Perbedaan sedih dan depresi dapat dikenali dari beratnya gejala yang muncul dan seberapa lama gejala tersebut dirasakan. Selain itu, perbedaan antara sedih dan kondisi depresi juga terdapat pada dampaknya terhadap kualitas hidup seseorang.

Sebagian orang menganggap depresi dan sedih adalah hal yang sama. Padahal, ada sejumlah perbedaan yang sangat mendasar antara sedih dan depresi.

Ketahui Perbedaan Sedih dan Depresi, serta Penanganannya - Alodokter

Perasaan sedih muncul sebagai reaksi normal ketika seseorang mengalami stres berlebihan, misalnya ketika ada kerabat atau keluarga yang meninggal, baru saja bercerai, atau baru diberhentikan dari pekerjaannya. Setelah masa sulit tersebut usai, biasanya perasaan sedih akan hilang dengan sendirinya.

Berbeda dengan rasa sedih, depresi berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini merupakan gangguan mental serius yang dapat mengancam kesehatan psikis dan fisik. Jika depresi tidak diobati, sangat kecil kemungkinannya untuk bisa sembuh sendiri.

Perbedaan Sedih dan Depresi dari Berbagai Aspek

Berikut ini adalah sejumlah perbedaan sedih dan depresi yang perlu Anda ketahui:

1. Faktor pemicu yang berbeda

Perbedaan sedih dan depresi juga terletak pada ada atau tidaknya pemicu. Sedih biasanya dipicu oleh kesulitan hidup, sakit hati, atau peristiwa tidak menyenangkan, seperti kematian orang terdekat atau perceraian. Dengan kata lain, kita cenderung merasa sedih karena ada peristiwa atau faktor pencetus yang jelas.

Sedangkan depresi tidak selalu muncul saat terjadi peristiwa atau situasi sulit. Depresi bahkan kerap terjadi tanpa ada faktor pemicu yang jelas. Orang yang depresi cenderung akan merasa sedih atau hampa setiap waktu, meski tidak ada peristiwa tertentu yang menimpanya.

2. Dampaknya terhadap kualitas hidup

Perasaan sedih biasanya bersifat sementara dan akan menghilang seiring waktu ketika peristiwa sulit terlewati atau hanya dengan melakukan hal yang menyenangkan. Sedangkan depresi dapat mempengaruhi pikiran, emosi, persepsi, dan perilaku seseorang secara menetap.

Berbeda dengan rasa sedih, depresi tidak dapat hilang dengan sendirinya dan butuh penanganan medis untuk mengatasi gejalanya.

Orang yang mengalami depresi akan merasa kurang berenergi, tidak termotivasi, dan hampa. Perasaan tersebut bisa dirasakan cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, dan produktivitas.

3. Gejala depresi lebih berat dari sekedar perasaan sedih

Ketika sedih, seseorang cenderung meluapkannya dengan menangis atau menyendiri sementara waktu hingga perasaan sedih tersebut hilang. Berbeda dengan perasaan sedih biasa, gejala depresi bisa dirasakan terus menerus dan berkepanjangan.

Tidak hanya perasaan sedih, depresi juga memiliki gejala penyerta lainnya, seperti:

  • Merasa sedih, cemas dan hampa sepanjang waktu.
  • Merasa tidak berharga dan dibebani rasa bersalah atau penyesalan yang dalam.
  • Kehilangan minat terhadap segala hal, termasuk terhadap kegiatan atau hobi yang sebelumnya diminati.
  • Mudah marah dan tersinggung.
  • Tidak mau keluar rumah atau merawat diri sendiri.
  • Insomnia atau justru terlalu banyak tidur.
  • Selera makan menurun atau sebaliknya, nafsu makan terus meningkat.
  • Perubahan berat badan yang signifikan.
  • Selalu merasa kelelahan dan hilang tenaga.
  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan.
  • Tidak ada atau berkurangnya gairah seksual.
  • Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri.

Seseorang dapat disebut menderita depresi apabila memiliki beberapa gejala di atas dan gejala tersebut menetap hingga 2 minggu atau lebih.

Jangan pernah berpikir untuk bertahan, apalagi menunggu gejala-gejala itu berlalu. Segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat apabila Anda atau kenalan Anda menunjukkan gejala-gejala depresi tersebut.

4. Penanganan depresi dan rasa sedih berbeda

Saat hidup terasa sulit dan perasaan sedih melanda, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan perasaan tersebut. Cara untuk mengatasi rasa sedih setiap orang berbeda-beda, antara lain:

  • Memanjakan diri dengan melakukan perawatan kecantikan di salon kecantikan atau spa, mengonsumsi makanan enak yang disukai, menonton film atau serial komedi, hingga pergi berlibur atau jalan-jalan untuk beberapa hari.
  • Rutin berolahraga dan istirahat yang cukup.
  • Melakukan meditasi atau mandi air hangat sebelum tidur, jika rasa sedih menyebabkan sulit tidur.
  • Curhat atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat, atau bermain dengan binatang peliharaan.

Cara-cara di atas juga bisa membantu seseorang yang mengalami depresi merasa lebih baik. Namun umumnya, depresi tidak akan mereda tanpa pengobatan. Orang yang depresi membutuhkan perawatan khusus dari psikiater, berupa konseling, psikoterapi, dan pemberian obat-obatan antidepresan.

Depresi dan rasa sedih memang dua hal yang saling terkait, tetapi keduanya tetap tidak sama. Sedih adalah bagian dari depresi, tetapi perasaan sedih ini umumnya bersifat sementara. Sedangkan depresi adalah penyakit yang tidak akan membaik jika tidak diobati.