Penyakit komplikasi adalah kondisi atau gangguan kesehatan tambahan yang muncul akibat penyakit utama yang diderita seseorang. Dengan kata lain, komplikasi terjadi ketika penyakit utama menimbulkan efek lanjutan pada organ atau sistem tubuh lain, sehingga memperparah kondisi pasien.

Penyakit komplikasi merupakan kondisi lanjutan yang muncul akibat penyakit utama yang tidak tertangani dengan baik atau karena adanya faktor risiko yang tidak disadari. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan, memperlambat proses penyembuhan, bahkan berpotensi mengancam nyawa.

Penyakit Komplikasi, Kenali Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Komplikasi bisa terjadi pada berbagai jenis penyakit, baik ringan maupun berat, dan dapat dialami siapa saja, tergantung pada cara penanganan serta faktor yang memengaruhi daya tahan tubuh. Penyakit komplikasi umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang dari masalah kesehatan yang dibiarkan tanpa perawatan optimal.

Oleh karena itu, memahami penyebabnya sangat penting agar Anda bisa lebih waspada serta segera mengambil langkah pencegahan yang tepat, baik untuk diri sendiri maupun saat merawat anggota keluarga dengan kondisi medis tertentu.

Berbagai Penyebab Penyakit Komplikasi

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum terjadinya penyakit komplikasi:

Penanganan penyakit yang terlambat

Banyak orang baru mencari pertolongan medis setelah gejala penyakit memburuk. Padahal, semakin lama pengobatan ditunda, semakin besar pula risiko munculnya komplikasi. Misalnya, infeksi paru-paru yang tidak segera ditangani bisa menyebar ke organ lain atau bahkan menyebabkan gagal napas.

Pengobatan yang tidak tuntas

Banyak orang menghentikan pengobatan begitu merasa sudah membaik, padahal kuman atau virus penyebab penyakit mungkin belum sepenuhnya hilang dari tubuh.

Jika obat diminum tidak sesuai aturan atau dosisnya dilewatkan, proses penyembuhan bisa terganggu dan penyakit berisiko kambuh atau menimbulkan komplikasi yang lebih berat, misalnya resistensi obat atau infeksi berulang.

Adanya penyakit penyerta (komorbiditas)

Seseorang yang mengalami lebih dari satu penyakit pada saat yang sama, seperti diabetes yang disertai hipertensi atau gagal ginjal, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Hal ini karena tubuh harus bekerja keras menghadapi berbagai gangguan sekaligus, sehingga sistem kekebalan menurun dan organ-organ menjadi lebih rentan mengalami kerusakan.

Gaya hidup yang tidak sehat

Gaya hidup memiliki pengaruh besar terhadap munculnya penyakit komplikasi. Misalnya, kebiasaan merokok, minum alkohol, jarang bergerak, serta pola makan tinggi gula, lemak, dan garam, dapat memperparah kondisi penyakit utama.

Dampaknya, risiko komplikasi pun meningkat. Sebagai contoh, penderita diabetes yang masih merokok memiliki peluang lebih besar mengalami serangan jantung.

Faktor usia dan sistem imun yang lemah

Lansia dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah, seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker, atau anak-anak dengan gizi buruk, lebih mudah mengalami penyakit komplikasi. Hal ini karena tubuh kurang mampu melawan infeksi atau penyakit, sehingga penyembuhan berjalan lebih lambat.

Contohnya, demam berdarah pada anak-anak lebih berisiko menyebabkan syok atau infeksi saluran kemih pada lansia bisa berkembang menjadi infeksi berat atau sepsis.

Penyakit Komplikasi yang Sering Terjadi

Komplikasi penyakit berbeda-beda, tergantung pada penyakit utama yang diderita. Berikut ini adalah contoh beberapa komplikasi penyakit yang umum terjadi:

1. Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis yang menyebabkan kadar gula darah tinggi dalam tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, neuropati diabetik, atau retinopati diabetik.

Diabetes dapat menyebabkan berbagai penyakit komplikasi karena kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus merusak pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. Kondisi ini membuat aliran darah tidak lancar dan fungsi organ menurun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap kerusakan jangka panjang.

Misalnya, pembuluh darah yang rusak dapat memicu penyakit jantung dan stroke, sementara gangguan pada pembuluh darah kecil di ginjal dan mata bisa menyebabkan gagal ginjal serta gangguan penglihatan. Selain itu, kerusakan saraf akibat diabetes juga dapat menimbulkan masalah pada kaki, pencernaan, hingga tekanan darah.

2. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit komplikasi karena tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah membuat jantung dan organ lain bekerja lebih keras dari seharusnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini merusak pembuluh darah dan jaringan di organ penting, seperti jantung, otak, ginjal, dan mata.

Akibatnya, risiko penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan meningkat. Selain itu, pembuluh darah yang rusak juga dapat memicu penumpukan plak atau penyumbatan aliran darah, sehingga memperparah kerusakan organ. Oleh karena itu, pengendalian tekanan darah sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat hipertensi.

3. Gagal ginjal

Gagal ginjal terjadi saat fungsi ginjal menurun hingga ginjal tidak bisa lagi membuang limbah dan kelebihan cairan dari dalam darah. Kondisi ini umumnya merupakan komplikasi dari penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi.

Misalnya, pada penderita diabetes yang tidak mengontrol gula darah, kadar gula yang tinggi terus-menerus akan merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Akibatnya, ginjal jadi sulit menyaring darah, sehingga racun menumpuk di tubuh.

