Obat kumur sakit gigi kerap digunakan untuk membantu meredakan sakit gigi. Namun, selain untuk meredakan keluhan nyeri atau sakit gigi, obat kumur tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memelihara kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut.

Anda mungkin sering menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bau mulut. Namun, sebenarnya ada banyak manfaat lain dari obat kumur yang bisa Anda dapatkan. Manfaat ini tergantung dari kandungan atau bahan aktif dalam obat kumur yang digunakan.

Jenis-Jenis Obat Kumur Sakit Gigi dan Kegunaannya - Alodokter

Jenis Obat Kumur Sakit Gigi

Obat kumur yang beredar di pasaran terbagi menjadi dua jenis. Ada obat kumur yang fungsinya hanya untuk menyegarkan mulut, ada pula obat kumur yang berfungsi untuk mengatasi masalah gigi dan mulut. Obat kumur ini bisa dibeli secara bebas maupun menggunakan resep dokter.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat kumur beserta kandungannya:

  1. Obat kumur chlorhexidine
    Chlorhexidine adalah obat kumur yang berfungsi untuk mengurangi jumlah bakteri di mulut dan mengatasi peradangan pada gusi atau gingivitis.
    Chlorhexidine hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Jika terlalu sering digunakan atau digunakan di luar anjuran dokter, obat kumur ini dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi mulut, mulut kering, gangguan indra pengecapan, terbentuknya plak gigi, dan perubahan warna gigi.
  2. Obat kumur hidrogen peroksida
    Hidrogen peroksida merupakan zat yang banyak digunakan dalam produk pembersih. Selain itu, zat yang memiliki sifat antibakteri ini juga aman digunakan sebagai obat kumur sakit gigi, selama konsentrasinya hanya 1-3 persen.
    Beberapa riset kesehatan menunjukkan bahwa zat aktif ini dapat meredakan pembengkakan gusi dan memutihkan gigi.
    Meski demikian, obat kumur dengan kandungan hidrogen peroksida memiliki efek samping berupa kerusakan jaringan pulpa dan saraf gigi. Oleh karena itu, penggunaan obat kumur sakit gigi yang mengandung hidrogen peroksida sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran dokter.
  3. Obat kumur fluoride
    Kebanyakan obat kumur sakit gigi yang beredar di pasaran mengandung fluoride sebagai bahan aktifnya. Fluoride terbukti efektif memperkuat gigi dan mencegah gigi berlubang akibat zat asam atau bakteri.
    Karena kegunaannya tersebut, obat kumur fluoride baik digunakan oleh orang yang berisiko mengalami pembentukan karang gigi, seperti lansia dan orang yang kurang merawat kesehatan gigi.
    Selain itu, pengguna kawat gigi, gigi palsu, dan penderita mulut kering, juga dianjurkan berkumur dengan obat kumur fluoride atas petunjuk dokter.
    Meski jarang terjadi, obat kumur sakit gigi yang mengandung fluoride dapat menyebabkan efek samping berupa iritasi pada mulut dan gusi jika digunakan berlebihan. Obat ini juga tidak disarankan untuk digunakan oleh anak-anak di bawah usia 7 tahun.
  4. Obat kumur herbal
    Ada banyak jenis tanaman herbal yang sering digunakan sebagai obat kumur untuk sakit gigi. Beberapa contoh tanaman tersebut antara lain cengkeh, daun sirih, lidah buaya, jahe, dan peppermint.
    Seperti namanya, obat kumur herbal mengandung zat tertentu atau minyak esensial yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa kandungan zat dari tanaman herbal tersebut bersifat antiradang dan antibakteri, sehingga banyak digunakan sebagai obat kumur sakit gigi serta obat kumut untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
    Perawatan gigi yang baik dimulai dari menyikat gigi 2 kali sehari, diikuti dengan flossing (membersihkan sela gigi dengan benang gigi), lalu dilanjutkan dengan berkumur menggunakan obat kumur. Saat memilih obat kumur untuk sakit gigi, sebisa mungkin hindari obat kumur yang mengandung alkohol.

Selain itu, untuk menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut, Anda juga perlu memeriksaan gigi ke dokter gigi secara rutin, setidaknya 6 bulan sekali. Saat berkonsultasi, dokter dapat menyarankan jenis obat kumur yang tepat sesuai kondisi gigi Anda.