Akupuntur, salah satu terapi yang berasal dari Cina. Terapi ini dikatakan minim efek samping, dan bila dilakukan dengan tepat dan oleh terapis yang kompeten, bisa membawa banyak manfaat bagi kesehatan.  Apakah hal yang sama juga berlaku pada ibu hamil?

Akupuntur dilakukan dengan menusukkan jarum yang sangat tipis pada beberapa bagian tubuh. Pengobatan tradisional yang kini sudah diakui secara medis ini banyak digunakan untuk mengobati stres, migrain, sakit kepala tegang, sakit leher, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri setelah operasi.

Jangan Lewatkan, 4 Manfaat Akupuntur untuk Ibu Hamil - Alodokter

Keamanan Melakukan Akupuntur saat Hamil

Beberapa penelitian meyatakan bahwa akupuntur relatif aman dilakukan saat hamil. Namun, tindakan ini tidak dianjurkan dilakukan pada trimester pertama kehamilan, karena dapat meningkatkan risiko keguguran.

Jika dilakukan dengan cara yang tepat dan oleh orang yang berkompeten, akupuntur dikatakan memiliki beragam manfaat dan minim efek samping. Meskipun begitu,  ibu hamil tetap tidak disarankan melakukannya terlalu sering.

Berbagai Manfaat Akupuntur untuk Ibu Hamil

Beberapa manfaat yang bisa ibu hamil dapatkan ketika melakukan akupuntur adalah:

1. Mengatasi mual dan muntah

Mual dan muntah merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil. Selain mengatur pola makan, melakukan akupuntur mungkin juga bisa membantu  meredakan dan mengurangi keluhan mual dan muntah. Khususnya, jika Bumil enggan minum obat pereda mual.

Namun, tetap ingat bahwa akupuntur tidak dianjurkan untuk usia kehamilan kurang dari 12 minggu, dan jika mual dan muntah yang dirasakan sangat berlebihan, tetap lakukan pemeriksaan ke dokter ya, Bumil.

2. Mengatasi nyeri panggul

Keluhan lain yang banyak dialami ibu hamil adalah nyeri panggul. Untuk mengatasi hal tersebut, akupuntur bisa menjadi salah satu solusi yang tepat. Akupuntur bisa membuat otot di sekitar panggul menjadi lebih rileks, sehingga sakit panggung pun akan berkurang.

Agar hasilnya maksimal dalam mengatasi nyeri panggul, lakukan juga senam hamil secara rutin dan kenakan ikat pinggang khusus kehamilan.

3. Mengatasi depresi

Salah satu penelitian juga mengungkapkan adanya pengurangan gejala depresi yang sering dialami oleh ibu hamil setelah melakukan akupuntur. Namun, depresi merupakan masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Bumil mengalami gejala-gejala depresi, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter agar dapat diberikan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi.

4. Mengurangi rasa sakit saat persalinan dan setelahnya

Saat membayangkan proses persalinan, mungkin Bumil akan mulai merasa takut dan cemas, terlebih dengan rasa sakit yang katanya “luar biasa”. Namun, tahukah Bumil bahwa dengan melakukan akupuntur saat hamil ternyata bisa meringankan rasa sakit selama persalinan, bahkan setelah melahirkan secara caesar?

Meskipun pada dasarnya akupuntur relatif aman dan membawa manfaat untuk ibu hamil, selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum melakukan akupuntur. Dokter akan memberikan arahan dan pilihan penanganann yang aman dan sesuai dengan kondisi yang Bumil alami.

Satu hal lagi yang harus Bumil perhatikan sebelum melakukan akupuntur, pilihlah tempat akupuntur dan terapis yang terpercaya serta memiliki sertifikat, ya. Bila perlu, Bumil bisa mendapatkan terapi akupunktur dari dokter spesialis akupunktur di rumah sakit.