Hingga kini para ahli belum mengetahui penyebab terjadinya gangguan bipolar. Kondisi ini diduga muncul akibat adanya ketidakseimbangan neurotransmitter di dalam otak. Neurotransmitter meliputi dopamine, serotonin, dan noradrenaline yang memiliki fungsi mengendalikan fungsi-fungsi otak. Dugaan bahwa gangguan bipolar dipengaruhi oleh ketidakseimbangan neurotransmitter diperkuat dengan bukti medis, yaitu ketika seseorang memiliki kadar noradrenaline terlalu rendah sehingga memicu episode depresi. Dan sebaliknya, ketika kadar noradrenaline terlalu tinggi, maka yang muncul adalah episode mania.

Pendapat sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan genetika yang diwariskan dari orang tua dan faktor lingkungan di mana seseorang dibesarkan.

Seseorang yang menderita gangguan bipolar, gejalanya dapat muncul sewaktu-waktu. Kemunculan gejala ini bisa dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah stres berlebihan, misalnya karena ditinggal mati oleh orang yang dicintai, karena perceraian atau putus hubungan dengan kekasih, dan karena pelecehan. Stres tidak boleh dianggap enteng karena terbukti menjadi pemicu utama hampir sebagian besar masalah-masalah psikologis, termasuk gangguan bipolar.

Selain stres, faktor-faktor lainnya yang bisa memicu kemunculan gejala atau umumnya ditemukan bersamaan dengan gangguan bipolar adalah:

  • Masalah rumah tangga, keuangan, atau pekerjaan
  • Kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang
  • Masalah rumah tangga, keuangan, atau pekerjaan
  • Gangguan tidur
  • Penyakit fisik