Reply To: asam urat dan obat nya

Home komunitas Penyakit asam urat dan obat nya Reply To: asam urat dan obat nya

Hai Cobra Key,

Penyakit rematik akibat kadar asam urat yang tinggi disebut juga penyakit pirai atau gout.

Gejala umum pada penyakit tersebut adalah nyeri pada sendi yang dapat disertai dengan bengkak. Selain itu kulit di atas sendi terlihat merah mengkilap yang berubah menjadi mengelupas dan terasa gatal apabila radang pada sendi mereda.

Untuk lebih memahami mengenai gejala asam urat anda dapat membuka halaman berikut :

http://www.alodokter.com/rematik-asam-urat

Kesemutan dan rasa kebal yang Anda alami bukan merupakan gejala yang umum terjadi pada penyakit rematik asam urat. Namun untuk dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit rematik asam urat, diperlukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah.

Kemungkinan lain dari penyebab kesemutan yang Anda alami adalah :

1. Tekanan pada saraf ketika tertidur dengan posisi tangan yang menyangga kepala

2. Kurang asupan vitamin (misalnya vitamin E, B1, B3,B6, dan B12)

3. Gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi

4. Neuropati Diabetik (Gangguan saraf yang disebabkan oleh penyakit diabetes)

5. Sindrom Lorong Karpal (Salah satu saraf tangan di pergelangan tangan terjepit sehingga menyebabkan gejala kesemutan dan mati rasa)

6. dan lain lain

 

Penyebab kesemutan yang Anda alami dapat diketahui melalui serangkaian pemeriksaan fisik, pemeriksaan saraf, dan tes darah. Sehingga Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari kesemutan dan kebal yang Anda rasakan.

Yang dapat Anda lakukan di rumah adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, konsumsi vitamin (misalnya vitamin B1, B3,B6, dan B12), memperbaiki posisi tidur, hindari konsumsi alkohol dan rokok. Namun apabila gejala yang Anda alami masih berlanjut,segera periksakan diri ke dokter.

Perbincangan mengenai topik yang sama dapat pula Anda buka pada halaman berikut :

http://www.alodokter.com/komunitas/topic/kesemutan-ruas-jari-tangan/

Semoga bermanfaat,

dr.Debby Phanggestu