Kucing Sphynx merupakan salah satu ras kucing paling unik di dunia karena memiliki tubuh yang hampir tidak ditutupi bulu. Nah, karena penampilannya yang berbeda sering membuat banyak orang mengira ras ini sulit dipelihara. Padahal, di balik tampilannya tersebut, kucing Sphynx dikenal sangat ramah, penyayang, dan senang berinteraksi dengan manusia lho.

Meski dinamai Sphynx karena terinspirasi dari patung Sphinx yang terkenal, kucing Sphynx sebenarnya bukan berasal dari Mesir, melainkan Kanada.

Kucing Sphynx, Si Unik Tanpa Bulu - Alodokter

Sejarah kucing ini dimulai pada tahun 1966, ketika para peternak di Kanada mencoba menghasilkan ras kucing Sphynx dengan mengawinkan seekor kucing dengan genetik tanpa bulu dengan kucing lain yang juga membawa mutasi genetik yang sama. Nah, dari situ, lahirlah ras kucing Sphynx seperti yang kita kenal saat ini.

Ciri Khas dan Karakter Kucing Sphynx

Berikut beberapa ciri dan sifat khas yang membuat kucing Sphynx begitu unik:

1. Memiliki bulu sangat tipis

Jika dilihat sekilas atau dari jarak jauh, tubuh kucing Sphynx memang terlihat tidak memiliki bulu. Padahal jika diraba, mereka sebenarnya memiliki bulu lho. 

Bulu ini sangat tipis seperti beludru, nyaris tidak tampak secara kasat mata, dan paling banyak ditemukan di bagian kepala, ekor, atau bagian bawah kaki. 

2. Kulit keriput dan telinga besar

Ciri khas lain yang membuat kucing Sphynx berbeda dari kucing lain adalah kulitnya yang tampak berlipat-lipat atau keriput, terutama di sekitar kepala, leher, dan bahu. Meski begitu, kerutan ini adalah bagian alami dari kulit mereka kok dan bukan tanda masalah kesehatan. 

Selain itu, telinga kucing Sphynx juga berukuran sangat besar, tegak, dan berbentuk runcing, persis seperti telinga kelelawar. Nah, karena bentuk telinga yang unik ini, hal itu membuat makin mudah membedakan kucing Sphynx dari ras kucing lain.

3. Mata besar dan ekspresif

Bola mata kucing Sphynx relatif besar, bulat, dan sering kali sangat tajam atau terlihat “menatap,” sehingga wajahnya tampak sangat ekspresif dan menarik perhatian. 

Mata yang besar ini juga membuat kucing Sphynx mudah dipahami suasana hatinya, seperti sedang senang, penasaran, atau ingin bermanja dengan pemiliknya.

4. Bertubuh atletis dan aktif

Walau sekilas terlihat rapuh karena tak berbulu, tubuh kucing Sphynx sebenarnya berotot lho. Hal ini karena kucing Sphynx sangat energik dan sangat suka bergerak, melompat, dan bermain aktif.

5. Ramah, suka perhatian, dan mudah akrab dengan manusia

Kucing Sphynx dikenal tidak suka kesepian. Ia senang mendapat perhatian, suka digendong, dipeluk, dan sering mengikuti manusia ke mana saja di rumah. 

Karakter cerewet dan ingin mengetahui segala aktivitas pemilik membuatnya menjadi teman setia. Selain itu, kucing Sphynx juga mudah akrab dengan anak-anak maupun hewan peliharaan lain jika diperkenalkan secara perlahan.

Risiko Kesehatan yang Rentan Terjadi pada Kucing Sphynx

Kucing Sphynx memiliki beberapa risiko masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, berikut di antaranya:

1. Infeksi kulit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kucing Sphynx memiliki bulu yang sangat tipis sehingga kulitnya langsung terpapar oleh lingkungan. Nah, hal itu membuat kucing Sphynx menjadi mudah terkena iritasi serta infeksi jamur atau bakteri. 

Infeksi kulit biasanya terjadi pada kucing Sphynx jika kulitnya terlalu lembap, jarang dibersihkan, atau terdapat luka kecil yang tidak segera ditangani.

2. Sunburn

Karena bulunya sangat tipis, kucing Sphynx juga sangat mudah terkena sunburn jika terlalu lama terpapar sinar matahari langsung. Jika sudah terkena sunburn, kucing Sphynx bisa merasa sangat tidak nyaman karena kulitnya terasa panas, memerah, bahkan melepuh. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi sekunder. 

3. Hipotermia

Kucing Sphynx juga mudah terkena hipotermia. Hal ini karena bulu kucing Sphynx sangat tipis sehingga pada suhu dingin, tubuhnya tidak bisa mempertahankan panas dengan baik. Kondisi ini bisa ditandai dengan tubuhnya yang kaku, lemas, menggigil, bahkan bisa tidak sadar jika suhu tubuh turun drastis.

