Kolostrum adalah makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu, sebelum air susu ibu (ASI). Kolostrum ini memiliki banyak peran penting bagi kesehatan bayi, salah satunya untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi Anda.

Kolostrum sudah mulai diproduksi sejak masa kehamilan, hingga 2-4 hari setelah melahirkan. Warna dan tekstur kolostrum sedikit berbeda dari ASI. Kolostrum berwarna kuning keemasan dan teksturnya lebih kental.

Kolostrum: Nutrisi Lengkap dan Alami untuk Bayi - Alodokter

Beberapa hari setelah bayi lahir, kolostrum akan digantikan oleh ASI transisi, sebelum akhirnya menjadi ASI yang sebenarnya. Perlahan-lahan, ASI akan menjadi lebih encer dan warnanya menjadi lebih putih.

Ketahui Isi Kandungan Kolostrum

Rata-rata wanita akan menghasilkan sekitar 50 ml cairan kolostrum, dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah melahirkan. Di dalam kolostrum terkandung sel darah putih dan zat pembentuk kekebalan tubuh yang disebut imunoglobulin. Kedua kandungan ini berperan penting dalam membantu tubuh bayi melawan bakteri, jamur, dan virus penyebab infeksi.

Tidak hanya itu, kolostrum juga mengandung nutrisi penting, seperti karbohidrat, lemak, protein, air, vitamin A, B, dan K, serta kalium, zinc, dan kalsium yang dibutuhkan oleh bayi untuk menunjang proses tumbuh kembangnya.

Ragam Manfaat Kolostrum untuk Bayi

Ada banyak manfaat kolostrum untuk kesehatan bayi, di antaranya:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sudah banyak riset kesehatan yang mengungkapkan bahwa kolostrum sangat penting untuk memperkuat daya tahan tubuh bayi. Bayi yang diberikan kolostrum dan ASI terbukti lebih jarang sakit. Kolostrum membuat bayi lebih terlindung dari beragam penyakit, seperti pneumonia, flu, bronchitis, dan diare.

2. Mendukung kesehatan pencernaan

Kolostrum yang diminum oleh bayi akan menjadi lapisan tipis di saluran cernanya. Lapisan ini berperan untuk melindungi usus dan lambungnya dari iritasi dan infeksi. Saluran cerna yang sehat akan membuat bayi mampu menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Selain itu, kolostrum juga dapat mencegah risiko bayi terkena necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu penyakit infeksi yang dapat merusak dinding usus bayi. Penyakit ini bisa membahayakan nyawa bayi jika tidak diobati.

3. Mencegah penyakit kuning

Bayi kuning umumnya terjadi karena adanya penumpukan bilirubin, yaitu zat yang memberikan warna kuning pada pada urine dan tinja. Jika kadar bilirubin terlalu tinggi, tubuh bayi bisa menjadi kuning. Kolostrum yang diminum bayi memiliki efek laksatif, sehingga bayi dapat membuang bilirubin lewat tinja dengan lebih baik.

4. Mendukung tumbuh kembang yang optimal

Kolostrum memiliki manfaat sebagai pelengkap nutrisi dalam pertumbuhan dan perkembangan saraf pada bayi. Bayi yang diberikan kolostrum dan ASI memiliki peningkatan berat badan dan perkembangan saraf otak yang lebih baik, jika dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Selain bermanfaat untuk bayi, kolostrum juga bermanfaat bagi ibu menyusui. menurut suatu riset, ibu yang menyusui dan memberikan kolostrum pada bayinya berisiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes tipe 2.

Upayakan untuk memberikan kolostrum pada bayi segera setelah melahirkan. Jika Anda merasa sulit menghasilkan kolostrum dan ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi pada konsultan laktasi atau dokter kandungan.