Jamur Malassezia adalah mikroorganisme yang secara alami hidup di kulit manusia. Jika pertumbuhannya berlebihan, jamur ini bisa memicu berbagai masalah kulit, termasuk panu hingga dermatitis seboroik.

Jamur Malassezia biasanya berada di area kulit yang lembap, seperti punggung, dada, leher, dan wajah. Meski umumnya tidak berbahaya, pertumbuhannya bisa menjadi berlebihan akibat berbagai faktor, seperti produksi minyak kulit yang tinggi, keringat berlebih, cuaca panas dan lembap, penggunaan pakaian ketat, perubahan hormon, atau sistem imun yang melemah.

Jamur Malassezia, Si Penyebab Panu dan Ketombe di Kulit - Alodokter

Jika tidak diobati, infeksi jamur Malassezia dapat terus menyebar dan menimbulkan keluhan berulang. Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sekaligus memahami cara perawatan dan pencegahannya agar kulit tetap sehat.

Gejala Infeksi Jamur Malassezia

Pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan dapat memicu beberapa gangguan kulit, salah satunya adalah panu. Selain itu, jamur ini juga dapat memicu proses peradangan yang berperan dalam terjadinya dermatitis seboroik dan ketombe.

Berbagai kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan warna kulit, tekstur yang bersisik, serta rasa tidak nyaman pada area yang terdampak.

Gejala infeksi jamur Malassezia dapat berbeda-beda, tergantung area kulit yang terdampak dan kondisi kulit masing-masing orang. Secara umum, infeksi ini dapat menimbulkan beberapa keluhan berikut:

  • Munculnya bercak di kulit yang warnanya berbeda dari kulit sekitar, dapat lebih terang, lebih gelap, atau kehitaman
  • Kulit tampak bersisik halus, terutama saat digaruk atau bergesekan
  • Rasa gatal, yang bisa semakin terasa saat berkeringat atau dalam cuaca panas
  • Kulit kemerahan, berminyak, dan bersisik, terutama pada wajah, kulit kepala, dada, atau lipatan tubuh
  • Kulit kepala bersisik dan mengelupas, kadang disertai gatal

Infeksi jamur Malassezia tidak menular melalui kontak langsung antarindividu, tetapi dapat berkembang lebih cepat ketika kulit sering lembap, kebersihan kurang terjaga, atau sering memakai pakaian dan celana ketat. Selain itu, perubahan hormon dan penurunan daya tahan tubuh juga dapat memicu pertumbuhan jamur ini.

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Jamur Malassezia

Perawatan infeksi jamur Malassezia bertujuan menghentikan pertumbuhan jamur sekaligus mencegah kekambuhan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Gunakan obat antijamur topikal, seperti krim, salep, atau sampo khusus yang mengandung ketoconazole, selenium sulfide, atau zinc pyrithione, sesuai anjuran dokter.
  • Oleskan gel lidah buaya untuk membantu meredakan iritasi dan menenangkan kulit.
  • Gunakan tea tree oil sebagai pendamping perawatan, karena kandungan antijamurnya dapat membantu menekan pertumbuhan Malassezia.
  • Jaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur, terutama setelah berkeringat.
  • Pilih pakaian yang longgar dan berbahan mudah menyerap keringat agar kelembapan kulit tetap terjaga.
  • Hindari berbagi handuk atau pakaian pribadi dengan orang lain guna mencegah penyebaran jamur ke area kulit lain.

Sampai saat ini, belum ditemukan risiko komplikasi berat akibat infeksi jamur Malassezia di kulit. Namun, pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau diabetes, infeksi mungkin lebih sulit sembuh dan membutuhkan penanganan medis khusus.

Untuk anak-anak, ibu hamil, atau penderita penyakit tertentu, konsultasikan lebih dulu pilihan obat atau bahan alami sebelum digunakan secara rutin.

Menjaga kebersihan serta memilih perawatan yang tepat sangat penting agar infeksi jamur Malassezia tidak mudah kambuh. Rutin mencuci pakaian, tidak membiarkan kulit terlalu lembap, dan segera melakukan perawatan bila gejala muncul, juga dapat membantu mencegah kekambuhan.

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada infeksi jamur Malassezia, konsultasikanlah dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter akan membantu menilai kondisi kulit Anda, menentukan penyebab pasti keluhan, serta memberikan pengobatan yang sesuai agar infeksi cepat teratasi dan tidak mudah kambuh.