Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan drastis pada suasana hati. Penderita gangguan ini bisa merasa sangat gembira atau euforia, kemudian berubah menjadi sangat sedih.
Gangguan bipolar dapat diderita seumur hidup sehingga memengaruhi aktivitas penderitanya. Namun, pemberian obat-obatan dan psikoterapi dapat membantu penderita untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Penyebab Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar dapat terjadi pada pria maupun wanita. Penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti. Namun, gangguan bipolar diduga terjadi akibat beberapa faktor berikut:
-
Faktor genetik
Gangguan bipolar lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. -
Ketidakseimbangan kimia otak
Perubahan kadar neurotransmiter, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin, dapat memengaruhi suasana hati dan memicu episode bipolar. -
Faktor lingkungan
Kondisi tertentu dapat memicu atau memperparah gejala, seperti stres berat, trauma, kehilangan orang terdekat, atau perubahan besar dalam hidup. -
Gaya hidup dan penggunaan zat
Kurang tidur, pola hidup tidak teratur, serta konsumsi alkohol atau narkoba dapat meningkatkan risiko kambuhnya episode bipolar.
Gejala Gangguan Bipolar
Gejala utama gangguan bipolar adalah perubahan suasana hati (mood) yang drastis. Perubahan mood ini bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, atau bulan. Gejalanya meliputi fase mania yang berlanjut menjadi fase depresi berat.
Pada fase mania, penderita dapat mengalami:
- Perasaan gembira atau antusias
- Semangat yang menggebu-gebu
- Sulit tidur atau insomnia
Sementara pada fase depresi berat, gejala yang muncul berupa:
- Berkurangnya minat pada suatu kegiatan atau pekerjaan
- Perasaan bersalah secara berlebihan
- Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
Di antara fase mania dan depresi, penderita gangguan bipolar dapat mengalami fase normal (euthymia), yaitu saat suasana hati stabil. Namun, kondisi ini tidak menandakan bahwa penderita telah sembuh, karena gejala bisa kambuh kembali setelah beberapa waktu.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami mania dan depresi secara bersamaan, misalnya merasa sangat bersemangat tetapi tiba-tiba menjadi sedih. Kondisi ini dikenal sebagai gejala campuran (mixed state).
Jika Anda merasakan gejala di atas, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Anda juga bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi dan penanganan awal yang sesuai.
Kapan harus ke dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, perasaan sedih berkepanjangan, perilaku impulsif, gangguan tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Penanganan juga perlu segera dilakukan jika muncul keinginan menyakiti diri sendiri atau perilaku yang membahayakan, karena kondisi ini memerlukan bantuan medis secepatnya.
Diagnosis Gangguan Bipolar
Diagnosis gangguan bipolar dilakukan oleh dokter melalui wawancara medis dan evaluasi kondisi psikologis secara menyeluruh. Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, pola perubahan suasana hati, riwayat kesehatan, serta riwayat gangguan mental dalam keluarga.
Pasien juga dapat diminta mengisi kuesioner atau menjalani observasi untuk membantu menilai kondisi secara lebih akurat. Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang, seperti tes darah, untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan gejala serupa sebelum memastikan diagnosis.
Agar lebih mudah, Anda bisa memanfaatkan fitur booking dokter online. Dengan begitu, Anda dapat memilih jadwal sesuai waktu luang dan bertemu langsung dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Pengobatan Gangguan Bipolar
Pengobatan gangguan bipolar bertujuan untuk mengurangi frekuensi kemunculan gejala, membantu penderita agar bisa kembali beraktivitas, dan menurunkan risiko terjadinya gangguan kesehatan lain.
Adapun beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah:
- Pemberian obat-obatan, seperti obat penstabil suasana hati (mood stabilizer), obat antipsikotik, serta obat antidepresan, seperti fluoxetine (Kalxetin)
- Psikoterapi, seperti interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT), cognitive behavioral therapy (CBT), dan psikoedukasi
Komplikasi Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan penderitanya, mulai dari kesehatan mental hingga hubungan sosial dan produktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan lain jika tidak dikontrol dengan tepat.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Gangguan dalam pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial
- Penyalahgunaan alkohol atau narkoba
- Gangguan kecemasan atau depresi berat
- Masalah hukum atau keuangan akibat perilaku impulsif saat mania
- Keinginan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
Pencegahan Gangguan Bipolar
Belum ada metode yang dapat mencegah gangguan bipolar. Namun, kekambuhan gejalanya bisa dikurangi dengan melakukan beberapa hal berikut:
- Rutin mengonsumsi obat sesuai resep dokter dan menjalani psikoterapi
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol atau menyalahgunakan NAPZA
- Berolahraga secara rutin
- Mengelola stres dengan baik
- Beristirahat dan tidur yang cukup
- Menjalin hubungan baik dengan keluarga dan teman