Kalkulator IMT anak menjadi metode yang memudahkan orang tua untuk memantau status gizi dan pertumbuhan si Kecil. IMT atau indeks massa tubuh digunakan untuk menilai apakah berat badan anak sudah proporsional dengan tinggi badannya.
Mengevaluasi pertumbuhan anak tidak cukup hanya dengan melihat angka timbangan berat badan. Bunda memerlukan metode yang bisa menilai pertumbuhan Si Kecil dengan lebih akurat, yakni kalkulator IMT anak.

Kalkulator IMT anak mampu memberikan gambaran lengkap, apakah anak termasuk kurus, memiliki berat badan ideal, atau justru berisiko mengalami kelebihan berat badan. Walaupun metode ini biasanya digunakan oleh dokter atau tenaga medis, Bunda juga dapat memanfaatkannya sendiri di rumah, lho.
Caranya cukup sederhana, asalkan memahami rumus dan cara membaca hasilnya. Metode ini bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, mulai dari pengaturan asupan nutrisi hingga pola aktivitas anak. Dengan kalkulator IMT anak, Bunda dapat menjaga status gizi Si Kecil tetap optimal, sehingga tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.
Cara Menghitung Kalkulator IMT Anak
Untuk anak usia 2–18 tahun, penggunaan kalkulator IMT anak memerlukan langkah khusus. Rumus IMT anak sebenarnya sama dengan rumus IMT orang dewasa, yaitu:
IMT = berat badan (kg) / [tinggi badan (m) x tinggi badan (m)]
Namun, hasil dari kalkulator IMT anak tidak langsung menunjukkan status gizi. Nilai IMT harus dibandingkan dengan kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin anak, misalnya dari WHO atau Kementerian Kesehatan.
Berikut langkah mudah dalam menggunakan kalkulator IMT anak:
- Ukur berat badan dan tinggi badan anak dengan alat yang akurat.
- Hitung IMT menggunakan rumus di atas.
- Masukkan data ke kalkulator IMT anak atau bandingkan dengan kurva pertumbuhan (WHO Growth Chart).
- Tentukan status gizi, apakah termasuk kurus, normal, berat badan lebih, atau obesitas.
Interpretasi Hasil Kalkulator IMT Anak
Setelah memperoleh angka dari kalkulator IMT anak, hasilnya harus dicocokkan dengan grafik persentil yang sesuai usia dan jenis kelamin.
Inilah pembagian status gizi menurut kalkulator IMT anak:
- IMT di bawah persentil ke-5: kurus (underweight)
- IMT antara persentil ke-5 hingga ke-84,9: berat badan normal
- IMT antara persentil ke-85 hingga ke-95: berat badan lebih (overweight)
- IMT di atas persentil ke-95: obesitas
Perlu diingat, kalkulator IMT anak hanyalah alat bantu. Penilaian status gizi sebaiknya tetap mempertimbangkan faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan riwayat kesehatan keluarga.
Tips Memantau Pertumbuhan Anak
Agar pemantauan status gizi anak lebih optimal, berikut beberapa tips saat menggunakan kalkulator IMT anak:
- Lakukan pengukuran tinggi dan berat badan anak secara rutin, misalnya setiap 3 bulan sekali.
- Gunakan waktu pengukuran yang konsisten, seperti pagi hari sebelum sarapan.
- Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan interpretasi dan saran yang tepat, setiap setelah mendapatkan hasil dari kalkulator IMT anak.
Melalui kalkulator IMT anak, Bunda bisa memonitor pertumbuhan dan status gizi Si Kecil secara mandiri. Namun, apabila hasilnya menunjukkan perubahan signifikan, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, atau jika Bunda melihat tanda-tanda seperti anak tampak sering lesu, nafsu makan menurun drastis, atau gangguan pertumbuhan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Soalnya, status gizi yang tidak sesuai bisa berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak jangka panjang.
Untuk konsultasi yang lebih mudah dan nyaman, Bunda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter dapat membantu Bunda membaca hasil kalkulator IMT anak, sekaligus memberikan rekomendasi pola hidup sehat yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Si Kecil.