Saat dilahirkan, bayi akan segera memasuki masa transisi untuk mampu bernapas sendiri. Sayangnya, tidak semua bayi bisa beradaptasi dengan baik. Jika bayi mengalami kondisi tersebut, maka resusitasi bayi baru lahir perlu dilakukan untuk membantu pernapasannya, hingga ia mampu bernapas sendiri.

Secara umum, resusitasi jantung paru merupakan teknik penanganan medis yang penting dilakukan dalam kondisi darurat, dengan tujuan agar sirkulasi darah tetap terjaga dan oksigen tetap beredar ke seluruh tubuh. Teknik ini biasa dilakukan pada orang yang mengalami gangguan pernapasan, atau henti jantung, termasuk bagi bayi baru lahir yang mengalami masalah tersebut.

Kondisi yang Memerlukan Resusitasi Bayi Baru Lahir - Alodokter

Kapan Resusitasi Bayi Baru Lahir Perlu Dilakukan?

Aspek yang perlu diperhatikan pada bayi yang baru lahir, antara lain apakah bayi lahir cukup bulan, bagaimana kekuatan otot bayi, dan apakah bayi menangis dan mampu bernapas saat dilahirkan. Jika bayi tidak memenuhi aspek tersebut, maka bayi mungkin perlu mendapatkan resusitasi.

Di samping itu, ada beberapa faktor risiko lain yang menyebabkan bayi baru lahir mungkin memerlukan resusitasi, yaitu:

  • Bayi yang kondisinya dipengaruhi oleh gangguan kehamilan
  • Bayi yang lahir prematur, yaitu lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu
  • Bayi lahir sungsang
  • Bayi kembar
  • Bayi lahir dengan gangguan pernapasan

Langkah Resusitasi pada Bayi Baru Lahir

Umumnya saat bayi baru dilahirkan dokter dan tim medis akan mengeringkan tubuh bayi dan menyelimutinya, menjaga suhu agar tetap hangat dan menempatkan bayi pada posisi yang benar. Kemudian, memberikan aliran oksigen kepada bayi dengan kadar yang sesuai dengan kondisi bayi baru lahir, sambil melakukan observasi atau pemantauan pada bayi yang baru lahir.

Dalam melakukan observasi, dokter akan memeriksa sistem pernapasan bayi, pergerakan bayi, kesadaran bayi, dan perubahan warna kulit bayi. Jika dari hasil pemantauan ditemukan bahwa kondisi bayi memerlukan resusitasi, maka akan dilakukan:

  • Pemberian stimulasi atau rangsangan untuk memancing bayi bernapas sendiri.
  • Pemberian bantuan napas buatan melalui hidung dan mulut bayi.
  • Kompresi atau penekanan dada bayi secara konsisten untuk membantu merangsang kerja jantung dan melancarkan sirkulasi darah.
  • Jika diperlukan, dilakukan pemberian obat-obatan untuk membantu memulihkan kondisi bayi.

Bila saat observasi, bayi dicurigai mengalami gangguan atau henti napas akibat tersedak, maka dokter akan berupaya untuk mengatasinya dengan membersihkan hambatan jalan napas bayi. Dalam kondisi seperti ini, langkah pertama yang dilakukan dokter adalah memeriksa bagian dalam mulut dan hidung bayi. Jika ditemukan benda atau cairan (misalnya cairan ketuban) yang menyumbat saluran pernapasannya, dokter akan menyedot cairan tersebut dari mulut si bayi. Kemudian melakukan penanganan resusitasi yang diperlukan.

Resusitasi bayi baru lahir umumnya hanya dilakukan dokter dan tenaga medis yang berpengalaman. Meski demikian, orangtua juga dapat mempelajari sebagian besar teknik-teknik dasar resusitasi bayi. Sebab, pemahaman tentang teknik resusitasi yang benar sangat diperlukan pada keadaan darurat, dan amat bermanfaat sebagai langkah pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa.