Jangan Lupa Merawat Payudara Ketika Menyusui

Merawat payudara ketika memberikan ASI membuat aktivitas menyusui bisa dilakukan dengan nyaman dan tanpa rasa sakit. Ketahui cara merawat payudara agar Anda terhindar dari beragam keluhan yang dapat muncul ketika menyusui.

Air susu ibu (ASI) sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Air susu ibu (ASI) menyediakan nutrisi yang ideal, seperti vitamin, protein, lemak, dan gula, bahkan antibodi pembentuk sistem kekebalan tubuh untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi. ASI juga terbukti efektif untuk mencegah bayi sakit. Selain itu, menyusui juga memberi manfaat untuk sang ibu, seperti membantu menurunkan berat badan, mengurangi pendarahan rahim setelah melahirkan, mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium, serta menurunkan risiko diabetes dan osteoporosis.

jangan lupa merawat payudara ketika menyusui - alodokter

Namun terkadang ketika menyusui, ada saja masalah yang muncul dan terjadi pada payudara dan puting. Contohnya nyeri puting, puting kering dan pecah-pecah, puting masuk ke dalam, payudara membengkak, saluran susu tersumbat, atau infeksi payudara (mastitis). Namun dengan merawat payudara, berbagai masalah tersebut dapat diatasi dan dicegah.

 

Merawat Payudara Ketika Menyusui

Agar Anda dan Si Kecil dapat menikmati masa menyusui, rawat payudara Anda dengan langkah-langkah seperti berikut ini:

  • Pelajari bagaimana memosisikan Si Kecil dan mulutnya dengan benar ketika menyusui. Pastikan mulut Si Kecil mencakup sebagian besar areola (area gelap di sekitar puting) Anda, jangan hanya puting. Jika posisi mulut Si Kecil benar, Anda pun akan merasa nyaman dan tidak pegal. Posisi mulut yang tepat juga membantu mencegah puting terasa sakit dan melancarkan proses menyusui.
  • Cobalah posisi menyusui yang berbeda. Ada beberapa posisi menyusui yang dapat Anda coba. Temukan posisi terbaik untuk Anda dan Si Kecil. Minta saran dokter atau bidan tentang cara menggendong dan menyusui bayi dengan benar.
  • Cegah Si Kecil agar tidak menggigit puting. Pada usia 3-4 bulan, gigi pada bayi mungkin sedang mulai tumbuh. Untuk mencegah agar puting tidak digigit, hentikan isapan ASI setelah Si Kecil selesai menyusui atau ketika tertidur. Untuk menghentikan isapan ASI, selipkan jari Anda ke sisi mulut Si Kecil.
  • Menyusui Si Kecil secara teratur, setiap 2-3 jam. Anda mungkin perlu membangunkan Si Kecil pada malam hari untuk memberinya ASI. Bayi harus menyusu dari kedua payudara sama banyaknya selama sehari. Jika pada jam 8 Si Kecil menyusu dari payudara kanan, maka pada jam 10 tawarkan payudara kiri Anda.
  • Untuk melancarkan aliran ASI, bunda dapat mencoba memberi pijatan payudara atau kompres hangat pada payudara untuk membuka saluran-saluran kelenjar ASI. Untuk nyeri pada payudara, berikan kompres hangat dan dingin secara bergantian untuk mengurangi nyeri.

 

Merawat Payudara Usai Menyusui

Selain melakukan perawatan saat menyusui, Anda dapat melanjutkan perawatan usai menyusui dengan beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan ketika Si Kecil sedang tidur, antara lain:

  • Bersihkan puting dengan lembut tanpa menggunakan sabun atau sampo hingga bersih. Jangan oleskan alkohol, lotion, atau parfum pada puting. Gunakan salep antibakteri untuk mengatasi puting pecah-pecah.
  • Biarkan puting kering dengan sendirinya tanpa perlu dilap.
  • Oleskan salep pelembap yang mengandung lanolin pada puting setiap kali selesai menyusui. Ini akan mengurangi rasa sakit atau nyeri dan mencegah puting mengering dan pecah-pecah.
  • Sering-seringlah mengganti bantalan payudara (breast pad).
  • Jika payudara sakit ketika menyusui, berhenti menyusui secara langsung dan gunakan pompa ASI selama beberapa hari.
  • Jika merasa puting Anda datar atau masuk ke dalam, segera periksakan ke dokter.
  • Setiap selesai menyusui, oleskan beberapa tetes ASI pada puting Anda dan biarkan hingga kering. ASI melembapkan dan melindungi puting dari infeksi.
  • Selalu memegang payudara dengan tangan yang bersih.

Segera konsultasikan ke dokter jika pada puting atau payudara muncul tanda-tanda infeksi, seperti demam, muncul bisul atau benjolan merah pada payudara yang terasa nyeri, keseluruhan payudara bengkak, dan puting payudara bernanah atau berdarah.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi