Dalam mendiagnosis gangguan bipolar, dokter biasanya akan terlebih dahulu menggali keterangan secara langsung dari pasien atau seseorang yang mendampingi pasien berobat. Dokter atau psikiater akan bertanya apakah pasien pernah mengalami perubahan suasana hati secara drastis, apa yang dirasakannya ketika periode tersebut muncul, dan kapan periode tersebut terjadi.

Setelah itu, dokter atau psikiater juga akan menanyai riwayat kesehatan keluarga pasien, yaitu apakah dirinya memiliki kakak, adik, atau orang tua yang mengidap gangguan bipolar. Dokter juga mungkin akan melakukan tes untuk mengukur kadar hormon tiroid dan memastikan gejala yang diderita oleh pasien bukanlah akibat hipotiroid atau hipertiroid.

Selain bertanya langsung kepada pasien atau seseorang yang mendampingi pasien berobat, dokter kemungkinan juga perlu menganalisis data dari buku harian tentang suasana hati. Dalam hal ini, pasien akan diberi tugas oleh psikiater untuk mencatat tentang suasana hati yang dirasakannya tiap hari, pola tidur sehari-hari, dan hal-hal lain yang terkait dengan kondisi kejiwaan.

Jika seluruh keterangan sudah terkumpul, maka penyimpulan bisa lebih mudah dilakukan. Keterangan lengkap juga akan membantu dokter dalam memberikan pengobatan yang tepat.