Beberapa gejala yang dialami penderita gangguan bipolar mirip dengan kondisi lain, seperti penyakit tiroid, serta dampak dari kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA. Maka dari itu, dokter terlebih dahulu akan mengajukan beberapa pertanyaan ke keluarga atau kerabat pasien terkait gejala, seperti sejak kapan dan seberapa sering gejala gangguan bipolar muncul, serta melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab gejala yang muncul.

Setelah hasil pemeriksaan awal menunjukan adanya dugaan gangguan bipolar, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater. Psikiater akan melakukan pengamatan terhadap pola berbicara, berpikir, dan bersikap pasien.

Dalam proses pengamatan, psikiater juga akan menanyakan riwayat penyakit keluarga pasien, riwayat gejala yang dirasakan, hingga pola tidur pasien. Psikiater juga dapat memberikan kuesioner yang dapat diisi pasien.

Ketika hasil pemeriksaan dirasa cukup, psikiater akan mengklasifikasikan kondisi pasien berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).