Sudah hati-hati tapi ibu hamil masih saja bisa jatuh. Yang kemudian dikhawatirkan, apakah Si Kecil dalam kandungan baik-baik saja? Atau, jangan-jangan terjadi gangguan dalam tubuhmu. Daripada menebak, baca dulu faktanya di sini.

Sebenarnya jatuh saat hamil merupakan hal yang dapat dipahami dan sangat mungkin terjadi. Sebab, seiring dengan perubahan tubuh saat hamil, pusat gravitasi tubuh juga mengalami perubahan. Hal ini yang kemudian memengaruhi keseimbangan ibu hamil.

Jatuh Saat Hamil Bisa Berbahaya, Ini Cara Mencegahnya - Alodokter

Berbagai Akibat Jatuh pada Ibu Hamil

Tubuh ibu hamil sebenarnya telah punya pengaman sendiri untuk melindungi bayi dari cedera, yaitu otot perut yang kuat dan bantalan berupa cairan ketuban dalam rahim. Ini memperkecil kemungkinan cedera pada janin.

Namun kamu perlu tetap mewaspadai kemungkinan komplikasi jika terjatuh dalam posisi tertentu atau jatuh sangat keras. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Patah tulang pada ibu hamil.
  • Abrupsi plasenta, yaitu terlepasnya plasenta dari dinding rahim.
  • Cedera pada tengkorak janin.

Kemungkinan ibu hamil tidak menyadari adanya komplikasi yang terjadi akibat jatuh. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit, terutama jika kamu mengalami:

  • Perdarahan dari vagina ataupun ketuban bocor.
  • Merasa sakit yang luar biasa, terutama pada perut, rahim, ataupun tulang kemaluan.
  • Timbul kontraksi.
  • Tidak terasa pergerakan bayi seperti biasa.
  • Posisi jatuh menimbulkan tekanan langsung pada perut.

Pertama-tama, dokter akan memeriksa kemungkinan cedera seperti tulang retak atau cedera pada dada yang dapat mengganggu pernapasan. Kemudian, dokter akan memeriksa detak jantung janin untuk memantau kondisinya. Dengan bantuan USG, dokter akan dapat menilai keadaan janin dan memeriksa kondisi kehamilan, apakah terjadi komplikasi, misalnya air ketuban pecah.

Tips Mencegah Jatuh Saat Hamil

Meski tubuh mengalami perubahan yang memengaruhi keseimbangan, tapi sebenarnya jatuh saat hamil bisa dicegah. Berikut beberapa cara yang dapat membantu ibu hamil terhindar dari jatuh:

  • Selalu perhatikan kondisi sekitar

Ibu hamil perlu ekstra hati-hati, hampir setiap saat. Hindari permukaan lantai yang berair atau licin, atau permukaan yang tidak rata. Saat turun tangga, berpegangan pada pegangan di pinggir tangga. Hindari membawa banyak barang yang membuatmu sulit melihat ke kaki. Yang tidak kalah penting, hindari berjalan sambil melihat ponsel.

  • Atur ulang barang-barang di rumah

Tempatkan barang-barang dalam rumah menjadi lebih teratur. Hindarkan kabel yang melintang dan perabot yang merintangi area untuk berjalan di dalam rumah. Hindari menggunakan karpet atau keset yang licin. Juga tempatkan lampu pada area yang kurang terang.

  • Gunakan alas kaki yang nyaman

Sepatu datar ataupun sneakers adalah alas kaki yang paling tepat digunakan saat hamil, sedangkan sepatu dengan hak tinggi membuat ibu lebih berisiko jatuh. Selain itu, kaki ibu yang cenderung menjadi lebih besar saat hamil mungkin membutuhkan sepatu baru dengan ukuran yang lebih tepat.

  • Pastikan cukup makan dan minum

Jika ibu hamil kurang makan dan minum, dapat menyebabkan gula darah rendah dan dehidrasi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan di sela makanan utama dan minum cukup air.

  • Bergerak atau berganti posisi perlahan

Sebaiknya ibu hamil bergerak perlahan, terutama saat mengubah posisi tubuh. Misalnya, dari posisi duduk ke berdiri. Mengubah posisi terlalu cepat dapat membuatmu merasa pusing akibat tekanan darah rendah.

Dengan menerapkan cara-cara di atas, diharapkan kamu dapat terhindar dari jatuh saat hamil. Hal ini penting demi menjaga keselamatanmu dan juga bayi dalam kandunganmu. Jika sampai jatuh, segera konsultasi dengan dokter untuk memeriksakan diri ya.