Seiring perkembangan zaman, banyak orang tua yang meninggalkan budaya mendongeng untuk anak. Kini, para orang tua lebih memanfaatkan teknologi digital untuk menghibur buah hati mereka daripada mendongeng menggunakan buku bacaan. Padahal, dongeng yang dikisahkan langsung dari mulut orang tua merupakan hiburan yang tepat untuk anak.

Selain menghibur, membacakan dongeng anak juga memiliki banyak manfaat yang bisa membantu tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Manfaat Dongeng Anak bagi Perkembangan Si Kecil - Alodokter

Segudang Manfaat Dongeng

Tidak ada istilah terlalu dini dalam hal mendongeng. Saat Si Kecil masih dalam kandungan pun, aktivitas ini sudah bisa Anda lakukan. Ketika Si Kecil sudah lahir, lebih baik untuk melanjutkan kebiasaan baik ini.

Memang benar, saat baru lahir Si Kecil belum bisa memahami kata-kata Anda, namun mendengar suara Anda bisa menjadi langkah awal untuk merangsang kemampuan mendengar dan mengenal suara-suara bagi Si Kecil. Inilah beberapa manfaat mendongeng untuk anak:

  • Memperkaya kosakata anak.
  • Mendengarkan sebuah cerita bisa menstimulasi daya imajinasi Si Kecil.
  • Melatih kemampuan mendengar.
  • Meningkatkan interaksi verbal antara Anda dan Si Kecil.
  • Mengajarkan padanya tentang konsep cerita, angka, huruf, warna, dan bentuk.
  • Memberikan informasi tentang dunia di sekitarnya.
  • Usai membacakan dongeng, Anda bisa bertanya kepada anak mengenai cerita tersebut atau membiarkannya untuk bercerita. Hal ini bermanfaat untuk melatih daya ingatnya.
  • Saat mendongeng, Anda dan Si Kecil bisa berpelukan, tertawa bersama dan bermanja-manja. Hal itu bisa mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
  • Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang sering didongengkan atau yang kerap membaca, memiliki kemampuan matematika yang lebih baik dibandingkan anak seusianya.
  • Dongeng memiliki manfaat untuk mengajarkan tentang emosi pada Si Kecil.

Namun ingat, hindari memberikan dongeng kepada anak melalui perantara teknologi. Contohnya, membiarkan anak menonton cerita melalui televisi atau mengunduh aplikasi dongeng pada gadget, lalu membiarkannya melihat dan mendengar cerita melalui layar. Karena Si Kecil perlu merasakan hubungan emosional dengan kata-kata yang diucapkan, jadi jauhi dongeng pada gadget. Usahakan Anda membacakannya langsung padanya. Selain itu, dongeng digital bisa membuat anak kehilangan daya imajinasi dan kemampuan berpikir karena dia hanya diberi sebuah tontonan saja.

Tips Menjadi Pendongeng yang Baik

Menjadi pendongeng merupakan hal yang mudah, apalagi jika dilakukan dengan rasa senang. Berikut ini adalah tips-tipsnya.

  • Pilihlah buku yang bisa menarik perhatian anak-anak, seperti buku yang penuh gambar dan berwarna-warni. Sebisa mungkin, cari buku dengan jenis kertas yang tebal agar tidak cepat rusak akibat digigit oleh Si Kecil. Umumnya, anak-anak suka memasukkan segala hal yang dia pegang ke dalam mulutnya. Setelah melihat desainnya, pilih buku dengan cerita yang memiliki pesan moral.
  • Sebelum mendongeng, pastikan Anda sudah mengetahui alur ceritanya agar bisa mendalami dan menyampaikan pesannya dengan baik kepada anak.
  • Ketika hendak berdongeng, mulailah dengan kalimat ‘Pada suatu hari’ atau ‘Dahulu kala’.
  • Ceritakan dengan penuh ekspresi agar Si Kecil antusias mendengarkan dongeng dari Anda. Atur pula nada suara Anda saat menjelaskan alur cerita yang ada. Misalnya ketika menemukan karakter anak-anak pada cerita, ubahlah suara Anda selayaknya suara anak kecil. Begitu pula ketika ada karakter jahat, ubahlah suara Anda menjadi lebih menyeramkan.
  • Anda juga bisa bernyanyi nan lucu saat membacakan dongeng untuknya. Hal itu berguna untuk menunjukkan bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan.
  • Anda tidak perlu 100 persen mengikuti kata demi kata yang tertera pada buku. Gunakan kata-kata Anda sendiri yang mudah dipahami anak.
  • Usahakan untuk selalu mengadakan interaksi seperti tanya-jawab. Inilah kelebihan mendongeng, Anda dan Si Kecil bisa berkomunikasi dua arah. Di tengah-tengah cerita atau di bagian mana pun, Anda bisa bertanya tentang kelanjutan ceritanya. Contohnya ketika Anda menceritakan kisah ‘Malin Kundang’, Anda bisa bertanya, “Kira-kira Malin berubah jadi apa nanti?” Sebisa mungkin Anda harus bisa membuatnya penasaran sehingga otak anak akan berpikir dan melahirkan pertanyaan-pertanyaan tentang jalan cerita dongeng.
  • Anda tidak perlu mengajarinya membaca atau mengenal huruf karena hal itu bisa mengurangi kesenangan anak selama aktivitas mendongeng berlangsung. Cukup fokus kepada kesempatan bersenang-senang bersama anak.

Awalnya mungkin Anda merasa tidak bersemangat mendongeng, terutama jika Si Kecil belum memahami apa-apa atau mungkin Anda sedang repot dengan berbagai pekerjaan rumah tangga, sehingga tidak memiliki waktu untuk mendongeng.

Namun, usahakan untuk meluangkan setidaknya 10 hingga 15 menit sehari untuk menceritakan sebuah kisah kepada anak Anda. Bisa dilakukan sebelum tidur siang, sebelum tidur pada malam hari, atau jika Anda dan Si Kecil memiliki waktu luang dan tidak sedang lelah. Yang terpenting, lakukan dengan senang agar Anda bisa total saat menyampaikan cerita. Selain itu, tularkan kebiasaan membaca padanya agar Si Kecil mengetahui bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan, sehingga Anda bisa menjadi role model atau panutan yang baik baginya.