Setelah melahirkan, menjalani peran sebagai seorang ibu bukanlah perkara yang mudah. Bunda dituntut harus selalu bisa siap sedia, kapan pun Si Kecil membutuhkan, dan tak jarang hal ini justru membuat Bunda menjadi kurang tidur.

Saat baru melahirkan, wajar saja bila Bunda merasa stres, tertekan, dan juga kelelahan dengan rutinitas baru ini. Bagaimana tidak? Kini segala aktivitas yang Bunda lakukan jadi serba terbatas karena harus mengurus buah hati.

Kurang Tidur Setelah Melahirkan? Ini Dampak yang Bisa Kamu Alami - Alodokter

Apa Saja Dampak Kurang Tidur Setelah Melahirkan?

Semasa berada dalam kandungan, Si Kecil mungkin hanya dapat menendang saja saat merasa tidak nyaman atau sekadar berubah posisi. Lain halnya setelah lahir, ia bisa saja rewel dan menangis kencang, padahal Bunda tengah mengantuk luar biasa. Alhasil Bunda jadi kurang tidur dan hal tersebut bisa mengganggu hari-hari Bunda.

Kurang tidur bukanlah perkara yang sepele. Beberapa dampak negatif yang bisa Bunda rasakan akibat kurang tidur setelah melahirkan adalah:

1. Kurang fokus

Kurang tidur bisa menyebabkan Bunda menjadi kurang fokus dan sulit berkonsentrasi dalam melakukan berbagai kegiatan. Misalnya, saat memandikan Si Kecil, Bunda bukannya menggosokkan sabun ke tubuhnya, tapi justru sampo yang Bunda pilih.

2. Mood berantakan dan mudah marah

Apakah Bunda menjadi lebih mudah marah dan tersinggung semenjak melahirkan? Jika iya, coba periksa jam tidur Bunda. Kurang tidur bisa menyebabkan mood menjadi berantakan, sehingga Bunda jadi mudah marah dan tersinggung.

Malahan, kurang tidur yang berkepanjangan dapat membuat Bunda mengalami depresi atau merasa cemas terus-menerus.

3. Daya tahan tubuh menjadi lemah

Kurang tidur juga bisa membuat tubuh Bunda menjadi mudah sakit. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kurang tidur membuat seseorang menjadi lebih mudah terserang infeksi dan juga memiliki peluang kesembuhan yang lebih rendah atau lebih lama dibanding dengan orang yang tidur cukup setiap harinya.

Hal ini karena saat tidur, tubuh melepaskan protein sitokin yang mendukung tidur menjadi lebih nyenyak. Tapi bukan hanya itu, sitokin juga berperan dalam melawan infeksi dan peradangan. Makanya kalau Bunda kurang tidur, produksi sitokin jadi berkurang dan lebih gampang sakit.

Gak heran kan, kalau Bunda lagi sakit, terus dokter bilang “perbanyak istirahat, ya!”

4. Gairah seks menurun

Bila Bunda kurang tidur, jangan kaget ketika gairah berhubungan seksual jadi menurun. Bukan cuma masalah stamina dan gairah seksual, menyusui juga membuat kadar hormon estrogen menurun, sehingga produksi pelumas alami dalam vagina berkurang. Akibatnya, vagina Bunda menjadi lebih kering.

5. Mudah lupa

Saat tidur, tubuh memang beristirahat, tapi tidak dengan otak. Momen ini digunakan otak untuk menyimpan segala informasi yang didapatkan selama satu hari penuh, kemudian diolah dan disimpan menjadi ingatan. Nah, ketika Bunda kurang tidur, otak dapat mengalami gangguan dalam proses ini, sehingga membuat Bunda menjadi mudah lupa.

Jika Bunda merasa kurang tidur, ada baiknya untuk membicarakan hal ini ke pasangan atau keluarga. Tujuannya adalah agar salah satu dari mereka bisa membantu untuk menjaga Si Kecil, dan Bunda bisa menyempatkan waktu untuk beristirahat.

Bila kurang tidur setelah melahirkan berdampak buruk pada kehidupan Bunda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat ya,