Lokelma adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kadar kalium yang tinggi dalam darah atau hiperkalemia pada orang dewasa. Lokelma tersedia dalam bentuk serbuk untuk suspensi oral, dan hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.
Lokelma mengandung bahan aktif sodium zirconium cyclosilicate. Kandungan ini bekerja dengan cara mengikat kelebihan kalium di saluran cerna, sehingga kalium bisa dikeluarkan dari tubuh lewat feses. Lokelma digunakan sebagai terapi tambahan untuk menjaga kadar kalium dalam darah agar tetap normal.

Lokelma sering diberikan kepada pasien yang mengalami hiperkalemia, termasuk penderita penyakit ginjal kronis atau gagal jantung. Obat ini juga dapat membantu mengatasi hiperkalemia yang terjadi akibat penggunaan obat tertentu.
Produk Lokelma
Lokelma tersedia dalam bentuk serbuk untuk suspensi oral dengan 2 kekuatan dosis, yaitu:
- Lokelma 5 gram, yang mengandung 5 gram sodium zirconium cyclosilicate tiap saset
- Lokelma 10 gram, dengan kandungan 10 gram sodium zirconium cyclosilicate tiap sasetnya
Apa Itu Lokelma
| Bahan aktif | Sodium zirconium cyclosilicate |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat golongan potassium binding (potassium binding agent) |
| Manfaat | Menurunkan kadar kalium dalam darah pada kasus hiperkalemia |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Lokelma untuk ibu hamil | Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. |
| Obat dalam kategori ini tidak boleh digunakan oleh wanita yang sedang hamil atau memiliki kemungkinan untuk hamil. | |
| Lokelma untuk ibu menyusui | Lokelma umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti arahan dokter. Konsultasikan dengan dokter bila perlu menggunakan obat ini selama menyusui. |
| Bentuk obat | Serbuk untuk suspensi oral |
Peringatan sebelum Menggunakan Lokelma
Sebelum menggunakan Lokelma, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter seputar riwayat alergi yang dimiliki. Lokelma tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap sodium zirconium cyclosilicate.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita gagal jantung, penyakit ginjal, sembelit berat, penyumbatan usus, atau gangguan pergerakan usus, termasuk setelah menjalani operasi saluran cerna.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani cuci darah (hemodialisis) atau diet rendah garam. Hal ini karena Lokelma mengandung natrium yang dapat meningkatkan risiko penumpukan cairan atau bengkak.
- Bicarakan dengan dokter mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan. Lokelma dapat mengganggu penyerapan beberapa obat yang diminum. Dokter mungkin akan menyarankan agar obat lain diminum setidaknya 2 jam sebelum atau 2 jam setelah mengonsumsi Lokelma.
- Sampaikan kepada dokter atau petugas medis bahwa Anda sedang menggunakan Lokelma jika direncanakan untuk menjalani pemeriksaan medis apa pun, termasuk Rontgen pada perut. Obat ini dapat mengganggu hasil pemeriksaan.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
- Segera temui dokter bila timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Lokelma.
Dosis dan Aturan Pakai Lokelma
Dosis umum penggunaan Lokelma untuk mengatasi hiperkalemia adalah:
- 10 gram, 3 kali sehari yang digunakan 2–3 hari. Jika kadar kalium belum kembali normal setelah 3 hari, dokter akan mempertimbangkan terapi lain. Dosis pemeliharaan 5 gram, 1 kali sehari. Dosis dapat disesuaikan menjadi 10 gram, 1 kali sehari, atau 5 gram, 2 kali sehari.
Cara Menggunakan Lokelma dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat selama menjalani pengobatan dengan Lokelma. Jangan mengurangi atau menambah dosis, bahkan menghentikan penggunaan obat tanpa persetujuan dokter.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal, ikuti cara menggunakan Lokelma berikut ini:
- Lokelma dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Campurkan seluruh isi saset ke dalam gelas yang berisi minimal 45 ml air. Aduk hingga bubuk tercampur merata di dalam air, lalu segera minum. Bubuk tidak akan larut sepenuhnya sehingga cairan akan tampak keruh.
- Jika masih ada bubuk yang tertinggal di dalam gelas, tambahkan sedikit air, aduk kembali, lalu segera minum. Ulangi langkah ini hingga seluruh bubuk habis terminum agar Anda mendapatkan dosis yang lengkap.
- Beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi Lokelma dan obat minum lainnya karena Lokelma dapat mengganggu penyerapan beberapa obat.
- Apabila Anda lupa mengonsumsi Lokelma, segera minum obat begitu teringat. Namun, jika sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jalani kontrol dan pemeriksaan kadar kalium sesuai jadwal yang ditentukan dokter agar efektivitas pengobatan dan risiko efek samping dapat dipantau.
- Simpan Lokelma pada tempat suhu ruangan, kering, dan terhindar dari panas paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Lokelma dengan Obat Lain
Interaksi yang dapat terjadi jika Lokelma digunakan bersama obat lain adalah:
- Penurunan efektivitas antijamur golongan azole, seperti ketoconazole atau itraconazole; obat HIV, misalnya ritonavir; antikanker, seperti dasatinib, erlotinib, atau nilotinib; serta dabigatran
Untuk mencegah interaksi antarobat, beri tahu dokter mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan.
Efek Samping dan Bahaya Lokelma
Penggunaan Lokelma dapat menimbulkan efek samping berupa sembelit, mual, dan muntah. Jika efek samping tersebut tidak mereda atau bertambah parah, konsultasikan ke dokter lewat chat. Dokter akan memberikan saran atau meresepkan obat untuk mengatasi keluhan tersebut.
Jangan tunda untuk ke dokter atau segera ke IGD rumah sakit terdekat bila timbul reaksi alergi obat keluhan yang lebih serius, seperti:
- Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau bagian tubuh lain akibat penumpukan cairan
- Kelemahan atau kram otot
- Tubuh terasa sangat lelah atau lemas
- Nyeri perut yang berat atau muncul secara tiba-tiba
Efek samping serius tersebut dapat menandakan kadar kalium dalam darah menjadi terlalu rendah (hipokalemia) atau terjadinya penumpukan cairan, sehingga memerlukan penanganan medis segera.