Minyak wangi menjadi salah satu item penting dalam mendukung penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Namun, sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi minyak wangi, seperti sakit kepala, bersin-bersin, hingga muncul ruam kulit. Reaksi ini dipicu oleh adanya kontak dengan minyak wangi, baik karena menghirup aromanya atau akibat paparan langsung pada kulit.

Kaidah medis menyebut kondisi yang demikian sebagai alergi minyak wangi, atau kondisi hipersensitivitas terhadap minyak wangi dan bahan-bahan yang terkandung dalam minyak wangi. Setidaknya ada 5000 lebih wewangian berbeda yang digunakan saat ini, dan sebanyak lebih dari 2 juta orang yang terdampak karenanya.

Jangan Terlena Aroma Minyak Wangi karena Ada Bahaya Mengintai! - Alodokter

Tidak hanya minyak wangi, Anda pun berkemungkinan mengalami reaksi alergi ataupun sensitif terhadap wewangian yang ada di sekitar, misalnya kosmetik, hair spray, sampo, sabun mandi, sabun pencuci wajah, detergen, dan pengharum ruangan.

Untuk minyak wangi sendiri, sebuah penelitian mencoba memeriksa kandungan berbagai produk minyak wangi. Hasilnya adalah ditemukan sekitar 10 bahan kimia yang terkait dengan reaksi alergi, seperti kulit gatal, bersin-bersin dan asma. Selain itu, ditemukan pula 12 macam bahan kimia yang berpotensi menimbulkan gangguan hormon, misalnya tonalide, dietil ftalat, dan benzyl benzoat.  Menurut American Academy of Dermatology (AAD), wewangian dianggap sebagai salah satu penyebab utama dermatitis kontak karena paparan kosmetik.

Tanda-tanda Alergi atau Hipersensitif terhadap Minyak Wangi

Bila Anda mengalami alergi atau terlalu sensitif terhadap wewangian, berikut gejala-gejala yang dapat timbul akibat memakai minyak wangi:

  • Ruam kemerahan yang gatal pada kulit
  • Sakit kepala
  • Bersin-bersin
  • Hidung berair
  • Sulit bernapas
  • Mengi
  • Rasa sesak di dada
  • Mata berair 

Cara Mengatasi Hipersensitivitas terhadap Bahan Pengharum

Obat antihistamin dan kortikosteroid bisa secara efektif mengatasi gejala alergi akibat alergi minyak wangi. Namun, kunci terbaik untuk mengendalikan kondisi tersebut adalah dengan menghindari penggunaan dan mengurangi paparan minyak wangi. Begini caranya:

  • Pahami benar aroma yang membuat Anda sensitif. Kalau perlu, catat tanggal kejadian dan lokasi di mana Anda merasa sensitif terhadap bau-bauan tersebut. Tujuannya adalah untuk mengetahui aroma yang memicu sensitivitas itu.
  • Jika ada aroma yang memicu sensitivitas Anda di lingkungan sekitar rumah atau kantor, minta pengertian mereka untuk menjauhkan sumber aroma tersebut.
  • Apabila Anda berada di ruangan yang terdapat wewangian yang membuat Anda sensitif, gunakan kipas angin agar aroma tersebut cepat hilang.
  • Jika Anda sedang berjalan-jalan di tempat yang wangi, seperti toko parfum di mal, gunakan penutup hidung.
  • Berkonsultasilah dengan dokter dan mintalah obat untuk mengatasi sensitivitas yang berlebihan terhadap minyak wangi. Jangan lupa untuk meminta rekomendasi produk perawatan tubuh yang bebas wewangian.

Jika Anda termasuk orang yang sensitif atau alergi minyak wangi dan wewangian, usahakan memilih produk yang berlabel ’tidak mengandung pewangi’ untuk meminimalkan risiko terjadinya reaksi alergi atau sensitivitas.