Kenali Apa Itu Vaksin MMR

Vaksin MMR adalah vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari tiga jenis penyakit, yaitu campak, gondongan, dan rubella. Vaksin MMR diberikan dua kali, pada usia 15 bulan dan 5 tahun.

Vaksin MMR mengandung kombinasi virus campak, gondongan, dan rubella yang dilemahkan. Dengan memberikan virus yang dilemahkan, akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi guna melawan ketiga penyakit tersebut. Vaksin MMR dapat melindungi tubuh dari campak, gondongan, dan rubella selama lebih dari 20 tahun setelah 2 kali pemberian.

Saat ini, telah dikembangkan kombinasi vaksin yang disebut vaksin MMRV. Vaksin ini melindungi tubuh dari MMR dan cacar air. Vaksin MMRV dapat digunakan untuk anak usia 12 bulan hingga 12 tahun.

Indikasi Pemberian Vaksin MMR

Ada dua kelompok individu yang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin MMR, yaitu:

  • Anak-anak. Vaksin MMR merupakan salah satu vaksin yang rutin diberikan sebagai bagian dari program imunisasi anak-anak. Dosis pertama vaksin MMR sebaiknya diberikan saat anak berusia 12-15 bulan, sedangkan dosis kedua diberikan saat anak berusia 4-6 tahun. Anak yang baru mendapatkan satu dosis vaksin MMR, maka tubuhnya tidak terlindungi sepenuhnya dari risiko campak, gondongan, dan rubella.
  • Remaja dan Dewasa. Orang dewasa yang belum pernah atau baru 1 kali mendapatkan vaksin MMR, dianjurkan untuk melakukan 2 suntikan vaksin MMR dengan jeda waktu 1 bulan. Kelompok orang dewasa yang dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR, yaitu:
    • Wanita yang berencana hamil.
    • Orang yang akan berkunjung ke daerah yang sedang atau pernah mengalami wabah campak, gondongan, atau rubella.
    • Petugas kesehatan.
    • Orang-orang yang terpapar campak selama terjadi wabah.

Peringatan:

Ada beberapa kondisi ketika seseorang sebaiknya tidak menjalani atau menunda vaksinasi MMR, antara lain:

  • Memiliki atau pernah mengalami reaksi alergi hebat terhadap vaksin MMR atau bahan lain yang terkandung di dalam vaksin MMR, hingga mengancam jiwa.
  • Wanita hamil, karena vaksin ini dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan dan memicu keguguran.
  • Menderita penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.
  • Sedang menjalani pengobatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, misalnya pengobatan dengan kortikosteroid, radioterapi, atau kemoterapi.
  • Terdapat riwayat gangguan sistem kekebalan tubuh dalam keluarga.
  • Baru menjalani transfusi darah.
  • Menderita tuberkulosis.
  • Menerima vaksin lain dalam 4 minggu terakhir
  • Sedang tidak enak badan, misalnya sedang batuk pilek.

Sebelum Pemberian Vaksin MMR

Sebelum vaksinasi MMR, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien yang meliputi gangguan kesehatan yang pernah atau sedang diderita, riwayat alergi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan gaya hidup.

Dokter juga akan menjelaskan tentang vaksin MMR, keuntungan, dan risiko yang mungkin akan dialami pasien setelah vaksinasi.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengukur suhu tubuh, tekanan darah, serta denyut jantung, untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping setelah vaksinasi.

Untuk orang tua, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum anak menerima vaksin MMR, antara lain:

  • Membaca informasi mengenai vaksin MMR sebelum anak-anak menerima vaksin. Pertimbangkan keuntungan dan kerugian vaksinasi terhadap anak.
  • Membawa buku imunisasi anak, sehingga dokter dapat melihat vaksin apa saja yang telah diterima.
  • Membawa mainan atau benda favorit anak untuk menenangkan anak saat vaksin.
  • Memilih pakaian yang nyaman untuk anak, seperti pakaian yang tidak ketat atau telalu banyak kancing.
  • Jika anak sudah cukup besar, orang tua dapat menjelaskan kepada anak bahwa vaksinasi akan sedikit sakit, namun tidak lama.
  • Memberi tahu anak bahwa vaksinasi akan membuat tubuh mereka tetap sehat.

