageal reflux disease/GERD), gagal jantung kongestif, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Segera minta bantuan medis jika merasa kesulitan bernapas.
  • Dahak kehijauan atau kekuningan
    Warna dahak hijau atau kuning bisa menjadi pertanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Warna hijau dan kuning pada dahak juga bisa menjadi pertanda penyakit bronkitis, pneumonia, serta sinusitis akibat infeksi bakteri.
  • Dahak berwarna merah muda
    Dahak berwarna merah muda mengindikasikan adanya darah pada dahak, yang bisa disebabkan oleh penyakit pneumonia, tuberkulosis, gagal jantung kongestif, emboli paru, dan kanker paru. Kondisi ini kadang disertai sesak napas dan nyeri dada. Jika terdapat tanda gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter.
  • Dahak berwarna cokelat
    Warna dahak cokelat mengindikasikan adanya darah lama, yang bisa disebabkan oleh pneumonia bakteri, bronkitis bakteri, cystic fibrosis, abses paru, dan pneumokoniosis, yaitu penyakit paru-paru akibat paparan debu mineral, seperti batu bara, asbes, atau silika.
  • Dahak berwarna hitam
    Dahak berwarna hitam bisa menjadi pertanda bahwa Anda telah menghirup banyak zat berwarna hitam seperti batu bara, atau akibat terinfeksi jamur. Warna dahak hitam bisa disebabkan karena merokok, pneumokoniosis, dan infeksi jamur pada penderita cystic fibrosis.

Menyingkirkan Dahak Kental Seperti Jelly

Dahak kental seperti jelly umumnya banyak terjadi di pagi hari. Anda bisa mengatasinya dengan perawatan rumahan. Terapkan pola makan sehat, perbanyak minum air putih, dan istirahat yang cukup. Anda juga bisa berkumur dengan air garam hangat atau menggunakan alat pelembap udara (humidifier) di rumah untuk melembapkan udara di sekitar ruangan dan mengencerkan dahak.

Jika dahak kental tidak juga membaik atau justru disertai dengan perubahan warna dahak, maka obat-obatan seperti antibiotik untuk infeksi bakteri, dekongestan, ekspektoran (pengencer dahak), atau antihistamin mungkin diperlukan, sesuai rekomendasi dan resep dokter.

Pada dasarnya dahak adalah cairan normal pada tubuh, namun jika dahak kental seperti jelly sudah mengganggu aktivitas, maka Anda perlu mewaspadai penyebabnya. Segera konsultasikan dengan dokter jika produksi dahak berlebihan disertai batuk yang berat dan terus menerus, atau gejala lain, seperti penurunan berat badan, kelelahan, batuk berdarah, sesak napas, dan kulit tampak pucat atau kebiruan.