Levothyroxine adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid hanya mampu menghasilkan sedikit hormon tiroid. Rendahnya hormon tiroid dapat menyebabkan terganggunya proses metabolisme tubuh, kerja jantung dan otot, serta kesehatan tulang. Pada anak-anak, hormon tiroid sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan otak. Levothyroxine juga dapat digunakan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit gondok dan kanker tiroid.

Levothyroxine merupakan golongan obat terapi pengganti hormon. Obat ini bekerja dengan cara menyediakan hormon tiroid ketika kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal.

Merek dagang: Euthyrox, Thyrax, Mixid-L

levothyroxine - alodokter

Tentang Levothyroxine

Golongan Obat resep
Kategori Hormon tiroid
Manfaat
  • Mengobati hipotiroidisme
  • Mengatasi beberapa jenis penyakit gondok dan kanker tiroid
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori A: Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.

Levothyroxine diserap oleh ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.

Bentuk obat Tablet dan infus

Peringatan:

  • Hindari levothyroxine jika sedang menderita hipertiroidisme.
  • Hati-hati mengonsumsi levothyroxine jika sedang atau pernah menderita gangguan pada kelenjar adrenal dan pituitari atau hipofisis.
  • Beri tahu dokter jika sedang atau pernah menderita gangguan jantung, gangguan fungsi ginjal dan hati, osteoporosis, hipertensi, dan diabetes.
  • Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi levothyroxine sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Levothyroxine sebaiknya digunakan secara hati-hati pada lansia (di atas 50 tahun), karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Levothyroxine

Kondisi Bentuk obat Usia Dosis
Hipotiroidisme Tablet Dewasa Dosis awal: 50-100 mcg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan dengan interval 3-4 minggu, hingga kadar hormon tiroid normal.

Dosis perawatan: 100-200 mcg, 1 kali sehari.

Anak
  • Bayi baru lahir (neonatus): Dosis awal adalah 10-15 mcg/kgBB per hari. Dosis dapat ditingkatkan tiap 4-6 minggu.
  • Bayi baru lahir dengan kadar hormon tiroid <5 mcg/dl: Dosis awal adalah 50 mcg/kgBB per hari.
  • Anak (0-3 bulan): 10-15 mcg/kgBB per hari.
  • Anak (3-6 bulan): 8-10 mcg/kgBB per hari.
  • Anak (6-12 bulan): 6-8 mcg/kgBB per hari.
  • Anak (1-5 tahun): 5-6 mcg/kgBB per hari.
  • Anak (6-12 tahun): 4-5 mcg/kgBB per hari.
  • Anak (>12 tahun): 2-3mcg/kgBB per hari.
  • Anak yang telah memasuki masa pubertas: Dosis awal: 1,7 mcg/kgBB per hari atau gunakan dosis dewasa.
Lansia (>50 tahun) Dosis awal: 25-50 mcg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan 12,5-25 mcg, dengan jeda 6-8 minggu.
Penekan TSH (thyroid stimulating hormone) Tablet Dewasa 2 mcg/kgBB per hari atau lebih , diberikan sekali sehari untuk menekan TSH pada kanker tiroid atau penyakit gondok.
Koma miksedema Infus Dewasa Dosis awal: 200-500 mcg. Dosis dapat ditingkatkan 100-300 mcg pada hari kedua jika diperlukan. Penurunan dosis dilakukan ketika kadar hormon tiroid telah mencapai batas normal.
Lansia Dosis lebih rendah dari dosis dewasa.

Menggunakan Levothyroxine dengan Benar

Ikutilah anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat.

Levothyroxine tersedia dalam bentuk tablet dan cairan infus. Tablet levothyroxine sebaiknya dikonsumsi 30-60 menit sebelum sarapan. Gunakan segelas air putih untuk membantu menelannya.

Bagi anak-anak yang sulit menelan tablet levothyroxine, tablet dapat dihancurkan dan dicampur dengan 1-2 sendok teh air putih. Jangan mencampur tablet levothyroxine dengan makanan atau susu formula.

Konsumsilah levothyroxine sesuai dosis yang ditentukan dokter dan pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Dosis biasanya disesuaikan dengan kondisi medis dan respons tubuh penderita.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi levothyroxine, disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat, jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Levothyroxine dalam bentuk infus harus diberikan oleh petugas medis atau dokter. Dokter juga akan memantau pernapasan, tekanan darah, dan fungsi ginjal pasien selama levothyroxine diberikan.

Selama mengonsumsi levothyroxine, dokter akan melakukan tes darah secara rutin untuk memeriksa kadar hormon tiroid dalam darah. Tes darah mungkin dilakukan setiap 1 bulan dan jika kadar hormon mulai stabil, tes darah dilakukan tiap 4-6 bulan sekali.

Levothyroxine tidak dapat menyembuhkan hipotiroidisme, melainkan hanya mampu mengendalikannya. Jangan menambah dosis atau menghentikan konsumsi obat tanpa seizin dokter, meskipun Anda sudah merasa sehat. Penderita hipotiroidisme mungkin harus mengonsumsi obat hipotiroidisme lain sepanjang hidupnya.

Simpanlah levothyroxine pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila levothyroxine digunakan dengan obat lain:

  • Meningkatkan risiko gangguan jantung, jika digunakan dengan obat antidepresan (amitriptyline, maprotiline, sertraline) dan obat simpatomimetik (pseudoephedrine atau salbutamol).
  • Meningkatkan risiko perdarahan, jika digunakan dengan obat pengencer darah, seperti warfarin.
  • Meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan denyut jantung, jika digunakan dengan ketamine.
  • Menurunkan efektivitas dan kadar levothyroxine, jika digunakan dengan rifampicin, carbamazepine, phenobarbital, kalsium karbonat, cholestyramine, orlistat, simethicone, dan obat antasida.
  • Menurunkan kadar obat digoxine, teofilin, dan obat diabetes, seperti insulin, metformin, nateglinide, glipizide, dan pioglitazone.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Levothyroxine

Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi levothyroxine adalah:

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Mual dan muntah.
  • Tremor.
  • Kram otot.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Diare.
  • Insomnia.
  • Keringat berlebih.
  • Perubahan siklus menstruasi (pada wanita).

Segera hubungi dokter jika efek samping makin memburuk atau timbul kondisi berikut ini:

  • Gejala alergi, seperti gatal, muncul ruam, sulit bernapas, serta pembengkakan di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan.
  • Nyeri dada.
  • Gangguan jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, jantung berdebar, dan gangguan irama jantung.