Kiranti adalah produk herbal yang bermanfaat untuk meredakan nyeri haid dan pegel linu. Kiranti memiliki tiga varian produk yang dijual di pasaran, yaitu Kiranti Sehat Datang Bulan Original, Kiranti Sehat Datang Bulan Orange, dan Kiranti Pegal Linu Honey Ginger.

Kiranti mengandung kombinasi dari berbagai bahan herbal alami, seperti kunyit, jahe, kencur, asam jawa, kayu manis, guarana, pandan, dan gula jawa. Kombinasi bahan-bahan tersebut dipercaya dapat mengatasi nyeri haid, melancarkan menstruasi, menyegarkan tubuh, dan menghilangkan bau badan yang tidak sedap.

Worms in Adult

Selain meredakan nyeri haid, Kiranti Pegal Linu juga berkhasiat untuk meringankan sakit pada persendian dan menghangatkan tubuh.

Produk Kiranti

Kiranti dikemas dalam bentuk minuman kemasan botol. Ada tiga varian produk Kiranti yang dijual di Indonesia, yaitu:

1. Kiranti Sehat Datang Bulan Original

Kiranti Sehat Datang Bulan dengan rasa original mengandung 30 gram kunyit, 6 gram asam jawa, 2,5 gram gula jawa, 2 gram kencur, 0,8 gram jahe, 0,3 gram pandan, 0,23 gram guarana, 0,1 gram kayu manis, dan air. Kiranti dapat dikonsumsi 3 hari sebelum hingga 3 hari sesudah haid.

2. Kiranti Sehat Datang Bulan Orange

Kiranti Sehat Datang Bulan dengan rasa jeruk mengandung 18,5 gram konsentrat jeruk, 12 gram kunyit, 2,5 gram kencur, 2 gram gula jawa, 0,8 gram jahe, 0,25 gram kurkumin, 0,23 gram guarana, 0,1 gram kayu manis, 0,1 gram asam jawa, dan air.

3. Kiranti Pegal Linu Honey Ginger

Kiranti Pegal Linu dengan rasa madu jahe mengandung 10 gram jahe, 7,5 gram gula jawa, 6 gram kunyit, 5,5 gram madu, 1,4 gram asam jawa, 1 gram kencur, 0,45 gram kayu manis, 0,23 gram guarana, 0,15 gram myristicae flos, 0,09 gram caryophylli flos, dan air. Kiranti Pegal Linu dapat dikonsumsi setiap hari.

Apa Itu Kiranti

Bahan Aktif Ekstrak kunyit, asam jawa, kencur, pandan, jahe, guarana, dan kayu manis
Golongan Obat bebas
Kategori Obat herbal (jamu)
Manfaat meredakan nyeri haid dan pegal linu
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak atau remaja berusia 10–16 tahun yang sudah haid
Kiranti untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.

Kiranti belum diketahui apakah dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Sirop

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Kiranti

Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Kiranti:

  • Jangan mengonsumsi Kiranti jika Anda alergi terhadap kandungan produk herbal ini.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Kiranti jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Kiranti jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Kiranti mengandung kombinasi bahan herbal, salah satunya kunyit. Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Kiranti jika Anda menderita diabetes, penyakit hati, kelainan darah, penyakit kandung empedu, defisiensi zat besi, GERD, atau kanker payudara.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Kiranti jika Anda berencana menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Kiranti.

Dosis dan Aturan Pakai Kiranti 

Secara umum, Kiranti dapat dikonsumsi secara rutin 1–2 botol per hari, sejak 3 hari sebelum menstruasi hingga 3 hari sesudah menstruasi. Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui dosis dan durasi penggunaan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Mengonsumsi Kiranti dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Kiranti. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Sebelum mengonsumsi Kiranti, jangan lupa kocok obat sebelum diminum agar semua kandungan yang ada dapat tercampur rata saat dikonsumsi.

Untuk mengurangi nyeri haid dan membuat menstruasi lebih teratur, Anda disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin, tidur dan istirahat yang cukup, serta mengelola stress dengan baik.

Banyak orang berpikir bahwa mengonsumsi obat herbal selalu aman karena kandungannya alami. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua obat herbal sudah melewati tahap uji klinis yang benar-benar membuktikan efektivitas dan keamanannya. Efek samping dan efek interaksinya dengan obat lain pun belum diketahui secara pasti.

Sebaiknya, tanyakan dulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat herbal dan jangan menghentikan obat lain yang diberikan oleh dokter, kecuali atas instruksi dokter.

Simpan Kiranti dalam wadah tertutup pada suhu ruangan, di tempat yang kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan produk ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kiranti dengan Obat Lain

Kandungan kunyit yang ada di dalam Kiranti diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya memar atau perdarahan jika dikonsumsi bersama obat antikoagulan atau antiplatelet.

Selain interaksi obat yang telah disebutkan di atas, belum diketahui efek interaksi lain yang dapat muncul bila Kiranti digunakan bersama obat, suplemen, atau produk herbal lain. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter jika Anda ingin mengonsumsi Kiranti bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Kiranti

Jika dikonsumsi sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan, Kiranti umumnya aman. Namun, pada beberapa orang, kandungan kunyit di dalam Kiranti dapat menimbulkan efek samping berupa pusing, mual, sakit perut, atau diare.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau semakin memburuk. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi Kiranti.