Jenis-jenis asma perlu dikenali sejak dini karena setiap tipe asma bisa memiliki pemicu, gejala, dan cara penanganan yang berbeda. Dengan memahami jenis asma yang dialami, Anda bisa lebih sigap saat gejala muncul dan lebih mudah mencegah kekambuhan.
Banyak orang mengira asma hanya terdiri dari satu jenis. Padahal, jenis-jenis asma dibedakan berdasarkan penyebab dan pola munculnya gejala. Mengetahui tipe asma yang dialami tidak hanya bermanfaat bagi penderitanya, tetapi juga bagi keluarga agar penanganan dan pencegahannya bisa disesuaikan.

Jenis-Jenis Asma yang Perlu Diketahui
Setiap jenis asma memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi pemicu maupun keluhannya. Berikut ini adalah jenis-jenis asma yang paling sering ditemukan:
1. Asma alergi
Asma alergi merupakan jenis asma ini dipicu oleh paparan alergen, seperti debu rumah, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau makanan tertentu.
Gejala asma alergi sering memburuk setelah kontak dengan pemicu, misalnya saat berada di lingkungan berdebu atau pada musim tertentu. Penderita asma alergi juga biasanya memiliki riwayat alergi lain, seperti eksim atau rhinitis alergi.
2. Asma akibat aktivitas fisik (exercise-induced asthma)
Jenis asma lainnya adalah asma yang dipicu oleh aktivitas fisik. Gejalanya meliputi sesak napas, batuk, atau dada terasa berat yang muncul saat atau setelah berolahraga.
Kondisi ini dapat dialami oleh penderita asma maupun orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat asma. Keluhan umumnya muncul beberapa menit setelah aktivitas fisik dimulai atau setelah olahraga selesai.
3. Asma kerja (occupational asthma)
Asma kerja terjadi karena paparan zat tertentu di lingkungan kerja, misalnya debu, bahan kimia, asap industri, atau uap logam.
Gejalanya sering membaik ketika penderita sedang libur atau tidak berada di tempat kerja. Karena itu, penting untuk mengenali pemicu dan menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan agar gejala lebih terkontrol.
4. Asma malam hari (nocturnal asthma)
Pada jenis asma ini, gejala lebih sering muncul pada malam hari atau saat tidur. Penderitanya bisa terbangun karena batuk, sesak napas, atau dada terasa berat. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh mudah lelah saat beraktivitas keesokan harinya.
5. Sindrom tumpang tindih asma-PPOK (Asthma-COPD Overlap Syndrome/ACOS)
Sindrom tumpang tindih asma-PPOK terjadi ketika seseorang mengalami asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) secara bersamaan.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh perokok aktif, mantan perokok, atau orang yang sudah lama memiliki gangguan pernapasan. Gejalanya dapat berupa sesak napas, batuk berkepanjangan, mengi, dan napas terasa berat saat beraktivitas.
Karena gejalanya mirip dengan penyakit paru lain, kondisi ini perlu ditangani dengan tepat agar fungsi paru tetap terjaga dan risiko kekambuhan bisa dikurangi.
6. Asma varian batuk (cough variant asthma)
Pada jenis asma ini, gejala utamanya berupa batuk kering kronis yang berlangsung lama tanpa disertai mengi atau sesak napas yang jelas.
Batuk biasanya lebih sering muncul pada malam hari, setelah olahraga, atau saat terkena udara dingin. Karena tidak menimbulkan gejala asma yang khas, kondisi ini sering tidak disadari sebagai asma.
Meski terlihat ringan, asma varian batuk tetap perlu ditangani dengan baik supaya keluhan tidak makin mengganggu aktivitas sehari-hari atau berkembang menjadi asma biasa.
Itulah jenis-jenis asma yang perlu Anda ketahui. Meski umumnya dapat dikendalikan, Anda tetap perlu waspada bila muncul gejala yang semakin berat. Segera cari pertolongan medis jika napas berbunyi keras (mengi) tidak membaik setelah menggunakan obat, sulit berbicara atau bernapas, serta bibir membiru.
Supaya gejala asma tidak mudah kambuh, usahakan untuk menghindari pemicunya, rutin menggunakan obat sesuai anjuran dokter, dan menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Anda juga bisa mencatat kapan gejala muncul agar lebih mudah mengenali faktor pencetusnya dan mengontrol jenis-jenis asma dengan lebih baik.
Memahami jenis-jenis asma dapat membantu Anda lebih siap mengelola kondisi ini sehari-hari. Namun, jika asma makin sering kambuh, atau Anda masih ragu mengenai tipe asma yang dialami, konsultasikan dengan dokter via chat di aplikasi ALODOKTER. Nantinya, dokter akan memberikan informasi mengenai jenis asma yang Anda alami.