Kue talam tidak hanya enak sebagai jajanan pasar, tetapi juga memiliki sejumlah manfaat jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Teksturnya yang lembut dan rasa manis-gurih membuat kue talam menjadi favorit banyak orang, terutama sebagai pilihan camilan praktis dan bernutrisi untuk keluarga.

Kue talam umumnya dibuat dari tepung beras, tepung tapioka, santan, dan gula. Beberapa variasinya juga menggunakan bahan alami, seperti ubi ungu, labu kuning, jagung, atau daun pandan, yang dapat menambah cita rasa sekaligus kandungan gizinya.

Kue Talam, Camilan yang Sehat dan Bergizi - Alodokter

Meski tergolong camilan tradisional, kue talam tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Manfaat Kue Talam untuk Kesehatan

Kandungan berbagai bahan dalam kue talam dapat memberikan beberapa manfaat berikut:

1. Menambah energi

Kue talam mengandung karbohidrat yang berasal dari tepung beras, tepung tapioka, dan gula. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh sehingga konsumsi kue talam dalam porsi yang wajar dapat membantu memenuhi kebutuhan energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

2. Menambah asupan serat

Jika dibuat dengan tambahan bahan, seperti ubi, labu kuning, atau jagung, kue talam dapat mengandung serat yang lebih tinggi. Serat berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, membantu melancarkan buang air besar, serta memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan.

3. Dapat menjadi pilihan camilan bebas gluten

Kue talam yang dibuat menggunakan tepung beras dan tepung tapioka secara alami tidak mengandung gluten. Oleh karena itu, camilan ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang menjalani pola makan bebas gluten atau memiliki sensitivitas terhadap gluten, selama proses pembuatannya tidak mengalami kontaminasi silang dengan bahan yang mengandung gluten.

Tips Sehat Menikmati Kue Talam

Meski memiliki beberapa manfaat, kue talam tetap mengandung gula dan santan sehingga konsumsinya perlu dibatasi. Agar lebih sehat, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut:

1. Konsumsi dalam batas wajar

Kue talam mengandung gula, santan, dan karbohidrat yang dapat menambah asupan kalori harian. Oleh karena itu, konsumsilah sekitar 1–2 potong (±40–80 gram) dalam sekali makan sebagai camilan.

Batasi konsumsinya jika Anda menderita diabetes, kolesterol tinggi, atau sedang menjalani program penurunan berat badan agar asupan gula, kalori, dan lemak jenuh tetap terkendali. 

2. Gunakan bahan-bahan alami

Apabila membuat kue talam sendiri, pilihlah bahan-bahan yang segar dan gunakan pewarna alami, seperti daun pandan, ubi ungu, atau labu kuning. Selain memberikan warna dan cita rasa yang menarik, bahan alami juga dapat menambah kandungan nutrisi serta mengurangi penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diperlukan.

3. Kurangi penggunaan gula

Mengurangi jumlah gula dalam resep dapat membantu menekan kandungan kalori pada kue talam tanpa menghilangkan cita rasanya secara signifikan. Anda juga bisa memanfaatkan rasa manis alami dari bahan, seperti ubi atau labu, untuk mengurangi kebutuhan gula tambahan.

4. Batasi penggunaan santan

Santan memberikan rasa gurih yang khas pada kue talam, tetapi juga mengandung lemak jenuh. Agar lebih sehat, gunakan santan encer atau santan rendah lemak jika memungkinkan sehingga kandungan lemak jenuh dalam kue dapat berkurang tanpa menghilangkan teksturnya yang lembut.

5. Simpan kue talam dengan benar

Kue talam termasuk makanan basah yang mudah basi karena mengandung santan. Simpan kue talam dalam wadah tertutup dan letakkan di lemari es jika tidak langsung dikonsumsi. Sebelum dimakan kembali, panaskan dengan cara dikukus agar tekstur dan rasanya tetap terjaga.

Kue talam dapat menjadi camilan tradisional yang lezat sekaligus mengenyangkan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan dibuat dengan bahan-bahan yang berkualitas. Dengan membatasi penggunaan gula dan santan serta memperhatikan porsinya, Anda tetap bisa menikmati kue talam sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang.

Bila Anda memiliki diabetes, kolesterol tinggi, atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi kue talam secara rutin. Anda juga dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mengetahui batas aman konsumsi kue talam serta mendapatkan rekomendasi pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.