Dibandingkan kehamilan tunggal, kehamilan kembar sedikit lebih berisiko untuk mengalami komplikasi seperti preeklamsia dan diabetes gestasional. Dengan kata lain, bayi kembar dalam kandungan memerlukan perhatian lebih ekstra, karena kondisi kehamilan yang dialami bisa berbeda dengan kehamilan tunggal.

Memiliki bayi kembar dalam kandungan tidak perlu disikapi dengan kepanikan. Namun, calon orang tua harus menyiapkan bekal informasi seputar menjalani kehamilan kembar. Hal ini dimaksudkan agar bisa mengantisipasi segala perubahan selama kehamilan, dan menjalani kehamilan dengan lancar hingga saat persalinan tiba.

Ketahui Hal-hal ini Jika Ibu Punya Bayi Kembar dalam Kandungan - Alodokter

Kondisi yang Mungkin Terjadi Saat Hamil Bayi Kembar

  • Mual dan muntah lebih hebat
    Saat memiliki bayi kembar dalam kandungan, Anda mungkin mengalami mual dan muntah yang lebih parah pada trimester pertama dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Hal ini kemungkinan disebabkan kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang lebih tinggi. Tetapi jangan khawatir, karena masa-masa mual dan muntah ini biasanya tidak lebih panjang daripada kehamilan tunggal, yaitu sekitar 3-4 bulan.
  • Gerakan bayi tidak terasa pada masa awal kandungan
    Jangan harap dapat merasakan gerakan atau tendangan dari bayi kembar lebih awal dibandingkan kehamilan tunggal. Gerakan-gerakan bayi kembar biasanya akan mulai dirasakan pada usia kehamilan 18-20 minggu. Pergerakan bayi tunggal pun mulai terasa pada usia kehamilan yang sama. Seorang ibu mungkin mampu merasakan pergerakan bayi lebih awal apabila sudah pernah hamil sebelumnya, sehingga lebih peka dalam membedakan aktivitas saluran cerna dengan pergerakan bayi.
  • Risiko preeklamsia menjadi lebih tinggi
    Dibandingkan kehamilan tunggal, preeklamsia lebih sering terjadi pada kehamilan bayi kembar. Preeklamsia merupakan kondisi tekanan darah tinggi, urine yang mengandung protein, serta dapat disertai pembengkakan tangan dan kaki pada ibu hamil. Kondisi ini patut diwaspadai karena menyimpan risiko yang lebih serius, yaitu eklamsia, di mana terjadi kejang-kejang pada ibu hamil.
  • Lebih sering mendapati bercak
    Mengalami bercak atau flek cokelat yang keluar dari vagina selama trimester pertama adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Asalkan flek tersebut tidak disertai adanya kram, keluar gumpalan-gumpalan seperti daging, atau disertai perdarahan yang banyak. Saat memiliki bayi kembar dalam kandungan, kemunculan bercak bisa menjadi lebih sering.
    Meski tergolong normal, tetap waspadai bercak yang tidak biasa seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Hal ini karena bisa jadi menunjukkan suatu keadaan yang serius, seperti keguguran. Dibandingkan kehamilan tunggal, risiko keguguran saat memiliki bayi kembar dalam kandungan memang lebih tinggi.
  • Lebih berisiko mengalami diabetes gestasional
    Diabetes gestasional adalah diabetes yang dialami selama masa kehamilan. Ketika hamil bayi kembar, risiko terkena penyakit ini akan meningkat dibandingkan pada kehamilan bayi tunggal. Salah satu risiko diabetes gestasional pada kehamilan tunggal adalah berat bayi bisa menjadi lebih besar sehingga Anda mungkin harus melahirkan melalui bedah caesar. Namun karena biasanya bayi kembar bukanlah bayi yang berukuran besar, risiko tersebut mungkin lebih jarang terjadi. 
  • Bayi kembar mengalami masalah pertumbuhan
    Kondisi ini juga dapat menimpa bayi dari kehamilan tunggal. Namun pada bayi kembar salah satu bayi lebih berisiko mengalami masalah pertumbuhan karena bayi yang lain mendapat asupan darah yang lebih banyak dibandingkan bayi yang mengalami gangguan ini.
    Hal ini lebih berisiko terjadi pada kehamilan identik di mana kedua bayi mendapat aliran darah hanya dari satu plasenta. Kondisi ini membuat satu bayi mendapat nutrisi yang cukup sedangkan bayi yang lain kekurangan nutrisi.
  • Bobot tubuh lebih berat
    Bobot tubuh ibu yang memiliki bayi kembar dalam kandungan kemungkinan lebih berat dibandingkan dengan ibu hamil bayi tunggal. Hal tersebut dapat terjadi karena hamil kembar berarti mengandung dua bayi serta cairan ketuban yang lebih banyak di dalam rahim. Dengan kondisi ini, Anda juga kemungkinan memerlukan kalori yang lebih banyak. Konsultasikan kepada dokter kandungan tentang cara mendapatkan berat badan yang ideal selama kehamilan.
  • Kemungkinan melahirkan dengan operasi caesar
    Kemungkinan dilakukannya operasi caesar ketika hamil bayi kembar menjadi lebih tinggi. Salah satunya adalah karena posisi sungsang yang sering dialami bayi kembar. Anda tidak perlu memaksakan untuk melahirkan secara normal jika kondisinya benar-benar tidak memungkinkan. Sebaliknya, persiapkan diri Anda untuk menghadapi persalinan dengan operasi caesar.

Hamil dengan bayi kembar dalam kandungan memang menjadikan ibu menghadapi banyak risiko, namun Anda tidak perlu khawatir. Setelah tahu berbagai risikonya, Anda justru bisa lebih perhatian dalam menjaga kesehatan. Apalagi kebanyakan dari komplikasi-komplikasi tersebut relatif jarang terjadi. Untuk meminimalkan segala risiko pada kehamilan kembar, lakukan konsultasi kehamilan ke dokter kandungan secara teratur.