Penyakit hati merupakan penyakit yang tidak dapat disepelekan. Sebab, hati memiliki peranan penting dalam mencerna makanan dan melindungi tubuh dari zat beracun.

Ada berbagai jenis penyakit hati atau juga dikenal sebagai penyakit liver. Beberapa di antaranya wajib untuk diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Jenis-jenis Penyakit Hati yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Mengenali Berbagai Jenis Penyakit Hati

Berikut beberapa jenis penyakit hati yang perlu diwaspadai:

  • Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan hati.  Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa pula disebabkan karena konsumsi obat tertentu, minuman beralkohol, atau karena menderita penyakit autoimun.

Gejala dari penyakit hepatitis tergantung pada penyebab dan jenis penyakit hepatitis yang diderita. Namun, umumnya gejala hepatitis berupa kehilangan nafsu makan, diare, muntah dan mual, kulit dan mata menguning, serta urine berwarna gelap. Penyakit ini dapat memengaruhi  seluruh sistem metabolisme tubuh, sehingga penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala dari penyakit hepatitis.

Dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah, tes fungsi hati, biopsi hati, ataupun USG perut, untuk mengetahui jenis penyakit hepatitis yang diderita. Penanganan penyakit hepatitis yang diberikan bergantung pada jenis penyakit hepatitis yang diderita.

  • Sirosis

Sirosis merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut di hati, karena kerusakan hati dalam jangka panjang. Saat awal penyakit ini diderita, Anda mungkin tidak merasakan gejala apapun. Biasanya gejala penyakit sirosis muncul setelah kerusakan hati sudah semakin parah. Gejalanya berupa kelelahan atau lemah, mual, kehilangan selera makan, hingga kehilangan dorongan seksual.

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, penyakit sirosis dapat semakin memburuk. Gejala yang muncul juga semakin parah, termasuk muntah darah, kulit terasa gatal, tinja berwarna gelap, tubuh mudah memar, pembengkakan pada kaki dan perut (edema), hingga mengalami penyakit kuning.

Untuk mencegah sirosis, penting menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, berhenti mengonsumsi alkohol, menghindari konsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan dengan baik, serta menghindari hubungan seksual berisiko.

  • Abses hati

Munculnya lubang-lubang kecil yang berisikan nanah merupakan tanda dari penyakit abses hati. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, bisa pula karena infeksi parasit.

Di negara maju, abses hati yang disebabkan oleh infeksi bakteri merupakan abses hati atau abses hepar yang paling sering ditemui. Ini dikenal dengan sebutan abses hepar piogenik.

Abses hepar jenis ini selain menyebabkan peradangan atau pembengkakan hati, juga bisa menyebabkan sakit dan pembengkakan pada perut. Gejalanya termasuk sakit perut bagian kanan atas, panas dingin, muntah, demam, penurunan berat badan secara tiba-tiba, urine berwarna gelap, diare, dan tinja berwarna keabu-abuan.

Selain abses hepar piogenik, ada pula abses hepar amuba. Abses ini disebabkan oleh infeksi parasit. Gejala dari penyakit ini antara lain adalah nyeri dada bagian kanan bawah, nyeri perut bagian kanan atas, serta urine berwarna gelap dan tinja berwarna abu-abu. Gejala lain yang juga bisa muncul yaitu demam, menggigil, berkeringat di malam hari, kehilangan selera makan, mual, muntah, lelah berlebih, kulit menguning, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Penyakit hati memang dapat membahayakan kesehatan. Untuk mencegahnya, hentikan mengonsumsi minuman beralkohol, lakukanlah hubungan seksual yang aman, hindari penggunaan jarum suntik secara sembarangan, konsumsi obat dengan bijak, dan jagalah berat badan ideal. Bila Anda atau kerabat menderita penyakit hati, berkonsultasilah dengan dokter penyakit dalam dan jalani pengobatan secara teratur.