Insiden keselamatan pasien adalah kejadian yang merugikan pasien selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, baik karena kesalahan medis, kelalaian, maupun faktor lain yang tidak terduga. Insiden ini bisa terjadi di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, dan dalam kondisi tertentu dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa pasien. 

Insiden keselamatan pasien menjadi perhatian utama di berbagai layanan kesehatan. Pasalnya, kejadian ini bisa menimpa siapa saja. Bentuknya pun beragam, mulai dari kesalahan pemberian obat, infeksi akibat prosedur medis, pasien jatuh saat dirawat, hingga tindakan yang tidak sesuai standar. 

Insiden Keselamatan Pasien, Kenali Jenis dan Pencegahannya - Alodokter

Meski demikian, fasilitas kesehatan pada umumnya telah menerapkan berbagai standar keselamatan pasien yang ketat. Protokol ini disusun berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan serta organisasi kesehatan internasional, seperti WHO, dan dijalankan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk meminimalkan risiko kesalahan selama pelayanan medis.

Tidak semua insiden keselamatan pasien berujung fatal. Namun, sebagian dapat menyebabkan komplikasi, memperpanjang masa rawat, atau menambah biaya pengobatan. Karena itu, memahami apa saja bentuk insiden keselamatan pasien serta cara mencegahnya penting agar Anda dan keluarga dapat ikut menjaga keamanan selama proses perawatan.

Jenis-Jenis Insiden Keselamatan Pasien

Dalam sistem keselamatan pasien, insiden biasanya dikelompokkan menjadi beberapa jenis berikut:

1. Kejadian tidak diharapkan (KTD)

Kejadian tidak diharapkan adalah insiden yang menyebabkan cedera, komplikasi, atau kerugian kesehatan pada pasien selama proses pelayanan medis. Kondisi ini bisa terjadi akibat kesalahan tindakan, reaksi obat yang tidak terduga, atau kegagalan sistem pelayanan kesehatan.

Contohnya adalah reaksi obat serius karena kesalahan pemberian obat atau komplikasi akibat prosedur medis yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

2. Kejadian nyaris cedera (KNC)

Kejadian nyaris cedera adalah insiden yang berpotensi membahayakan pasien, tetapi berhasil dicegah sebelum mencapai pasien. Biasanya kejadian ini terdeteksi saat proses pemeriksaan ulang atau verifikasi oleh tenaga kesehatan.

Misalnya, obat yang hampir diberikan kepada pasien yang salah, tetapi kesalahan tersebut diketahui sebelum obat diberikan.

3. Kejadian tidak cedera (KTC)

Kejadian tidak cedera merupakan insiden yang sudah terjadi dan mencapai pasien, tetapi tidak menimbulkan dampak atau cedera pada pasien. Meski tidak menyebabkan gangguan kesehatan, kejadian ini tetap perlu dicatat dan dievaluasi.

Walau tidak menimbulkan dampak, kejadian ini tetap perlu dilaporkan dan dievaluasi agar tidak terulang.

4. Kondisi potensial cedera (KPC)

Kondisi potensial cedera adalah situasi yang berpotensi menyebabkan insiden keselamatan pasien, tetapi kesalahan belum terjadi. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan faktor lingkungan, alat, atau sistem kerja di fasilitas kesehatan.

Contohnya adalah penyimpanan obat yang tidak sesuai atau alat medis yang tidak ditempatkan pada lokasi yang aman.

5. Kejadian sentinel

Kejadian sentinel merupakan insiden keselamatan pasien yang paling serius karena menyebabkan kematian, cedera berat, atau kecacatan permanen yang tidak diharapkan. Kejadian ini membutuhkan investigasi mendalam untuk menemukan penyebabnya.

Contohnya adalah tindakan operasi yang dilakukan pada bagian tubuh yang salah atau keterlambatan penanganan kondisi darurat yang menyebabkan kerusakan organ permanen. 

Pencegahan Insiden Keselamatan Pasien dan Peran Keluarga

Mencegah insiden keselamatan pasien bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Pasien dan keluarga juga punya peran penting. Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan:

  • Pastikan nama lengkap dan tanggal lahir sudah sesuai. Jangan ragu mengingatkan bila petugas belum melakukan pengecekan.
  • Sampaikan riwayat penyakit, alergi, dan obat yang sedang dikonsumsi dengan jujur dan lengkap. Informasi ini membantu tenaga kesehatan memberikan perawatan yang aman.
  • Perhatikan bila muncul keluhan baru, efek samping obat, atau perubahan kondisi setelah tindakan. Agar lebih aman, segera sampaikan kepada petugas bila ada keluhan yang tidak biasa.
  • Jika ada tindakan atau obat yang belum dipahami, sebaiknya tanyakan langsung. Penjelasan yang jelas akan membantu Anda merasa lebih tenang dan terlibat dalam proses perawatan.
  • Segera informasikan kepada tenaga medis bila Anda mencurigai adanya insiden keselamatan pasien

Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan yang aman. Karena itu, menjaga insiden keselamatan pasien tetap terkendali memerlukan komunikasi dua arah yang terbuka dan saling menghargai. Anda berhak memperoleh penjelasan yang jelas mengenai tindakan medis yang akan dijalani, sekaligus ikut memantau proses perawatan.

Jika Anda mencurigai adanya insiden keselamatan pasien, segera laporkan kepada petugas fasilitas kesehatan atau dinas kesehatan setempat agar dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan.

Namun, bila Anda masih bingung atau memiliki pertanyaan lain mengenai insiden keselamatan pasien, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter melalui fitur chat di aplikasi ALODOKTER.