Prosedur Pemberian Vaksin MMR

Vaksin MMR diberikan melalui suntikan di jaringan lemak, tepat di bawah permukaan kulit (subkutan). Untuk pasien anak-anak, suntikan umumnya dilakukan di bagian paha. Sedangkan remaja dan dewasa, suntikan dilakukan di lengan bagian atas. Vaksin yang berisi virus yang dilemahkan ini akan diberikan sebanyak 0,5 ml dalam satu kali suntik.

Langkah-langkah prosedur vaksinasi MMR, yaitu:

  • Area suntik di lengan atau paha pasien akan dibersihkan dengan kapas beralkohol.
  • Dokter akan menjepit kulit di sekitar area suntik dengan tangannya.
  • Dokter akan menyuntikkan vaksin MMR ke lengan atau paha pasien.
  • Kapas atau kain kasa beralkohol digunakan untuk menekan area suntikan ketika jarum dilepas.

Bagi orang tua, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menenangkan anak ketika anak menjalani prosedur vaksinasi MMR, antara lain:

  • Alihkan perhatian dan beri ketenangan kepada anak dengan cara memeluk, bernyanyi, atau berbicara dengan lembut.
  • Lakukan kontak mata dengan anak.
  • Hibur dan beri ketenangan dengan mainan, buku, atau benda favorit anak.
  • Pegang anak dengan kuat di pangkuan.
  • Jika anak sudah cukup besar, orang tua dapat memberi semangat kepada anak. Jangan membentak atau memarahi anak, jika anak menangis ketika disuntik.

Setelah Pemberian Vaksin MMR

Prosedur vaksinasi MMR umumnya berlangsung cepat. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan pasien untuk meredakan efek samping ringan yang mungkin terjadi setelah vaksinasi, antara lain:

  • Mengonsumsi banyak cairan.
  • Jika lengan terasa nyeri setelah penyuntikan, cobalah untuk menggerakkan lengan. Tindakan ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri dan bengkak.
  • Jika nyeri masih terasa, letakkan kain dingin di atas area suntik untuk meredakan rasa nyeri.
  • Jika dokter mengizinkan, pasien dapat mengonsumsi obat pereda rasa nyeri

Untuk wanita, gunakan kontrasepsi sampai 1 bulan setelah vaksin untuk mencegah kehamilan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua setelah anak menerima vaksin MMR, adalah:

  • Anak mungkin akan mengalami demam ringan setelah vaksinasi. Jika ini terjadi, berikan paracetamol khusus anak untuk menurunkan suhu tubuh.
  • Berikan banyak cairan kepada anak. Hal ini dikarenakan seorang anak cenderung mengalami penurunan nafsu makan selama 24 jam setelah vaksinasi.
  • Letakkan kain dingin di area suntik untuk mengurangi kemerahan, rasa nyeri, dan bengkak yang dialami anak.
  • Awasi anak dengan seksama selama beberapa hari. Jika melihat suatu gejala atau tanda yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter

Efek Samping Vaksin MMR

Beberapa orang mungkin mengalami gejala ringan, seperti demam, muncul ruam ringan, dan pembengkakan pada kelenjar di pipi atau leher. Biasanya masalah ini terjadi 6-14 hari setelah vaksinasi, namun jarang terjadi setelah vaksin kedua.

Ada beberapa efek samping lain yang jarang terjadi, yaitu:

  • Nyeri sendi atau sendi terasa kaku.
  • Kejang yang disebabkan oleh demam (kejang demam).
  • Penurunan jumlah trombosit yang bersifat sementara dan dapat menyebabkan perdarahan.
  • Reaksi alergi.

Segera hubungi dokter jika muncul keluhan berupa pusing, gangguan penglihatan, serta telinga berdengung, atau terjadi reaksi alergi, seperti gatal yang disertai bintik merah, pucat, lemas, jantung berdebar, hingga sesak napas.

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi