Umumnya enzim lipase diproduksi secara alami oleh tubuh dalam kadar normal. Tetapi, beberapa orang dengan kondisi tertentu bisa mengalami kekurangan enzim lipase yang membuatnya mengalami penyakit serius.

Enzim adalah protein yang mempercepat reaksi biokimia tubuh. Sedangkan lipase sendiri adalah enzim pencernaan yang ditemukan pada bakteri, tanaman, hewan, dan jamur. Enzim lipase berperan penting dalam proses pencernaan makanan, seperti juga insulin, glukagon, dan amilase.

Kekurangan Enzim Lipase Bisa Mengganggu Pencernaan - Alodokter

Enzim yang diproduksi di dalam perut, mulut, dan pankreas ini membantu tubuh memecah lemak pada makanan agar dapat diserap oleh usus. Enzim lipase dilepaskan tubuh ke saluran pencernaan saat manusia makan. Selain itu, enzim ini membantu pergerakan nutrisi dan hasil buangan sel di dalam tubuh.  Oleh karenanya, kekurangan enzim lipase dapat menyebabkan penyakit berbahaya karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan.

Berikut beberapa penyakit yang diakibatkan kurangnya enzim lipase.

  • Penyakit Crohn: penyakit peradangan usus, yaitu peradangan pada lapisan saluran pencernaan, dengan gejala kelelahan, turunnya berat badan, diare parah, sakit perut, hingga malnutrisi.
  • Cystic fibrosis: tubuh pengidap penyakit keturunan ini terus menerus memproduksi lendir tebal lengket yang menghadang enzim dari pankreas mencapai usus. Oleh karenanya, mereka kerap mengalami kekurangan nutrisi sehingga memerlukan suplemen enzim.
  • Penyakit Celiac: pengidap Celiac perlu menjalani pola makan bebas gluten karena protein gandum ini menyebabkan gangguan pada saluran pencernaannya, sehingga membuat mereka merasa kelelahan, sakit perut, kembung, dan juga mengalami penurunan berat badan. Suplemen lipase membantu meningkatkan berat badan pada anak dengan penyakit celiac.

Lipase secara alami diproduksi tubuh dan tidak terdapat dalam makanan, sehingga pengidap kondisi di atas memerlukan suplemen lipase untuk memroses makanan. Suplemen lipase yang biasanya berbentuk kapsul dan tablet ini umumnya diolah dari enzim pada hewan dan tanaman. Biasanya dikonsumsi bersamaan dengan enzim amilase dan protase. Selain untuk menangani penyakit di atas, suplemen ini biasanya digunakan untuk menangani nyeri ulu hati dan pencernaan. Meski demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas suplemen lipase ini.

Meski umumnya aman, tapi konsumsi suplemen enzim lipase dapat menyebabkan efek samping seperti diare, kram perut, dan juga mual. Hindari memberikan suplemen enzim lipase pada anak di bawah 12 tahun tanpa pengawasan dokter.  Konsumsi suplemen enzim lipase pada ibu hamil dan ibu menyusui juga disarankan untuk dihindari atau dikonsultasikan lebih dulu ke dokter karena efeknya yang masih belum diketahui. Sementara itu, penggunaan enzim ini dalam dosis tinggi perlu diawasi karena justru dapat memperparah gejala cystic fibrosis.

Kadar enzim lipase normal umumnya di bawah 140 unit per liter (U/L). Tes serum lipase dapat digunakan untuk mengukur kadar lipase di dalam tubuh. Tindakan ini umumnya dilakukan jika terdapat dugaan penyakit tertentu seperti pankreatitis akut maupun kronik. Sebelum menjalani tes, pasien diharapkan untuk berpuasa selama 8 jam dan tidak mengonsumsi pil KB, morfin, maupun kodein karena dapat memengaruhi hasil tes. Diskusikan juga dengan dokter apabila Anda akan melakukan pemeriksaan enzim lipase untuk mengetahui persiapan lengkap yang harus dilakukan.