Setiap orang tua pasti ingin anaknya selalu sehat. Namun terkadang ada gangguan kesehatan yang bisa dialami anak, salah satunya adalah kurangnya hormon tiroid.

Kurangnya hormon tiroid atau hipotiroidisme disebabkan oleh kurang aktifnya kelenjar tiroid memproduksi hormon tersebut. Padahal hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh secara keseluruhan dan fungsi beberapa organ tubuh. Jika dibiarkan, kurangnya hormon tiroid pada anak dapat meningkatkan risiko keterlambatan pertumbuhan, bahkan keterbelakangan mental.

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Kurangnya Hormon Tiroid pada Anak - Alodokter

Penyebab dan Gejala Kurangnya Hormon Tiroid

Kurangnya hormon tiroid pada anak dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

  • Keturunan
  • Menderita penyakit autoimun tertentu, seperti penyakit hashimoto atau penyakit graves).
  • Terlahir dengan kelenjar tiroid yang kurang berfungsi dengan baik.
  • Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung yodium.
  • Obesitas.

Nah, kurangnya hormon tiroid pada anak ini dapat ditandai dengan gejala, seperti:

  • Terlambatnya pertumbuhan tubuh Si Kecil.
  • Lambatnya pertumbuhan gigi.
  • Tubuh mudah merasa kedinginan dan mudah lelah.
  • Sembelit.
  • Kulit kering.
  • Rambut rontok.
  • Tertundanya masa pubertas.
  • Sleep apnea atau kesulitan bernapas saat tidur.

Jika Bunda atau Ayah melihat beberapa gejala kurangnya hormon tiroid muncul pada Si Kecil, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisinya ke dokter anak, ya! Penanganan yang cepat dan tepat bisa bermanfaat untuk mengurangi risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

Untuk mendiagnosis kurangnya hormon tiroid pada anak, dokter biasanya akan menganjurkan Si Kecil menjalani tes darah. Tes ini juga bermanfaat untuk mengukur kadar hormon tertentu, misalnya hormon perangsang tiroid atau tiroksin.

Cara Mengatasi Kurangnya Hormon Tiroid pada Anak

Setelah diagnosis dilakukan, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat. Misalnya, menganjurkan Si Kecil untuk menjalani terapi pengganti hormon dengan mengonsumsi obat levothyroxine (synthoroid).

Pemberian dosis obat biasanya ditentukan dokter dengan mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu, seperti umur anak, kondisi kesehatan, toleransi tubuh anak terhadap obat, dan tingkat keparahan penyakit.

Untuk anak yang berusia di atas 3 tahun, obat ini akan dihentikan setelah 30 hari penggunaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui respons hormon tiroid setelah mengonsumsi obat.

Selain melakukan terapi pengganti hormon, dokter biasanya akan melakukan pemantauan tingkat hormon secara rutin.

Kurangnya hormon tiroid pada anak mungkin membuat Si Kecil perlu melakukan terapi pengganti hormon seumur hidupnya. Namun, Bunda dan Ayah tidak perlu khawatir karena Si Kecil tetap dapat menjalani hidup normal seperti biasa.