Kenali Diet Alkaline, Jangan Sampai Salah Kaprah

Diet alkaline berasal dari anggapan bahwa diet modern kaum urban menghasilkan produksi asam berlebihan di dalam tubuh. Kelebihan asam dalam tubuh akan diubah ke dalam lemak dan berujung pada peningkatan berat badan. Oleh karena itu, diet alkaline bertujuan untuk mengurangi makanan yang menghasilkan asam

Tingginya kadar asam dianggap sebagai penyebab kelelahan, osteoporosis, arthritis, gangguan hati, dan penyakit ginjal.

Alkaline Diet_compress

Jangan Salah Kaprah, Kenali Fakta-Fakta Diet Alkaline

Pada praktiknya, diet alkaline hampir sama dengan diet-diet lainnya yang memfokuskan kepada pembatasan konsumsi makanan tertentu. Diet alkaline berfokus pada pengurangan jenis-jenis makanan yang bisa menghasilkan asam di dalam tubuh. Oleh karena itu, diet ini sering disebut dengan diet asam-basa (alkaline acid diet). Diet ini akan membuang jenis-jenis makanan, seperti gandum, gula rafinasi, daging, dan makanan olahan dari daftar menu konsumsi harian.

Jenis-jenis Makanan dari Sudut Pandang Diet Alkaline

Diet alkaline menitikberatkan kepada upaya pengurangan zat asam yang bisa diproduksi di dalam tubuh. Dalam hal ini, sayur-sayuran dan buah-buahan adalah jenis makanan yang diutamakan sebagai asupan harian bagi pegiat diet alkaline.

  • Jenis-jenis makanan yang diperbolehkan: Kacang kedelai, beberapa jenis biji-bijian dan kacang-kacangan. Sebagian besar buah-buahan juga diperbolehkan.
  • Jenis-jenis makanan yang tidak direkomendasikan: Produk makanan olahan, telur, susu, daging, gandum, makanan kaleng, camilan kemasan, dan produk-produk yang dijual di supermarket.

Namun, diet alkaline tidak seluruhnya membuang asupan gandum dan protein. Versi diet alkaline lain menerapkan 80 persen mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Sedangkan, sebanyak 20 persen sisanya diperbolehkan untuk mengonsumsi gandum dan jenis-jenis makanan berprotein.

Berikut ini fakta pro dan kontra dari menjalani diet alkaline.

Pro tentang diet alkaline

Ada sejumlah manfaat baik yang diberikan dari diet alkaline, yang terdapat dari perilaku diet. Perilaku ini berupa memperkecil porsi daging, makanan olahan, gula, dan menghindari konsumsi minuman beralkohol.

Artinya, lebih banyak jenis-jenis makanan sehat yang dikonsumsi sehingga asupan kalori di dalam tubuh menjadi berkurang.

Kontra tentang diet alkaline

Tubuh kita secara rutin dan dengan sendirinya mampu mengatur kadar keasaman. Ketika produk-produk susu, keju, dan yoghurt sengaja dikurangi, maka harus ada makanan pengganti agar kebutuhan kalsium terpenuhi.

Artinya, mengurangi konsumsi kelompok makanan tertentu juga mewajibkan Anda untuk mengonsumsi makanan pengganti yang kandungan nutrisinya sejenis.

Apa Manfaat Menjalani Diet Alkaline?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa diet alkaline mampu menghasilkan kondisi pH urine yang bersifat lebih basa. Kondisi ini bisa memengaruhi penyusutan kalsium di urine, namun penyusutan ini tidak mencerminkan keseimbangan kalsium total. Hasil penelitian tersebut menemukan sejumlah manfaat diet alkaline, antara lain.

  • Meningkatkan rasio kalium dan natrium yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan tulang, mengurangi risiko pengecilan otot atau atrofi otot, serta meringankan penyakit kronis stroke dan hipertensi.
  • Sifat basa memberi keuntungan tambahan untuk beberapa agen kemoterapi yang membutuhkan kadar pH tinggi.
  • Meningkatnya magnesium intraselular untuk mengoptimalkan fungsi sejumlah sistem enzim. Magnesium juga bertugas mengaktifkan vitamin D.

Walau demikian, penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat diet alkaline ternyata masih terbatas. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan saran yang tepat sebelum memulai diet alkaline. Sebagai alternatif, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengikuti tips diet sehat melalui makanan dan olahraga.