Gejala gagal ginjal bisa berupa pembengkakan di kaki, cepat lelah, mual, muntah, sesak napas, dan warna urine yang berubah. Jika tidak diobati, gagal ginjal bisa berujung pada cuci darah (hemodialisa) seumur hidup atau transplantasi ginjal.

4. Sirosis

Sirosis adalah kondisi ketika hati atau liver mengalami kerusakan parah dan jangka panjang sehingga terbentuk jaringan parut (fibrosis) yang mengganggu fungsi hati. Sirosis sering kali terjadi akibat infeksi hepatitis B atau C kronis, konsumsi alkohol berlebih dalam waktu lama, atau penyakit perlemakan hati.

Contohnya, seseorang yang sering minum alkohol tanpa batas dan mengabaikan gejala hepatitis bisa mengalami sirosis setelah bertahun-tahun. Gejala sirosis biasanya timbul secara perlahan, seperti perut membesar karena penumpukan cairan, kulit dan mata menguning, mudah memar, gusi berdarah, dan kaki bengkak.

Sirosis juga meningkatkan risiko komplikasi lain, seperti kanker hati, perdarahan saluran cerna, hingga gagal hati.

5. Sepsis

Sepsis adalah reaksi tubuh yang sangat berat terhadap infeksi yang menyebabkan organ-organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Sepsis dapat berawal dari infeksi apa saja, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, atau luka yang terinfeksi.

Misalnya, lansia dengan infeksi saluran kemih yang tidak ditangani tepat waktu bisa tiba-tiba mengalami demam tinggi, kebingungan, napas cepat, dan jantung berdebar kencang.

Jika tidak segera mendapat perawatan medis, sepsis bisa menjadi syok sepsis, di mana tekanan darah turun drastis dan jantung, paru-paru, atau ginjal mengalami kegagalan sehingga bisa berakibat fatal.

6. Retinopati

Retinopati adalah kerusakan pembuluh darah kecil di retina mata yang sering kali terjadi pada penderita diabetes (retinopati diabetik) atau hipertensi (retinopati hipertensi). Kadar gula darah tinggi atau tekanan darah yang tidak terkontrol lama-kelamaan membuat dinding pembuluh darah di mata menjadi rapuh dan bocor.

Gejalanya sering kali tidak terlihat pada awalnya, tetapi lama-kelamaan bisa berupa penglihatan kabur, muncul bintik-bintik hitam seperti “layang-layang”, hingga kehilangan penglihatan secara bertahap.

7. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan dapat menimbulkan penyakit komplikasi bila tidak ditangani dengan tepat. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, bakteri atau virus penyebab infeksi dapat masuk ke aliran darah atau jaringan tubuh yang lebih dalam. Akibatnya, infeksi yang awalnya terjadi di hidung, tenggorokan, atau paru-paru bisa menyebar ke organ lain.

Beberapa kondisi, seperti pneumonia, bronkitis berat, sinusitis, hingga gagal napas pun dapat terjadi. Pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti lansia atau penderita penyakit kronis, infeksi pernapasan juga bisa memicu peradangan berat dan memperburuk penyakit yang sudah ada.

8. Demam berdarah

Demam berdarah juga dapat menyebabkan komplikasi, karena virus dengue bisa menyerang dan merusak pembuluh darah serta sel-sel yang berperan dalam pembekuan darah. Akibatnya, kondisi ini bisa menyebabkan kebocoran plasma dan penurunan jumlah trombosit yang bisa memicu perdarahan hebat.

Jika tidak segera ditangani, demam berdarah dapat berkembang menjadi dengue shock syndrome atau gagal organ yang berpotensi mengancam nyawa. Risiko komplikasi juga meningkat bila penderita terlambat mendapatkan perawatan atau mengalami dehidrasi berat selama fase kritis penyakit.

9. Tuberkulosis (TBC)

TBC adalah penyakit infeksi bakteri yang umumnya menyerang paru-paru. Komplikasi TBC bisa terjadi jika pengobatan tidak dijalankan dengan tuntas. Pada kondisi ini, TBC bisa menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru, seperti pembentukan rongga (kavitas) atau gagal napas.

Selain itu, bakteri TBC juga dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti tulang, ginjal, otak, atau selaput otak, sehingga memicu komplikasi berat, seperti TBC tulang, meningitis TBC, atau TBC milier. Oleh karena itu, pengobatan TBC harus dijalani secara lengkap dan teratur untuk mencegah penyebaran serta kerusakan organ lebih lanjut.

Cara Mencegah Penyakit Komplikasi

Pencegahan komplikasi penyakit dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

  • Kontrol ke dokter secara rutin dan ikuti anjuran dokter untuk memantau perkembangan penyakit.
  • Selesaikan seluruh pengobatan yang diresepkan oleh dokter, meskipun gejalanya sudah membaik.
  • Terapkan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan hindari kebiasaan buruk, seperti merokok.
  • Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala baru atau berbeda dari biasanya.
  • Dapatkan vaksinasi atau imunisasi sesuai anjuran dari dokter.

Komplikasi penyakit dapat menjadi serius, bahkan mengancam nyawa bila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, jangan sepelekan gejala yang terasa tidak biasa atau semakin parah, dan segera periksakan diri ke tenaga medis.

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan, pastikan untuk rutin melakukan kontrol dan mengikuti anjuran terapi dengan disiplin.

Bila Anda ragu dengan kondisi yang dialami atau ingin memastikan langkah perawatan sudah tepat, manfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk memperoleh jawaban cepat dan tepat.