Kelenjar di belakang telinga sering baru terasa ketika muncul benjolan kecil yang membuat Anda khawatir. Padahal, kelenjar di area ini memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama untuk melindungi bagian kepala, telinga, dan leher dari infeksi.
Kelenjar di belakang telinga merupakan bagian dari kelenjar getah bening yang membantu tubuh menyaring kuman dan zat asing. Saat tubuh sedang melawan infeksi, kelenjar ini bisa menjadi lebih aktif dan membesar. Dalam kondisi normal, kelenjar di belakang telinga biasanya tidak terasa saat diraba. Namun, ketika terjadi infeksi atau gangguan tertentu, kelenjar bisa membengkak dan tampak sebagai benjolan di bawah kulit.

Kelenjar di Belakang Telinga dan Fungsinya bagi Tubuh
Kelenjar di belakang telinga memiliki beberapa fungsi penting untuk membantu tubuh melawan penyakit. Berikut ini adalah beberapa peran utamanya:
1. Menyaring kuman dan zat asing
Kelenjar di belakang telinga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyaring bakteri, virus, dan zat asing lainnya sebelum menyebar ke jaringan tubuh.
Proses ini membantu tubuh mengenali ancaman sejak dini, terutama di area kepala, telinga, dan leher yang rentan terpapar kuman dari lingkungan luar.
2. Menghasilkan sel darah putih
Kelenjar ini berperan dalam memproduksi dan menyimpan sel darah putih yang dibutuhkan untuk melawan infeksi. Sel-sel ini akan aktif saat tubuh mendeteksi adanya kuman.
Dengan jumlah sel imun yang cukup, tubuh dapat merespons infeksi dengan lebih cepat dan efektif, sehingga risiko komplikasi dapat berkurang.
3. Menjadi pusat aktivitas sel imun
Kelenjar di belakang telinga juga menjadi tempat berkumpulnya sel imun sebelum mereka bergerak melawan kuman penyebab penyakit. Di sinilah sel imun saling berkomunikasi dan mengatur respons pertahanan tubuh agar lebih terarah dan optimal dalam melawan infeksi.
4. Mengenali dan menghancurkan sel abnormal
Selain melawan infeksi, kelenjar getah bening juga membantu tubuh mengenali sel abnormal, termasuk sel yang berpotensi berkembang menjadi penyakit serius. Sel imun kemudian akan berusaha menghancurkan sel-sel tersebut sebelum menyebar lebih luas ke jaringan lain di sekitarnya.
5. Mencegah penyebaran infeksi
Kelenjar di belakang telinga membantu membatasi penyebaran infeksi agar tidak meluas ke jaringan sekitar, seperti telinga, kulit kepala, dan leher. Dengan fungsi ini, infeksi dapat tetap terlokalisasi dan lebih mudah ditangani oleh sistem kekebalan tubuh.
Kelenjar di Belakang Telinga dan Gangguan yang Bisa Terjadi
Kelenjar di belakang telinga dapat mengalami berbagai gangguan, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan medis. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya membengkak:
1. Pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi
Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau radang tenggorokan, serta infeksi telinga dapat membuat kelenjar di belakang telinga membesar. Hal ini terjadi karena tubuh sedang melawan virus atau bakteri.
Biasanya pembengkakan akan mengecil dengan sendirinya setelah infeksi membaik. Istirahat cukup dan menjaga daya tahan tubuh sangat membantu proses pemulihan.
2. Infeksi telinga tengah (otitis media)
Infeksi pada telinga tengah dapat menyebabkan nyeri telinga, demam, atau keluarnya cairan dari telinga. Kondisi ini juga bisa membuat kelenjar di belakang telinga ikut membengkak sebagai respons peradangan.
Anak-anak lebih sering mengalami kondisi ini, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Jika nyeri tidak membaik dalam beberapa hari atau pendengaran terasa terganggu, perlu pemeriksaan agar mendapat penanganan yang sesuai.
3. Mastoiditis
Mastoiditis adalah peradangan pada tulang mastoid yang berada di belakang telinga. Kondisi ini umumnya terjadi sebagai komplikasi dari infeksi telinga yang tidak tertangani dengan baik.
Gejalanya bisa berupa nyeri hebat, kemerahan, dan pembengkakan di area belakang telinga. Mastoiditis termasuk kondisi yang perlu segera ditangani agar infeksi tidak menyebar ke jaringan sekitar.
4. Pembengkakan kelenjar akibat vaksin
Beberapa jenis vaksin dapat memicu pembengkakan sementara pada kelenjar getah bening, termasuk kelenjar di belakang telinga. Ini merupakan tanda bahwa sistem imun sedang membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu.
Pembengkakan kelenjar di belakang telinga akibat vaksin biasanya terasa ringan dan tidak terlalu nyeri. Kondisi ini umumnya akan membaik dalam beberapa hari hingga minggu tanpa memerlukan pengobatan khusus.
5. Kolesteatoma
Kolesteatoma adalah pertumbuhan jaringan kulit abnormal di dalam telinga tengah yang dapat berkembang secara perlahan. Kondisi ini sering berawal dari infeksi telinga yang berulang atau gangguan pada gendang telinga.
Seiring waktu, kolesteatoma dapat menyebabkan keluarnya cairan berbau dari telinga, gangguan pendengaran, serta memicu peradangan yang membuat kelenjar di belakang telinga ikut membengkak.
6. Penyakit autoimun
Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif dan menyerang jaringan sehat. Akibatnya, kelenjar di belakang telinga bisa ikut membesar dalam waktu yang cukup lama.
Pembengkakan biasanya tidak hanya terjadi di satu tempat dan dapat disertai keluhan lain, seperti mudah lelah atau nyeri sendi.
7. Kanker kelenjar getah bening
Walau jarang, benjolan di belakang telinga bisa menjadi tanda kanker pada kelenjar getah bening atau penyebaran dari organ lain. Benjolan biasanya terasa keras, tidak nyeri, dan menetap dalam waktu lama.
Kondisi ini biasanya disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas atau keringat malam berlebihan. Jika benjolan tidak mengecil setelah beberapa minggu, penting untuk segera diperiksa agar penyebabnya dapat dipastikan sejak dini.
Itulah beberapa informasi mengenai kelenjar di belakang telinga yang perlu Anda ketahui. Jika muncul benjolan yang disertai nyeri hebat, demam tinggi, kemerahan yang meluas, atau tidak kunjung mengecil dalam beberapa minggu, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Agar kelenjar di belakang telinga tetap sehat, jaga kebersihan area telinga dan kulit kepala, segera obati infeksi atau luka kecil, serta hindari memencet benjolan yang muncul. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah peradangan yang lebih berat.
Jika Anda mengalami keluhan pada kelenjar di belakang telinga, terutama bila benjolan menetap atau terasa makin membesar, jangan ragu untuk berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter. Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebabnya bisa diketahui dan ditangani sesuai kondisi yang mendasarinya.