Perubahan suasana hati (mood swing) merupakan hal yang normal jika terjadi sesekali. Namun bila mood swing sering terjadi dan sampai menganggu kehidupan pribadi, ada kemungkinan kondisi ini terkait dengan gangguan kesehatan mental, yaitu penyakit bipolar.

Mood swing adalah perubahan mood (suasana hati) yang jelas terasa atau terlihat. Pada dasarnya, perubahan mood dan emosi ini bisa saja terjadi sesekali dan hal ini tidak disebabkan oleh kelainan tertentu. Namun jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai tanda-tanda lain, mood swing patut dicurigai sebagai gejala suatu gangguan mental.

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Mood Swing - Alodokter

Tanda-Tanda Mood Swing

Selama perubahan emosi tidak berdampak kepada kehidupan sehari-hari, maka hal ini masih dapat dianggap normal. Namun apabila perubahan suasana hati terjadi secara drastis, sering, berlarut-larut, dan hingga menganggu aktivitas, hal ini perlu diwaspadai.

Contohnya adalah mood swing yang berlangsung selama beberapa hari atau lebih, membuat Anda menjadi sangat senang dan sedih secara tidak terkontrol, impulsif, sangat mudah tersinggung, dan tidak bisa tidur, atau bila perubahan mood sampai mengganggu kegiatan sehari-hari dan merusak hubungan dengan orang terdekat.

Perhatikan juga jika mood swing telah mencapai tingkatan yang lebih parah, seperti menimbulkan rasa ingin melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup. Mood swing yang muncul bersamaan dengan gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan pertanda gangguan kesehatan mental.

Penyebab Mood Swing

Terdapat berbagai penyebab seseorang mengalami mood swing, di antaranya:

1. Kondisi hormon

Remaja, wanita hamil, dan wanita menopause adalah kelompok yang memiliki kemungkinan besar mengalami perubahan suasana hati terkait perubahan hormon.

2. Ketidakseimbangan kimia otak

Mood swing bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia otak yang mengatur suasana hati. Beberapa contoh zat kimia otak ini adalah serotonin dan dopamin.

3. Penyakit tertentu

Menderita penyakit tertentu juga menjadi faktor yang mendasari kemunculan mood swing. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid, dan kelainan pada otak.

4. Gangguan mental

Gangguan mental yang sering kali dikaitkan dengan keluhan mood swing adalah depresi, gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, skizofrenia, dan ADHD.

Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan mood swing.

Cara Mengatasi dan Mencegah Mood Swing

Jika perubahan emosi ini tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, mood swing biasanya bisa mereda sendiri tanpa perawatan khusus. Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah munculnya perubahan mood ini, yaitu:

Menjalani gaya hidup sehat

Menerapkan pola hidup yang sehat, termasuk olahraga teratur, tidur yang cukup, konsumsi makanan sehat, dan mengelola stres, dapat membantu menjaga mood tetap stabil.

Membuat mood diary

Jika mood swing sering dirasakan, amati tiap kali perubahan suasana hati ini terjadi, kapan waktunya dan apa alasannya. Kemudian catat dalam buku catatan pribadi. Dengan memerhatikan pola-pola tersebut, faktor pemicu mood swing dapat lebih mudah dikenali, sehingga bisa dihindari.

Berkonsultasi ke pskiater atau psikolog

Untuk mood swing yang parah atau sangat sering terjadi, hingga menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, sebaiknya dikonsultasikan pada pskiater atau psikolog. Psikiater atau psikolog dapat membantu Anda mengindentifikasi penyebab mood swing sekaligus memberikan penanganan yang tepat.

Mood swing yang disebabkan oleh gangguan mental sulit sembuh dengan sendirinya. Tanpa penanganan medis, sering kali kondisi penderita menjadi semakin buruk.

Pasien dengan mood swing dapat menjalani sesi konseling, dan setelah faktor penyebabnya diketahui, dokter akan memberikan penanganan, baik dengan psikoterapi maupun pemberian obat-obatan.