Kehamilan merupakan hal yang membahagiakan, tak jarang seorang ibu sudah bisa memiliki ikatan batin yang kuat dengan bayinya meski masih dalam kandungan. Itu sebabnya saat terjadi keguguran, dapat menyisakan kesedihan yang terus menghantui pikiran dan mungkin saja menyebabkan depresi setelah keguguran.

Peristiwa keguguran selalu menyisakan rasa kehilangan, kecewa, dan rasa bersalah pada wanita yang mengalaminya. Meski terasa sulit, namun kamu dianjurkan untuk tidak terlalu lama terlarut dalam kesedihan akibat keguguran, agar tidak berlanjut menjadi depresi yang justru akan membuatmu semakin sulit untuk bangkit kembali.

Jangan Sampai Larut dalam Depresi Setelah Keguguran, Yuk Segera Atasi - Alodokter

Mengenali Gejala Depresi Setelah Keguguran  

Kesedihan yang dialami wanita pasca keguguran kerap berlangsung hingga berlarut-larut. Tidak jarang, berlanjut menjadi depresi. Depresi setelah keguguran akan memengaruhi kondisi kesehatan mental penderitanya. Mulai dari rasa sedih dan bersalah yang mendalam, hingga mudah marah dan gelisah.

Beberapa gejala yang dapat dikenali sebagai pertanda depresi setelah keguguran, antara lain:

  • Sedih atau merasa hampa.
  • Mudah marah atau frustrasi.
  • Tidak bersemangat atau tidak berenergi.
  • Sulit tidur atau malah terlalu banyak tidur.
  • Tidak napsu makan atau malah makan berlebihan.
  • Kurang konsentrasi atau menjadi sering lupa.
  • Merasa bersalah atau merasa tidak berharga.
  • Mengeluhkan nyeri atau sakit fisik yang tidak kunjung hilang tanpa sebab yang jelas, bahkan setelah diobati.

Salah satu hal yang patut diwaspadai pada depresi setelah keguguran yaitu timbulnya pikiran dan keinginan untuk bunuh diri. Selain itu depresi yang dibiarkan, lambat laun juga akan memberi dampak buruk bagi metabolisme sehingga memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk itulah, bila mengalami keluhan-keluhan seperti di atas, jangan ragu untuk meminta pertolongan dokter atau psikiater, sehingga dapat segera ditangani.

Cara Mengatasi Depresi Pasca Keguguran

Tingkat depresi paling berat biasanya dirasakan sesaat setelah mengalami keguguran, dan berangsur menurun seiring berjalannya waktu.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kondisi tersebut menjadi berkepanjangan di antaranya adalah dengan:

  • Melakukan konseling
    Dokter adalah orang yang tepat untuk mencurahkan isi perasaanmu. Dokter mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang mungkin membuat pikiranmu tidak tenang.
  • Berbicara dengan keluarga
    Mencurahkan isi hati dengan keluarga maupun orang tua juga bisa membuat pikiranmu lebih tenang. Mintalah pengertian dan kenyamanan, serta doa dan dukungan dari mereka untuk kondisimu saat ini dan yang akan datang.
  • Menenangkan pikiran
    Wajar saja meluangkan lebih banyak waktu untuk bersedih dan merenungi apa yang terjadi. Tapi jangan terlalu lama, agar kamu bisa kembali pulih dari duka yang dirasakan, dan mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas sehari-hari, bahkan untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya agar keguguran tak terulang kembali. Hal ini tentunya didukung dengan kondisi yang sehat baik pada fisik maupun psikismu.
  • Menerima dengan ikhlas
    Ingat keguguran bukan akhir dari segalanya, tanamkan dalam pikiran bahwa kamu bukanlah satu-satunya orang yang mengalaminya. Banyak wanita lain yang pernah mengalami keguguran namun berhasil melewati masa-masa sulit tersebut, bahkan hingga sukses hamil kembali dan membangun keluarga. Jadikan hal ini sebagai motivasi, dan jangan terlalu lama bersedih.

Pada kondisi yang cukup berat, dokter mungkin perlu memberikan obat tertentu. Obat tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi gejala depresi yang dirasakan. Psikoterapi dapat pula dianjurkan untuk membantu mengelola emosi dan suasana hati. Langkah-langkah ini dilakukan agar kamu dapat mempersiapkan diri untuk banyak hal indah lainnya yang menanti di masa depan, termasuk kehamilan berikutnya.

Bila kamu dan pasangan sudah siap untuk kembali merencanakan kehamilan, maka cobalah untuk berkonsultasi kembali dengan dokter kandungan, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui apakah masih terdapat faktor risiko yang mungkin dapat membahayakan kandunganmu. Hal ini akan membantu dokter untuk menolongmu mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Tidak perlu khawatir berlebihan setelah mengalami keguguran. Hal ini tak menutup kemungkinan untuk hamil kembali dan melahirkan bayi yang sehat. Ingat, kehamilan yang sehat berawal dari kondisi fisik dan psikis yang sehat. Jadi, selalu berpikir positif dan jangan berputus asa, ya.