4. Masalah jantung genetik

Salah satu penyakit genetik yang rentan dialami kucing Sphynx adalah hypertrophic cardiomyopathy (HCM), yaitu penebalan otot jantung yang dapat menyebabkan gangguan jantung. 

Penyakit ini kadang sangat sulit dideteksi secara dini karena gejalanya samar, seperti napas cepat, lemas, atau nafsu makan turun. Oleh karena itu, skrining rutin di dokter hewan sangat disarankan terutama jika kucing Sphynx mulai menunjukkan tanda tidak aktif atau sesak napas.

Cara Merawat Kucing Sphynx

Agar kucing Sphynx kesayangan Anda tetap sehat, berikut langkah-langkah perawatan penting yang perlu diperhatikan:

1. Rutin mandikan kucing Sphynx

Karena tidak memiliki bulu tebal, keringat, minyak, dan kotoran mudah menempel di permukaan kulit kucing Sphynx. Oleh karena itu, penting untuk rutin memandikan kucing Sphynx setidaknya seminggu sekali. Pasalnya, jika tidak dibersihkan secara rutin, kulitnya bisa berminyak, terasa lengket, hingga rentan iritasi atau bau. 

Meski begitu, kucing Sphynx sebaiknya dimandikan dengan menggunakan sampo khusus kucing yang lembut, dengan air hangat, dan dikeringkan dengan handuk halus agar kulitnya tidak terluka. 

2. Bersihkan telinga kucing Sphynx secara teratur

Kucing Sphynx sangat mudah mengalami penumpukan kotoran telinga (ear wax) karena tidak ada bulu pelindung untuk menyaring debu di telinganya. 

Oleh karena itu, bersihkan telinga kucing Sphynx dengan kapas atau cotton bud dan cairan pembersih khusus kucing setiap 1–2 minggu sekali. Namun, pastikan Anda tidak menggunakan cotton bud secara dalam agar tidak melukai telinga bagian dalam kucing Sphynx. 

3. Jaga suhu tubuh

Kucing Sphynx tidak tahan suhu dingin karena bulunya sangat tipis. Oleh karena itu, saat cuaca dingin atau di ruangan ber-AC, berikan pakaian khusus kucing yang nyaman atau sediakan selimut hangat agar suhu tubuh kucing Sphynx tetap stabil. 

Sebaliknya, saat cuaca panas, pastikan ventilasi ruangan baik dan nyalakan kipas angin agar kucing Sphynx tidak kepanasan. Namun, hindari paparan kipas angin langsung ya.

4. Berikan nutrisi seimbang

Kucing Sphynx membutuhkan makanan berkualitas tinggi dengan kandungan protein yang cukup. Soalnya, metabolisme tubuh Sphynx bekerja lebih aktif dalam menjaga suhu tubuh sehingga jumlah makanan yang dibutuhkannya bisa lebih banyak dibanding kucing lain. Namun, hindari makanan yang terlalu berlemak untuk mencegah obesitas dan masalah kesehatan lain.

5. Periksa kesehatan kucing Sphynx secara rutin 

Kucing Sphynx memiliki risiko penyakit genetik atau bawaan. Karena itu, kucing ini perlu diperiksa secara berkala ke dokter hewan minimal setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi dini penyakit genetik yang rentan dialami kucing Sphynx.

Selain itu, pemeriksaan secara rutin ke dokter hewan juga penting untuk memantau kondisi kulit, mengecek adanya infeksi, hingga memastikan tumbuh kembang kucing Sphynx berjalan optimal.

6. Hindari paparan sinar matahari langsung

Kulit kucing Sphynx sangat sensitif terhadap sinar matahari. Jika terkena paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama, hal itu dapat menyebabkan kulit kucing Sphynx terbakar bahkan luka. Oleh karena itu, jika ingin mengajaknya keluar rumah, jangan lupa gunakan pakaian pelindung atau cari tempat yang teduh. 

Memelihara kucing Sphynx memang sangat menantang, karena mereka membutuhkan perawatan lebih ekstra dibandingkan kucing ras lain. Namun, dengan perawatan yang tepat dan pemantauan kesehatan yang rutin, hal itu dapat membuat kucing Sphynx tetap aktif, bahagia, dan sehat. 

Jika Anda mengalami kendala dalam perawatan kucing Sphynx atau membutuhkan saran lebih lanjut soal perawatannya, jangan sungkan untuk Chat Bersama Dokter Hewan melalui aplikasi ALODOKTER supaya peliharaan kesayangan Anda selalu dalam kondisi terbaik.