Makanan basa adalah kelompok makanan yang kini semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Pola makan ini banyak diminati karena dipercaya dapat membantu meredakan keluhan asam lambung serta mendukung fungsi organ tubuh agar tetap optimal.

Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem pengatur asam-basa alaminya, yaitu melalui ginjal dan paru-paru. Namun, pola makan tertentu, seperti makanan basa, diketahui dapat mendukung mekanisme tersebut, walau tidak secara signifikan.

Makanan Basa, Ini Jenis dan Manfaatnya untuk Tubuh - Alodokter

Hal itu karena makanan basa menghasilkan zat sisa metabolisme yang bersifat basa atau rendah asam, sehingga dapat membantu organ-organ tubuh bekerja lebih efisien dalam menjaga keseimbangan asam-basa.

Manfaat Makanan Basa bagi Kesehatan

Rutin menambah makanan basa dalam menu harian dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh, terutama bila dikombinasikan dengan pola hidup sehat lainnya. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan basa:

1. Membantu meringankan gejala asam lambung (GERD)

Makanan basa dapat membantu menetralkan kelebihan asam di lambung. Pasalnya, setelah dicerna, makanan ini menghasilkan zat sisa metabolisme yang bersifat basa, sehingga dapat mengurangi risiko iritasi pada lapisan lambung. 

Selain itu, makanan basa juga mampu menurunkan jumlah enzim pepsin, yaitu enzim yang dapat memperparah rasa perih pada penderita GERD ketika kadar asam lambung tinggi. Dengan begitu, rasa nyeri atau sensasi terbakar di ulu hati akibat GERD pun berkurang.

2. Membantu mengurangi peradangan

Makanan basa umumnya mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral. Nah, semua nutrisi tersebut dapat membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab peradangan serta mendukung proses pemulihan sel-sel tubuh dan memperkuat sistem imun. Dengan begitu, risiko terjadinya pradangan kronis pun dapat dikurangi.

3. Mendukung fungsi ginjal

Ginjal bertanggung jawab untuk menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh. Nah, makanan basa dapat membantu mengurangi beban kerja ginjal tersebut, karena zat sisa yang dihasilkan lebih mudah dinetralisasi dan dikeluarkan tubuh. 

Hal itu juga dapat mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal akibat kelebihan asam urat atau kalsium. Dengan fungsi ginjal yang terjaga, tubuh akan lebih efektif membuang racun dan cairan berlebih dari tubuh.

4. Menjaga kesehatan tulang

Saat pH tubuh terlalu asam, salah satu mekanisme pertahanannya adalah mengambil kalsium dari tulang agar kadar asam bisa dinetralisir. Jika kondisi ini berlangsung lama, tulang bisa menjadi lebih mudah rapuh karena kepadatan tulang menurun. 

Nah, makanan basa membantu mencegah pelepasan kalsium berlebihan dari tulang, sehingga tulang tetap padat dan kuat. Selain itu, makanan basa umumnya kaya mineral, seperti magnesium dan kalium, yang juga penting untuk menjaga kekuatan tulang.

Beberapa Jenis Makanan yang Bersifat Basa

Makanan basa umumnya berasal dari sumber nabati, berikut beberapa di antaranya:

  • Buah-buahan, seperti pisang, pepaya, alpukat, melon, semangka, dan apel
  • Sayuran, seperti bayam, kangkung, wortel, brokoli, kubis, seledri, selada, timun, lobak, kembang kol, dan labu siam
  • Kacang dan biji-bijian, seperti kacang merah, kedelai, kacang almond, kacang putih, chestnut, biji wijen, biji bunga matahari, quinoa, dan edamame
  • Umbi-umbian, seperti kentang, ubi jalar, singkong, bit 
  • Rempah-rempahan, seperti bawang putih, jahe, kunyit, kemangi, dan peterseli

Sebaliknya, makanan hewani, seperti daging, telur, dan keju, serta makanan tinggi gula, cenderung menghasilkan sisa asam setelah dicerna. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menghindari sepenuhnya. Anda tetap boleh mengonsumsinya, asalkan diimbangi dengan asupan makanan basa setiap hari.

Tips Menyeimbangkan Asam-Basa dalam Pola Makan

Meski tubuh sudah punya mekanisme penyeimbang asam-basa alami, memperbanyak konsumsi makanan basa tetap bermanfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda terapkan:

  • Tambahkan porsi buah dan sayur di setiap waktu makan.
  • Batasi konsumsi makanan olahan tinggi gula dan garam.
  • Variasikan sumber protein dari nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Minum air putih yang cukup untuk mendukung detoksifikasi alami tubuh.
  • Jaga porsi makan agar tidak berlebihan.

Meski makanan basa bisa menghasilkan zat sisa metabolisme yang bersifat basa, bukan berarti makanan tersebut dapat mengubah keseimbangan asam-basa (pH) dalam tubuh ya. Pasalnya, tidak ada 1 jenis makanan atau minuman apapun yang bisa secara langsung mempengaruhi tingkat pH darah.

Hal itu karena proses pengaturan keseimbangan asam-basa tubuh sepenuhnya diatur oleh ginjal dan paru-paru melalui sistem pengaturan pH darah alami, bukan oleh jenis makanan, minuman, maupun produk kesehatan tertentu.

Meski begitu, mengonsumsi makanan yang sering disebut sebagai makanan basa boleh-boleh saja kok, karena makanan tersebut tetap memberikan banyak manfaat karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan perannya dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait makanan basa atau ingin mengonsumsi makanan basa, tetapi memiliki kondisi kesehatan tertentu, jangan ragu untuk chat dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter bisa merekomendasikan makanan basa yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.