Pertumbuhan anak dapat dipantau dari tinggi badannya. Untuk memastikan anak tumbuh dengan baik, orang tua perlu mengetahui berapa tinggi badan anak yang ideal sesuai usia. Selain itu, orang tua juga perlu mengetahui cara untuk memaksimalkan pertumbuhan anak, agar dapat membantunya tumbuh dengan optimal.

Selain berat badan, tinggi badan anak juga merupakan tolak ukur status gizi dan pertumbuhannya. Tinggi badan yang kurang pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, yaitu bila kedua orang tuanya bertubuh pendek, pertumbuhan yang belum sempurna, kurang gizi, atau adanya penyakit tertentu.

Tinggi Badan Anak yang Ideal dan Cara Memaksimalkan Pertumbuhannya - Alodokter

Agar gangguan pertumbuhan dapat diketahui sejak dini dan segera ditangani, orang tua harus cermat dalam memantau tumbuh kembang anak. Jika tidak ditangani dengan baik, pertumbuhan anak jadi tidak optimal, dan anak mungkin akan mengalami komplikasi di kemudian hari.

Tinggi Badan Anak yang Ideal Menurut Usia

Tinggi badan ideal adalah rentang ukuran panjang tubuh yang normal sesuai usia dan jenis kelamin. Idealnya, pertambahan panjang badan dari lahir hingga usia 1 tahun adalah sekitar 25 cm, dari usia 1 tahun ke usia 2 tahun adalah sekitar 13 cm, dan usia 2 tahun ke usia 3 tahun adalah sekitar 9 cm. Sedangkan dari usia 4 tahun hingga masa pubertas, anak akan mengalami pertambahan tinggi badan sekitar 5 cm per tahun.

Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengacu pada Badan Kesehatan Dunia (WHO), patokan tinggi badan yang ideal untuk anak dibedakan menurut usia dan jenis kelamin.

Tinggi badan yang ideal untuk anak laki-laki berdasarkan usianya adalah:

  • Usia 1 tahun: 72 – 78 cm
  • Usia 2 tahun: 82 – 92 cm
  • Usia 3 tahun: 83 – 95 cm
  • Usia 4 tahun: 84 – 97 cm
  • Usia 5 tahun: 85 – 98 cm

Sedangkan tinggi badan ideal untuk anak perempuan berdasarkan usianya adalah:

  • Usia 1 tahun: 70 – 78 cm
  • Usia 2 tahun: 80 – 92 cm
  • Usia 3 tahun: 82 – 95 cm
  • Usia 4 tahun: 83 – 96 cm
  • Usia 5 tahun: 84 – 97 cm

Cara Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak

Laju pertumbuhan setiap anak memang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, nutrisi, ada tidaknya stimulasi tumbuh kembang, dan kadar hormon pertumbuhan. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan anak:

1. Berikan makanan bergizi

Penuhi kebutuhan nutrisi anak dengan menerapkan pola makan yang sehat. Berikanlah anak beragam makanan bergizi, terutama makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral, seperti kalsium dan zat besi. Nutrisi tersebut bisa diperoleh antara lain dari ikan, daging, kacang, serta sayur dan buah.

2. Berikan susu

Selain makanan bergizi, tambahkan susu dalam menu harian anak. Pilihlah susu yang mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan, yaitu protein (asam amino), lemak, kalsium, magnesium, zinc, vitamin A, dan vitamin D.

Produk susu tambahan yang baik adalah yang mengandung protein berkualitas, contohnya dengan asam amino esensial yang diperoleh dari sumber protein susu sapi, protein whey, dan protein soya (kedelai). Beragam nutrisi tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan anak, selain juga untuk menjaga kesehatan tulangnya. Untuk menambah selera anak, kini beberapa produk susu diperkaya dengan berbagai varian rasa, seperti vanila, cokelat, dan madu.

3. Pastikan anak cukup tidur dan rutin berolahraga

Menerapkan pola tidur yang baik pada anak dan membiasakannya untuk berolahraga dengan rutin dapat membuat pertumbuhan badannya optimal, karena tidur dan olahraga yang cukup akan meningkatkan produksi hormon pertumbuhan.

Ada beberapa jenis olahraga yang dianggap efektif untuk meninggikan badan, meskipun belum dibuktikan secara ilmiah. Di antaranya adalah berenang, bermain basket, dan lompat tali.

Upaya mengoptimalkan pertumbuhan anak harus dilakukan sejak usia dini hingga anak mencapai masa pubertas, karena tinggi badan anak akan mencapai puncaknya pada akhir masa ini.

Guna memastikan pertumbuhan anak sesuai dengan acuan di atas, bawalah ia ke Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, untuk ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya. Waspadai adanya gangguan pertumbuhan jika tumbuh kembang Si Kecil terhambat atau tidak sesuai dengan anak-anak seusianya. Bila dicurigai ada kelainan atau gangguan pertumbuhan, segeralah periksakan Si Kecil ke dokter anak.

sponsored by: